Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Perempuan identik lebih mudah untuk menangis dan mengeluarkan air mata dibanding laki-laki. Apa yang membuat seorang pria sulit menangis atau mengeluarkan air mata? Ini jawabannya.

Alasan mengapa pria cenderung sulit menangis menurut penelitian

Beberapa penelitian terbaru yang mempelajari kekuatan biologis dan proses menangis menunjukkan bahwa ada berbagai jenis air mata dan perbedaan dalam cara menangis laki-laki dan perempuan.

Menurut Louann Brizendine, seorang neuropsikiatri di Universitas California, San Francisco, laki-laki juga diajarkan untuk tidak menangis. Hal ini ternyata cukup terbantu dengan adanya hormon testosteron yang membantu meningkatkan ambang antara stimulus emosional dan keluarnya air mata.

Secara biologis, perempuan memang lebih mudah meneteskan air mata dibanding laki-laki. Berdasarkan penelitian, di bawah mikroskop diketahui bahwa hal ini karena adanya perbedaan pada sel-sel kelenjar air mata. Selain itu saluran air mata laki-laki lebih besar dari perempuan, sehingga jika laki-laki dan perempuan menangis secara bersamaan, maka air mata perempuan akan lebih cepat mengalir di pipi ketimbang laki-laki.

Jadi menurut Brizendine ada beberapa hal yang menyebabkan seorang laki-laki lebih ‘pelit’ mengeluarkan air mata dibanding perempuan yaitu:

  • Memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi sehingga lebih kuat menahan tangis
  • Memiliki saluran air mata yang lebih besar sehingga air mata tidak gampang jatuh
  • Adanya perbedaan pada sel-sel kelenjar air mata

Air mata ternyata ada dua jenis

Menangis adalah salah satu proses yang kompleks, dan air mata yang keluar ada dua jenis yaitu air mata iritasi yang membantu mencuci mata dari debu serta air mata emosional yang dikeluarkan untuk merespons stimulus emosional dan rasa sakit secara fisik.

Air mata yang keluar saat seseorang menangis mengandung protein, garam, hormon dan zat lain. Tapi air mata yang keluar karena emosi mengandung kadar protein yang lebih tinggi.

Salah satu hormon yang keluar saat menangis adalah hormon prolaktin yang merupakan katalis laktasi (menyusui). Pada perempuan yang telah mencapai usia 18 tahun, tingkat hormon prolaktin ini meningkat 50-60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Menurut William H Frey II, seorang ilmuwan saraf dan biokimia dari Regions Hospital di St. Paul, Minnesota, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa perempuan lebih mudah menangis.

Normalkan jika ada pria yang gampang menangis?

Menangis adalah salah satu ekspresi emosi yang diungkapkan dalam perilaku menangis. Orang bisa menangis karena bahagia, haru, dan sedih. Ungkapan ekspresi dalam bentuk menangis juga berbeda untuk setiap orang.

Beberapa orang ada yang perlu usaha keras untuk menangis, sedangkan yang lainnya sangat mudah menitikkan air mata hanya dengan melihat sesuatu yang iba atau mengharukan. Pengalaman hidup dan kepribadian seseorang juga sangat mempengaruhi orang dalam mengungkapkan ekspresi menangisnya.

Saat Anda masih bayi, sering kali Anda menangis untuk segala hal yang membuat Anda tidak nyaman. Ingin makan menangis, ingin minum menangis, kencing dan buang air besar menangis. Sepertinya menangis adalah usaha bayi untuk menyampaikan tanda kepada sekitar bahwa dia memerlukan bantuan atau tidak nyaman.

Berkembangnya proses pikiran dan bicara manusia akhirnya membuat menangis jadi bukan satu-satunya alat komunikasi. Anda bisa berbicara untuk menyampaikan apa yang Anda rasakan tidak nyaman.

Ekspresi menangis juga dikaitkan dengan kepribadian seseorang. Orang yang melankolis mungkin akan lebih mudah menangis jika dipicu oleh situasi mengharukan.

Persepsi memang menjadi intinya. Terkadang ekspresi emosional yang berbeda bukan berarti tidak normal. Jadi tidak usah khawatir jika Anda merasa sulit menangis, atau justru mudah menangis karena hal sepele.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Selain mengubah gaya hidup lebih sehat, ternyata ada lain yang disebut-sebut bisa dipakai untuk menambah hormon testosteron, yaitu konsumsi suplemen.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020