Batas Volume dan Durasi yang Aman Ketika Menggunakan Headset

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mendengarkan lagu pakai headset merupakan sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan orang menggunakannya untuk menemani aktivitas harian mereka. Mulai dari berjalan, bersepeda, pergi ke kantor atau sekolah, hingga sekadar bersih-bersih rumah.

Akan tetapi, tentu saja kebiasaan ini berisiko merusak pendengaran jika tidak dilakukan secara hati-hati. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan bila terbiasa mendengarkan lagu pakai headset atau headphone.

Rusaknya pendengaran akibat pemakaian headset yang berlebihan

jenis gangguan pendengaran

Sebelum mengetahui apa saja yang harus diperhatikan saat mendengarkan lagu pakai headset, ada baiknya Anda mengetahui bahaya dari penggunaan headset.

Telinga Anda adalah organ yang sangat peka. Pada saat mendengarkan lagu, suara yang memasuki telinga Anda membuat gendang telinga bergetar.

Getaran tersebut dapat mencapai koklea (rumah siput). Koklea adalah tempat yang membawa cairan yang berfungsi untuk merangsang serabut saraf agar berjalan ke otak. Di sinilah proses penafsiran suara dilakukan.

Pendengaran yang rusak terjadi akibat sel-sel rambut di telinga Anda hancur. Umumnya, kondisi tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya mendengarkan suara keras dalam waktu yang lama.

Nah, headset dan headphone bisa menjadi sebuah bumerang bagi Anda. Di satu sisi Anda bisa mendengarkan lagu dengan nyaman tanpa mengganggu orang lain.

Akan tetapi, alat ini juga bisa menyebabkan gangguan gendang telinga jika dipakai dalam waktu yang lama.

Sama seperti organ tubuh lainnya, telinga Anda juga memiliki batas kemampuan. Mereka hanya bisa mendengarkan suara sampai pada tingkat 85 desibel saja.

Tips mendengarkan lagu pakai headset dengan aman

Setelah Anda mengetahui bahaya dari terlalu sering dan kencang saat mendengarkan lagu pakai headset, tentu saja Anda ingin menggunakannya secara berhati-hati, bukan?

Menghentikan kebiasaan menggunakan headset adalah hal yang cukup sulit. Oleh karena itu, membatasi volume dan penggunaannya mungkin dapat menjadi langkah awal yang cukup baik.

1. Batas volume suara tidak lebih dari 60%

Menurut American Osteopathic Association, MP3 Player atau ponsel Anda bisa memproduksi suara sampai 120 desibel. Tingkatan tersebut setara dengan konser musik yang sudah cukup membuat telinga sakit.

Nah, pemakaian headset dengan volume setinggi itu bisa merusak pendengaran Anda hanya dalam 15 menit. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menaikkan volume headset lebih dari 60% batas maksimal.

2. Memakai headset tidak lebih dari satu jam

kecanduan game online
technology, gaming, entertainment, let’s play and people concept – happy young man in eyeglasses with headset playing and winning computer game at home and streaming playthrough or walkthrough video

Mendengarkan musik saat sedang bekerja pakai headset memang bisa membuat Anda terlalu nyaman. Namun, kenyamanan tersebut bisa saja berubah menjadi bencana bagi pendengaran Anda.

Walaupun volume saat pakai headset sudah rendah, tidak menutup kemungkinan bahwa durasi waktu yang lama tetap dapat merusak telinga.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mendengarkan lagu pakai headset lebih dari satu jam. Biarkanlah telinga Anda beristirahat setelah satu jam menggunakan alat ini.

3. Jangan menggunakan headset di tempat yang berisik

Mengeraskan suara lagu saat mendengarkan headset di tempat yang berisik memang sering terjadi. Tujuannya, agar kita tak terganggu dengan suara bising di sekitar.

Anda mungkin memang bisa mendengarkan lagu dengan tenang di area yang penuh suara, tetapi pendengaran Anda mungkin tidak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, suara keras melebihi 80 desibel dapat merusak telinga Anda dalam sekejap.

Oleh karena itu, hindari penggunaan headset di lingkungan yang berisik karena itu akan memicu Anda terus mengencangkan volume musiknya.

Memakai headset untuk mendengarkan lagu memang sah-sah saja. Namun, usahakan untuk tidak terlalu sering dan menggunakan suara yang keras. Dengan begitu, Anda dapat terus menikmati musik kesayangan Anda dengan nyaman.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 4, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 28, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca