Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang menyukai hujan. Beberapa di antara mereka merasa tenang atau mengantuk mendengar suara rintik-rintik air yang jatuh. Beberapa lainnya merasa senang menghirup aroma yang muncul. Sebenarnya, apa yang membuat hujan memiliki aroma yang khas? Kenapa ada orang yang senang mencium bau saat hujan turun atau baru berhenti?

Petrichor, bau khas yang muncul saat hujan turun

Hujan memang merupakan fenomena alam yang bisa membangkitkan berbagai perasaan, mulai dari perasaan galau ketika hujan, kenyamanan, atau kedamaian saat bau hujan muncul.

Ya, ketika hujan turun atau sudah berhenti, Anda mungkin menyadari ada aroma khas yang tercium. Biasanya, aroma ini keluar dari tanah ketika hujan turun setelah musim kemarau berkepanjangan.

Ternyata, apa yang banyak orang sebut dengan bau hujan ini memiliki istilah khusus, lho. Pada tahun 1964, sepasang ilmuwan Australia bernama Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas melakukan sebuah studi tentang aroma hujan. Dalam penelitian tersebut, mereka mendeskripsikan fenomena aroma hujan dengan istilah petrichor.

Kemunculan petrichor dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari bakteri yang terlepas ke udara, hingga minyak yang terdapat di tumbuhan.

Actinomycetes, bakteri di balik bau hujan

Dilansir dari situs EarthSky.org, salah satu penyebab utama hujan memiliki bau yang khas adalah actinomycetes atau actinobacteria.

Actinomycetes merupakan satu jenis bakteri berserat yang tumbuh di tanah. Spora-spora kecil yang berasal dari bakteri tersebut akan terlepas ke udara yang lembap, lalu dihirup dan masuk ke indra penciuman kita.

Tingkat keasaman hujan turut berpengaruh

Selain bakteri actinomycetes, tingkat keasaman yang terdapat di air hujan juga memengaruhi bau yang muncul.

Ketika air hujan turun dan mengalami kontak langsung dengan debu atau zat kimia organik di tanah, aroma yang khas akan keluar dari reaksi tersebut.

Minyak alami dari tumbuhan

Aroma “sejuk” yang muncul saat hujan turun juga dapat terbentuk dari minyak alami yang berasal dari tumbuhan. Minyak inilah yang menjadi salah satu kunci utama mengapa bau hujan sangat disukai kebanyakan orang.

Minyak yang terdapat di tumbuhan tersebut adalah minyak volatile, yaitu jenis minyak yang mudah menguap. Minyak volatile ternyata juga merupakan jenis dari aromaterapi atau essential oil.

Lantas, mengapa beberapa orang suka bau hujan?

Sekarang Anda sudah mengetahui apa saja kandungan dan reaksi kimia yang terdapat di balik aroma hujan. Namun, sebenarnya apa yang menyebabkan beberapa orang sangat suka dengan aroma tersebut?

Berikut adalah alasan beberapa orang menyukai bau hujan:

Pengalaman hidup

Salah satu teori mengenai mengapa aroma tertentu, seperti bau hujan, disukai oleh beberapa orang ternyata tidak terlepas dari pengalaman hidup Anda.

Menurut Rachel Herz, seorang psikolog dari Brown University, preferensi (selera) penciuman ini bahkan sudah terbentuk sejak Anda baru lahir.

Penciuman manusia memiliki hubungan yang erat dengan bagian otak amygdala dan hippocampus. Kedua bagian otak ini berperan membentuk ingatan jangka panjang atau peristiwa emosional.

Herz menambahkan bahwa sistem penciuman manusia terbentuk sedemikian rupa sehingga aroma tertentu dapat dikaitkan dengan pengalaman tertentu, entah pengalaman tersebut menyenangkan atau tidak. Dari sinilah manusia mulai dapat membedakan apakah suatu bau enak untuk dicium atau tidak.

Jadi, mungkin saja saat Anda masih bayi atau kecil, Anda sering mencium sesuatu yang menyerupai aroma hujan. Otak Anda lantas menghubungkan wangi tersebut dengan ingatan akan peristiwa atau pengalaman tertentu yang menyenangkan, sehingga Anda menyukai bau hujan.

Hasil dari evolusi manusia

Beberapa ahli juga meyakini bahwa hal tersebut merupakan hasil dari evolusi manusia. Menurut seorang ahli antropologi dari University of Queensland di Australia, Diana Young, fenomena ini disebut dengan cultural synesthesia, atau sinestesia budaya. Istilah ini merujuk pada percampuran pengalaman sensorik yang berbeda di masyarakat karena sejarah evolusi tertentu.

Bagaimana bisa? Ada kemungkinan, manusia di zaman dahulu senang mencium bau hujan karena ada lebih banyak tumbuhan dan binatang yang dapat dimakan ketika musim hujan tiba.

Nah, pemikiran seperti inilah yang membuat aroma hujan dihubungkan dengan sesuatu yang bersifat positif dan menyenangkan. Pemikiran tersebut kemungkinan diwariskan secara biologis dari nenek moyang kita ke umat manusia di masa kini. Itu sebabnya beberapa orang menyukai bau hujan meskipun mereka sendiri tidak tahu secara pasti alasannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Pentingnya kecerdasan emosional saat bekeja dapat mempengaruhi kemapuan Anda dalam menjaga hubungan sesama teman kerja hingga kesuksesan dalam berkarir.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Psikologi 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Baik?

Susu almond dan susu kedelai merupakan alternatif susu sapi. Namun, apakah perbedaan dan kandungan nutrisi antara susu almond dan susu kedelai?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28 April 2020 . Waktu baca 6 menit
minum susu intoleransi laktosa

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit