Identik dengan Kesedihan, Ternyata Ini 4 Manfaat Menarik Air Mata yang Belum Banyak Diketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Melihat seseorang menangis mungkin membuat Anda berpikiran ia sedang sedih. Padahal nyatanya, air mata tidak hanya menandakan kesedihan atau kekecewaan. Kadang, luapan rasa bahagia, haru, atau bahkan terkejut juga bisa membuat air mata menetes. Menariknya, ada berbagai manfaat air mata yang mungkin tidak Anda sadari. Apa saja, ya?

Beragam manfaat menarik dari air mata

penyebab mata berair

Air mata bisa dibilang sebagai bentuk ekspresi atas perasaan seseorang. Cairan yang dihasilkan oleh mata ini seolah menjadi cara tubuh untuk melepas “beban” yang mungkin sudah tak tertahankan lagi.

Ketika Anda merasakan sukacita yang begitu dalam pun, air mata bisa menjadi penanda perasaan bahagia tersebut. Berkat air mata pula, beberapa orang besyukur karena bisa mengeluarkan emosi yang terpendam di dalam dirinya.

Dengan kata lain, air mata tidak selamanya buruk, lho! Tanpa disadari, ada beragam manfaat air mata bagi kesehatan tubuh Anda, yakni:

1. Membersihkan mata dari debu dan kotoran

Ada 3 jenis air mata yang dimiliki setiap orang. Mulai dari air mata refleks (reflex tears), air mata tanpa henti (continous tears), dan air mata emosional (emotional tears).

Masing-masing jenis air mata punya fungsi dan manfaat yang berbeda-beda. Air mata refleks atau reflex tears biasanya akan keluar saat tiba-tiba ada debu, kotoran, asap, maupun benda asing lainnya yang masuk ke mata.

Jadi, air mata ini secara otomatis akan keluar dari mata Anda guna membersihkan partikel debu, kotoran, maupun hal berbahaya lainnya. Misalnya saat Anda sedang berjalan di trotoar dan terpapar polusi, berkendara sepeda motor, maupun tidak sengaja terkena asap pembakaran sampah atau kendaraan bermotor.

2. Melindungi mata dari infeksi bakteri

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang cukup sensitif, termasuk oleh bakteri. Nah, air mata punya manfaat sebagai pembunuh bakteri yang masuk ke dalam mata.

Caranya dengan memproduksi air mata secara terus-terusan, atau disebut juga jenis air mata tanpa henti (continous tears). Air mata ini akan selalu melumasi dan membasahi mata guna menjaganya dari serangan bakteri.

Ini karena ada kandungan bernama lisozim di dalam cairan alami dari mata ini. Lisozim inilah yang membantu menjaga mata agar senantiasa bersih dan bebas dari bakteri.

Berdasarkan jurnal Food Microbiolgy, lisozim punya sifat antimikroba yang sangat kuat untuk mengurangi kemungkinan mata terkena infeksi bakteri.

3. Melepaskan “beban” pada tubuh

Selain air mata refleks dan air mata tanpa henti, jenis air mata lainnya yakni air mata emosional. Manfaat air mata emosional yakni dapat menghilangkan stres, tekanan, kecemasan, dan hal kurang menyenangkan lainnya.

Jika 98% dalam air mata refleks berisi air, hal ini tidak berlaku pada air mata emosional. Selain air, jenis air mata emosional juga memiliki kandungan hormon stres dari dalam tubuh. Itu sebabnya, air mata emosional baru bisa keluar setelah tubuh seolah tidak sanggup lagi untuk menanggung beban kesedihan yang Anda miliki.

Ketika Anda merasa stres, cemas, dan sedih, otot-otot di sekujur tubuh biasanya menjadi menegang. Kemudian setelah tubuh melepaskannya melalui air mata emosional, perasaan cemas, sedih, kecewa, dan stres juga akan ikut menghilang.

Di samping melepaskan hormon stres, keluarnya air mata emosional juga dapat merangsang produksi hormon endorfin di dalam tubuh. Hormon endorfin juga disebut sebagai hormon bahagia.

4. Menjaga kelembapan hidung

Selain berguna bagi mata itu sendiri, air mata juga punya manfaat baik untuk organ tubuh lainnya, seperti hidung. Pasalnya, air mata yang tertampung di dalam mata nantinya akan mengalir masuk ke dalam saluran nasolakrimalis.

Nasolakrimalis adalah saluran yang menghubungkan kelenjar air mata dengan hidung. Ketika air mata tersebut masuk, mengalir, dan sampai ke hidung, ia akan menjaga hidung agar senantiasa tetap lembap dan bebas dari bakteri.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 24, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 12, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca