Apa yang Akan Terjadi Jika Kebanyakan Makan Mie Instan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda penggemar mie instan? Seberapa sering Anda makan mie instan? Mengonsumsi mie instan sudah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia. Rasanya yang enak, gurih, mudah disajikan, dan harga yang terjangkau, tidak mengherankan jika makanan cepat saji ini menjadi menu favorit. Namun, tentu Anda tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Apa yang akan terjadi jika Anda kebanyakan makan mie instan? Simak ulasannya.

Kebanyakan makan mie instan tetap tidak akan mencukupi nutrisi Anda

Mie instan biasa dijual dalam bentuk kering yang dilengkapi dengan bumbu berbentuk bubuk dan minyak dalam kemasan terpisah. Cara memasak mie instan adalah merebusnya dengan air mendidih atau ada sebagian yang cukup dengan direndam air panas.  Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bahaya mie instan di balik kenikmatannya? Apa bahayanya jika kebanyakan makan mie instan?

Proses pembuatan mie instan dimulai dengan mencampur bahan-bahan garam, pati, dan bumbu-bumbu lain dengan tepung. Adonan tersebut kemudian diaduk, lalu dimasukkan ke cetakan. Setelah menjadi bentuk yang diinginkan, mie dikukus dan dikeringkan dengan proses menggoreng atau pengeringan dengan udara panas.

Mie instan kerap disebut sebagai makanan tidak sehat lantaran kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, namun rendah protein, serat, vitamin, dan mineral. Selain itu, mie instan yang disajikan dengan kaldu instan biasanya memiliki kandungan garam atau sodium yang tinggi.

Satu kemasan mie instan bisa mengandung sekitar 2.700 mg sodium, padahal asupan sodium yang disarankan per hari tidak lebih dari 2.000-2.400 mg (setara 5-6 gram garam).

Penggunaan MSG atau monosodium glutamate yang berfungsi meningkatkan rasa mie instan menjadi lebih asin, manis, atau asam juga memiliki risiko kesehatan. MSG dapat memicu reaksi alergi dengan gejala rasa sakit pada dada, berkeringat, jantung berdebar, dan sakit kepala.

Kandungan sodium yang tinggi dan MSG dari mie instan disarankan untuk dihindari oleh penderita hipertensi, pengguna obat diuretik, dan pengguna beberapa jenis obat anti-depressan serta penderita gagal jantung kongestif. Mie instan diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit seperti diabetes, stroke dan penyakit jantung.

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika membahas bahaya mie instan adalah kemasannya. Ada mie instan yang dikemas dengan bahan yang menggunakan styrofoam yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA). BPA dapat mengganggu cara hormon bekerja, terutama estrogen. Jangan merugikan kesehatan Anda dengan kebanyakan makan mie instan.

Tips meminimalkan efek buruk mie instan

Jika mempertimbangkan kandungan nutrisi mie instan yang tidak seimbang ditambah dengan bahan-bahan pelengkap yang berisiko bagi kesehatan, sebaiknya Anda membatasi konsumsi mie instan.

Sebagai upaya menyeimbangkan gizi pada sajian mie instan, Anda dapat menambahkan beberapa bahan tambahan, seperti telur, ayam, jamur, wortel, kacang-kacangan, kubis, dan bahan-bahan alami lainnya. Jika mungkin, jangan gunakan seluruh bumbu. Batasi setengah takaran saja karena bumbu mie instan mengandung MSG dan banyak garam.

Jika Anda mengonsumsi mie instan secara teratur, pertimbangkan untuk segera menguranginya. Perbanyak konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi seimbang, dilengkapi dengan pola hidup sehat seperti tidak merokok dan olahraga secara teratur.

Selalu ingat untuk membaca label kemasan produk makanan atau minuman untuk mengetahui nilai nutrisi sebelum Anda mengonsumsinya. Jadi, mulai sekarang Anda tidak boleh kebanyakan makan mie instan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Terjadi Pada Tubuh Akibat Terlalu Banyak Makan Vetsin

Katanya, masak tanpa vetsin diibaratkan seperti masak tanpa garam, alias kurang sedap. Tapi, hati-hati. Kebanyakan vetsin juga tidak baik untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Februari 2019 . Waktu baca 6 menit

Hobi Makan Mie Instan Setiap Hari? Awas, Ini Dampaknya Bagi Tubuh Anda

Mie instan adalah menu pengganjal lapar andalan ketika kita tidak punya waktu (atau uang) untuk makan. Penasaran, apa efeknya makan mie instan setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 3 November 2018 . Waktu baca 3 menit

8 Macam Zat Tambahan Pada Makanan Cepat Saji, dan Efeknya Bagi Kesehatan

Banyak makanan cepat saji yang diolah menggunakan zat aditif. Apa saja zat aditif pada makanan yang paling umum, dan apa efeknya untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 16 Mei 2018 . Waktu baca 6 menit

Pro Kontra MSG: Benarkah Buruk untuk Kesehatan?

MSG adalah bahan penyedap masakan yang sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu, namun kontroversi mengenai keamanan MSG masih marak dibicarakan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Desember 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
mengurangi asupan mecin

3 Tips Mengurangi Konsumsi MSG Alias Mecin dari Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2019 . Waktu baca 3 menit
penderita kanker makan mie

Bolehkah Pasien Kanker Makan Mie Instan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
makanan yang berbahaya

6 Jenis Makanan Sehari-hari yang Berbahaya Jika Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit