Yuk, Periksa Ketajaman Penglihatan Dengan 4 Kartu Khusus Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/12/2018
Bagikan sekarang

“Apakah Anda dapat membaca huruf yang terdapat pada baris pertama?” Pertanyaan ini adalah hal yang akan Anda dengar saat melakukan pemeriksaan mata, entah itu di dokter spesialis atau  di optik kacamata. Namun, tahukah Anda jika kartu yang bertuliskan huruf-huruf itu ada banyak jenisnya? Ya, nyatanya ada banyak ragam kartu khusus yang dibuat untuk pemeriksaan mata.

Beragam kartu khusus untuk pemeriksaan mata

1. Kartu Snellen

Kartu snellen adalah jenis kartu yang paling sering dan banyak digunakan dalam pemeriksaan mata. Kartu ini dapat Anda temukan di tempat-tempat pelayanan kesehatan, bahkan kartu ada di setiap optik yang menjual kacamata.

Walaupun masih disebut sebagai kartu Snellen, perkembangan zaman membuat kartu ini tidak lagi berbentuk lembaran kertas. Seringkali kartu ini sudah berupa proyeksi gambar kartu yang ditembakkan oleh proyektor ke layar.

Terdapat dua jenis kartu Snellen, satu yang berisikan huruf dan yang lainnya berisikan angka. Hal ini ditujukan agar Anda tidak dapat mengingat-ingat angka atau huruf yang telah dibaca sebelumnya.

Untuk menilai ketajaman mata, Anda diminta untuk membaca kartu snellen dari jarak yang telah ditentukan. Dimulai dari huruf atau angka yang paling besar di baris atas, hingga ke bawah yang ukurannya semakin kecil.

Jika penglihatan Anda tidak bermasalah, maka Anda mampu untuk membaca kartu snellen sampai di baris paling bawah, yaitu ukuran huruf atau angka yang terkecil. Namun, bila Anda sudah berhenti di tengah-tengah baris, mungkin Anda memiliki gangguan kesehatan tertentu.

2. Kartu E

Nah, pemeriksaan mata untuk anak-anak usia prasekolah ternyata berbeda dengan orang dewasa. Untuk mengetahui ketajaman penglihatan si kecil, biasanya kartu E akan digunakan. Hal ini untuk mengetahui apakah si kecil memiliki rabun dekat atau rabun jauh?

Kartu ini hanya berisikan huruf E dengan berbagai variasi ukuran, serupa dengan kartu Snellen. Bedanya dengan kartu snellen, si kecil tidak diminta untuk membaca kartu tersebut, karena kebanyakan mereka belum pandai membaca atau mengenal huruf. Jadi, si kecil akan diminta untuk menunjukkan ke mana arah ketiga kaki yang terdapat di huruf E tersebut.

3. Kartu ETDRS

Tidak seperti kartu Snellen yang mudah ditemukan di mana saja, kartu ETDRS umumnya hanya dapat ditemukan di dokter spesialis mata. Kartu ini digunakan untuk memeriksa ketajaman penglihatan pada orang dewasa. Bisa dibilang pemeriksaan mata dengan kartu ini lebih akurat dibandingkan dengan kartu Snellen. Hal ini disebabkan, pada kartu ETDRS:

  1. Masing-masing baris memiliki jumlah huruf atau angka yang sama
  2. Jarak antar huruf atau angka pada masing-masing baris sama
  3. Jarak antar huruf atau angka pada baris yang berbeda sama
  4. Tingkat kesulitan pembacaan huruf atau angka yang terdapat pada masing-masing baris sama

4. Kartu Jaeger

Berbeda dengan jenis kartu lainnya yang berguna untuk mengukur ketajam penglihatan dari jarak jauh, kartu Jaeger merupakan kartu yang digunakan untuk mengukur tajam penglihatan jarak dekat.

Kartu ini dibaca dalam jarak 30 cm, jarak membaca yang baik dan benar. Masing-masing baris pada kartu ini berisikan kalimat, bukan satu huruf atau angka seperti kartu lainnya, dan penilaian tajam penglihatan dapat dilakukan tanpa perlu menutup salah satu mata terlebih dahulu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Anak Boleh Pakai Lensa Kontak?

Selain kacamata, ternyata anak dengan masalah mata tertentu juga boleh pakai lensa kontak. Namun, kapan anak sudah dibolehkan menggunakan alat ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Perhatikan, 5 Tanda-Tanda Si Kecil Harus Pakai Kacamata

Anda mungkin bertanya-tanya, kapan anak saya memerlukan kacamata. Agar tak bingung, kenali 5 ciri yang menunjukkan anak Anda perlu pakai kacamata.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

Memilih dokter mata yang bagus memang tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menemukan yang paling cocok buat Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Meski Umumnya Normal, Mata Sipit Juga Bisa Jadi Tanda Penyakit

Mata sipit memang ciri fisik yang identik dengan orang Asia. Namun, ternyata bentuk mata sipit bisa menjadi tanda penyakit tertentu. Apa saja itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Direkomendasikan untuk Anda

jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
pusing pakai kacamata baru

Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
memilih kacamata hitam anak

Panduan Memilih Kacamata Hitam untuk Anak Sebelum Liburan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 31/12/2019
orang berkacamata pintar

Mengapa Orang Berkacamata Terkesan Lebih Pintar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/08/2019