Istirahat Sebentar Saat Otak Bekerja Keras Bisa Mempertajam Ingatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/06/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Apa yang Anda lakukan ketika sedang jenuh di kala belajar atau mengerjakan pekerjan yang menguras pikiran? Beberapa orang mungkin lebih memilih untuk meneruskan pekerjaan mereka hingga selesai dan menunda istirahat. Meski tampaknya sepele, istirahat yang cukup ternyata bisa membantu membantu kemampuan otak dan mempertajam ingatan. Benarkah demikian?

Tidur sebentar di sela-sela belajar dan bekerja bisa mempertajam ingatan

Belajar, membaca buku, maupun bekerja bisa dengan mudah membuat Anda lelah. Nah, demi menghindari stres, coba luangkan waktu sejenak untuk menenangkan tubuh dan pikiran sebelum Anda mulai beraktivitas kembali.

Saat Anda mengistirahatkan tubuh, misalnya dengan tidur sebentar, secara tidak langsung Anda bisa mencegah penurunan daya ingat Anda. Bahkan, istirahat sebentar di sela-sela pekerjaan bisa memicu pembentukan memori baru di otak.

Tak hanya itu, bahkan sebuah penelitian menunjukkan hasil bahwa selama seseorang tertidur, sinapsis atau titik temu yang menghubungkan antar sel saraf satu dan lainnya akan ikut “istirahat” hingga berangsur-angsur semakin rileks. Hal ini yang kemudian akan mempertahankan fungsi kognitif dan neuroplastisitas otak, yakni kemampuan sel saraf di otak untuk beradaptasi dengan baik sesuai keadaan.

Sebaliknya, jika kualitas tidur atau istirahat yang Anda dapatkan kurang optimal, sinapsis menjadi kaku sehingga menghambat proses penerimaan informasi baru dalam jangka panjang.

Istirahat bukan cuma dari tidur saja

istirahat santai

Sebenarnya, bukan hanya tidur yang bisa bantu Anda mendapatkan istirahat yang cukup. Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan oleh Michael Craig dan Michaela Dewar, dari Heriot-Watt University in Edinburgh, menemukan bahwa sistem yang mengatur memori, akan memperkuat memori yang telah melemah dengan cara mengaktifkannya kembali. Proses ini yang akan meningkatkan kemampuan otak dalam mencerna sekaligus mengingat hal-hal baru.

Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Scientific Reports ini, merancang sebuah tes memori guna menilai kemampuan dalam mempertahankan ingatan. Ada 60 partisipan yang terdiri dari pria dan wanita dengan rata-rata usia 21 tahun.

Para peserta diminta untuk membedakan foto lama dan foto baru yang serupa. Jika kemampuan kognitif masih berfungsi baik, maka para peserta akan mengatakan kalau kedua foto tersebut mirip atau cenderung sama. Kebalikannya, bila daya ingatnya tidak terlalu tajam, maka peserta akan mengira bahwa itu adalah dua foto yang berbeda.

Uniknya, pemulihan kembali kemampuan otak ini tidak hanya berlangsung saat Anda tertidur lelap saja, melainkan juga bisa terjadi bahkan saat Anda hanya meluangkan waktu singkat (sekitar 10 menit) untuk beristirahat sampai pikiran kembali pulih. Yang penting biarkan tubuh dalam keadaan yang benar-benar nyaman dan rileks.

Hal menarik ini juga terbukti dalam penelitian, bahwa para peserta yang mencuri waktu untuk beristirahat di sela-sela tes, menjalani tes dengan lebih teliti dan memiliki hasil tes yang lebih baik dibandingkan peserta yang tidak beristirahat sama sekali.

Singkatnya, penelitian ini tidak hanya menunjukkan kalau istirahat yang cukup, entah sekadar memejamkan mata sejenak atau menjauhkan diri dari pekerjaan, bisa membantu tubuh dan pikiran untuk lebih rileks. Di sisi lain, istirahat yang tenang diyakini mampu meningkatkan kemampuan otak dan mempertajam ingatan.

Intinya, hindari terlalu memforsir kerja otak

tidur tidak nyenyak mengganggu otak

Menurut Benedict Carey, penulis buku How We Learn: The Surprising Truth About When, Where, and Why It Happens, nyatanya otak manusia bisa benar-benar menyerap suatu informasi jauh lebih baik ketika proses mencerna informasi tersebut dipisah dalam selang waktu tertentu.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk meluangkan waktu sejenak untuk istirahat menenangkan tubuh serta pikiran, daripada terus-menerus memforsir kerja otak selama belajar ataupun bekerja.

Caranya pun tidak sulit, Anda bisa mengubah posisi belajar ataupun menyelinginya dengan bermain game – asal tidak sampai keterusan. Sebab, di saat ini jaringan-jaringan saraf pada otak akan saling berhubungan dan kemudian menumbuhkan ingatan baru yang lebih kuat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kiat Jitu Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Perubahan Jadwal Kerja yang Baru

Bagaimana jika pekerjaan baru mengharuskan Anda bekerja di malam hari sementara Anda terbiasa aktif di siang hari? Ikuti cara mengubah pola tidur ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Beberapa orang yang sudah menikah mungkin merasa rindu masa-masa menguasai ranjang sendirian. Namun, ada manfaat tersembunyi dibalik tidur bersama pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu power nap

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
aplikasi belajar bahasa efektif

Belajar Bahasa Asing Lewat Aplikasi, Apakah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Waktu istirahat untuk anak

Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit