5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sama seperti suara lainnya, musik yang diterima oleh telinga memiliki efek terhadap otak dan menghasilkan persepsi tertentu. Tetapi tidak hanya itu, rangkaian nada dari musik juga dapat memengaruhi bagaimana otak bekerja dan merespons stimulus, baik dari luar maupun dalam tubuh.

Fenomena bagaimana musik dapat memengaruhi otak manusia sudah diteliti sejak lama. Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi diperlukan gotong royong dari berbagai bagian otak untuk mengenali dan merangkai suara yang diterima saat kita mendengarkan musik.

Apa saja efek musik pada kinerja otak?

1. Musik memicu perkembangan otak

Saat dilahirkan, otak bayi tidak sama seperti pada otak orang dewasa. Otak akan mengalami proses diferensiasi saat masa kanak-kanak. Proses ini terjadi dengan mengenali lingkungan sekitar, terutama mengenali suara, ucapan, serta nada tertentu.

Suatu studi oleh Nina Kraus yang dimuat di website Live Science menunjukkan bahwa orang yang berlatih main alat musik dapat merespons suara dan bahasa lebih baik. Mereka juga akan cenderung mengalami proses penuaan otak yang lebih lambat. Dalam studi lainnya, Kraus juga menemukan bahwa berlatih alat musik bisa meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendengar dalam suasana bising dan mengenali aspek emosi dari suatu ucapan.

2. Membantu otak berpikir lebih kreatif

Setiap mendengarkan musik yang baru, otak kita membentuk struktur kecil baru berdasarkan rangkaian nada yang didengar. Proses tersebut juga membantu kira membentuk cara berpikir yang baru.

Fakta menarik lainnya adalah jika kita rajin mengikuti tren musik atau mendengarkan musik yang baru dapat meningkatkan kreativitas.

Memang banyak orang, terutama yang sudah tak muda lagi, lebih suka mendengarkan lagu-lagu dari masa mudanya dibanding lagu-lagu baru yang sedang tren. Lagu-lagu baru ini mungkin tidak terlalu enak didengar karena otak kita tidak terbiasa dengan rangkaian nada tersebut, tetapi rutin mendengarkan musik baru justru dapat mendorong otak untuk memahami hal baru.

3. Membantu mempelajari bahasa baru

Rangkaian nada dari musik menimbulkan respon yang mirip dengan bahasa. Baik nada maupun bahasa disimpan pada struktur otak yang berkaitan dengan proses motivasi, reward, dan emosi.

Mempelajari bahasa dari lirik lagu tertentu yang menggunakan bahasa lain selain bahasa ibu kita akan membuat otak lebih cepat mengingat dan memprediksi struktur kalimat dan bahasa yang digunakan di lagu tersebut. Dengan cara tersebut, bahasa diproses dan diingat bersamaan dengan nada pada bagian otak besar dan amygdalla, bukan di lobus frontal yang digunakan untuk menghafal atau mengingat.

4. Memicu distraksi

Distraksi terjadi pada saat otak tidak merespons suatu stimulus secara normal. Hal tersebut tentu bermanfaat jika kita ingin menghindari stimulus yang membuat kita berhenti beraktivitas, contohnya saat kita sedang berolahraga.

Saat berolahraga, stimulus yang paling sering muncul adalah rasa lelah yang dikirimkan tubuh kepada otak yang memberi perintah untuk berhenti dan beristirahat. Dengan mendengarkan musik, otak akan lebih banyak memproses suara yang diterima, dibandingkan fokus pada rasa lelah. Tetapi cara ini mungkin hanya efektif untuk aktivitas olahraga ringan dengan gerakan berulang, serta tidak menimbulkan rasa nyeri.

Untuk menghasilkan efek distraksi yang efektif, dengarkan jenis musik yang membuat Anda termotivasi. Pilihlah musik dengan tempo sedang namun tidak terlalu cepat dan tidak terlalu berisik dengan intensitas sekitar 145 bpm. Tempo musik sedang lebih mudah disesuaikan dengan gelombang otak, karena otak tetap dapat memproses informasi dari suara. Sedangkan jika terlalu cepat dan terlalu berisik, otak tidak dapat memproses informasi dan tidak akan membuat otak lebih termotivasi.

5. Membantu mengingat

Musik dapat memicu kerja otak dalam menggali suatu informasi yang diingat oleh seseorang. Masih belum diketahui bagaimana sebenarnya mekanisme tersebut terjadi, namun terdapat teori bahwa hal tersebut mirip dengan fenomena sinestesia di mana otak seseorang memunculkan persepsi berupa gambar dan emosi saat mendengar suatu musik atau lagu.

Berdasarkan hasil beberapa studi, para peneliti juga sepakat bahwa rangkaian nada dapat membantu pasien dengan gangguan demensia ataupan trauma otak untuk mengingat lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Meski bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh manusia. Apa saja manfaat garam bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Apa yang terjadi pada tubuh saat jam tidur kita mundur 3 jam, atau waktu tidur berkurang 2 jam, atau jika kita mendadak menambahkan tidur siang 2 jam?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Tanda Anda Sebentar Lagi Mau Haid

Tidak semua perempuan mengalami nyeri haid dan gejala PMS setiap bulan. Maka, kenali tanda-tanda menstruasi Anda sebentar lagi mau datang.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ganglion

Kista Ganglion

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
telapak kaki datar flat feet

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
kloning manusia

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit