Body Lotion Bikin Bulu Tangan dan Kaki Menjadi Lebat, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagai produk perawatan kulit yang amat populer, fungsi utama dari body lotion adalah memberikan kelembapan bagi kulit dan menjaganya agar tidak kusam maupun kering. Di sisi lain, body lotion kabarnya juga memiliki efek samping, yakni menumbuhkan bulu tangan dan kaki dengan cepat. Benarkah demikian?

Kandungan dan cara kerja body lotion

Body lotion melembapkan kulit melalui beberapa cara. Pertama, kandungan minyak pada body lotion dapat menarik air ke permukaan kulit. Ketika dioleskan, minyak dalam body lotion akan berinteraksi dengan protein khusus yang membuat kulit terasa halus.

Kedua, body lotion mengandung bahan-bahan yang disebut zat oklusif. Zat ini bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung guna mencegah hilangnya air dari kulit. Semakin sering digunakan, zat oklusif pada body lotion akan terus menjaga kulit Anda tetap lembap.

Bahan-bahan yang termasuk dalam zat oklusif antara lain petrolatum, minyak mineral, dan dimethicone. Bahan-bahan ini juga sering digunakan dalam produk-produk pelembap kulit, baik untuk kulit wajah maupun seluruh tubuh.

Ketiga, body lotion dilengkapi dengan humektan dan emolien. Humektan adalah zat yang menarik air menuju kulit, seperti halnya minyak. Sementara emolien berfungsi untuk memperbaiki permukaan kulit yang kasar, kering, rentan iritasi, dan bersisik.

Sebagai pelengkap, body lotion ditambahkan dengan parfum, zat pengawet, dan zat pengental.

Apakah bahan pada body lotion dapat menumbuhkan bulu?

menggunakan body lotion

Anda mungkin pernah mendengar bahwa body lotion dapat mempercepat pertumbuhan bulu (rambut) tangan dan kaki. Namun, anggapan ini adalah mitos. Penggunaan body lotion sama sekali tidak ada hubungannya dengan laju pertumbuhan rambut.

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, body lotion hanya terdiri dari bahan pelembap, minyak, air, parfum, pengental, pengawet, serta pengemulsi. Bahan-bahan ini tidak memengaruhi, apalagi mempercepat tumbuhnya rambut pada tangan dan kaki.

Mengutip American Academy of Dermatology, pertumbuhan rambut pada kepala dan seluruh tubuh berawal dari folikel. Folikel adalah kantung kecil yang menjadi tempat tumbuhnya rambut sekaligus keluarnya minyak dan keringat. 

Setelah akarnya terbentuk di dalam folikel, rambut akan terus memanjang hingga keluar dari dalam folikel. Rambut pada kepala bisa terus tumbuh dan memanjang, tapi rambut pada tangan dan kaki akan berhenti tumbuh setelah mencapai panjang tertentu.

Lalu, apa yang bisa mempercepat pertumbuhan bulu?

Body lotion memang tidak dapat menumbuhkan bulu tangan dan kaki, tapi ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Gen. Jika orangtua atau saudara kandung Anda memiliki bulu badan yang lebat, besar kemungkinan Anda akan mengalami kondisi yang sama.
  • Hormon. Orang-orang dengan hormon androgen yang tinggi biasanya memiliki bulu tangan dan kaki yang lebat, suara yang dalam, jerawat berlebih, serta payudara berukuran kecil.
  • Obat-obatan. Minoxidil, danazol, dan obat-obatan mengandung steroid dapat mengganggu keseimbangan hormon sehingga memicu pertumbuhan bulu tangan dan kaki.

Body lotion sangat bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit. Kulit yang senantiasa lembap akan terlindung dari kerusakan, infeksi, maupun masalah kulit lainnya. Ini sebabnya penggunaan body lotion sangat disarankan dalam rangkaian perawatan kulit.

Anda pun tak perlu cemas akan mitos bahwa body lotion dapat menumbuhkan bulu tangan dan kaki. Selama tidak ada reaksi alergi maupun iritasi, body lotion adalah produk dengan manfaat yang amat besar bagi kesehatan kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Supaya Tetap Sehat, Baiknya Potong Rambut Sering-Sering Atau Jarang?

Memotong rambut termasuk salah satu aktivitas rutin. Namun, sebenarnya mana yang lebih sehat, sih? Potong rambut sering-sering atau justru jarang-jarang?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/10/2018 . Waktu baca 4 menit

Obat Kulit Krim, Lotion, dan Salep: Mana yang Paling Manjur?

Dokter spesialis kulit mungkin memberikan obat kulit dalam bentuk krim, lotion, atau salep. Tapi apa beda ketiganya, apakah ada yang lebih ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Hidup Sehat, Kecantikan 21/07/2018 . Waktu baca 3 menit

5 Bahan Kimia Berbahaya Pada Body Lotion yang Harus Dihindari

Saat membeli body lotion, pernahkah Anda memerhatikan bahan-bahan kimia yang tercantum pada kemasan? Hindari kandungan body lotion berbahaya ini, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Kecantikan 02/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Menguak Efektivitas Suplemen Biotin untuk Mengurangi Rambut Rontok

Manfaat biotin untuk rambut khususnya dipercaya dapat menguatkan dan menebalkan rambut serta mengurangi rambut rontok. Apa benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/03/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Minyak Peppermint untuk Rambut yang Lebih Lebat dan Indah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020 . Waktu baca 4 menit
Manfaat memakai hand cream

Memakai Hand Cream Setiap Hari, Kunci Kulit Tangan Sehat dan Lembut

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit
obat topikal

Mengenal Beragam Jenis Obat Topikal (Obat Oles) dan Beda Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/12/2019 . Waktu baca 4 menit
pakai body lotion

Bolehkah Pakai Body Lotion untuk Melembapkan Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2018 . Waktu baca 3 menit