Kenapa Ukuran Otak Setiap Manusia Berbeda-beda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu berapa ukuran otak Anda? Ada yang menyebutkan bahwa seseorang dengan volume otak yang lebih besar sudah pasti cerdas. Lantas, hal apa sebenarnya yang mempengaruhi ukuran otak manusia? Berikut ulasannya.

Fakta mengenai ukuran otak yang perlu Anda tahu

Otak manusia memang berbeda-beda. Otak pada pria ukurannya lebih besar dibandingkan wanita. Otak manusia memiliki berat rata-rata 2,7 kilogram atau 1.200 gram, yaitu sekitar 2 persen dari berat tubuh Anda. Laki-laki memiliki sekitar 100 g lebih besar dari wanita setelah memperhitungkan perbedaan total berat badan. Lalu, hal apa yang mempengaruhi ukuran otak manusia? Ini jawabannya.

1. Tempat tinggal

Lokasi tempat tinggal manusia di muka bumi ini bisa mempengaruhi ukuran otak. Jika tinggal semakin jauh dari garis kathulistiwa, ukuran otaknya akan semakin besar karena harus beradaptasi dengan kondisi yang kurang cahaya, terutama bagian otak yang mengatur kemampuan visual.

Demikian juga dengan manusia yang tinggal dekat dengan khatulistiwa, matahari yang bersinar sepanjang tahun memberikan pencahayaan yang cukup sehingga ukuran otaknya cenderung tidak membesar. Rata-rata ukuran tengkorak manusia tropis lebih kecil dibandingkan manusia kutub.

Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ukuran otak tidak selalu berhubungan dengan tingkat kecerdasan. Kadang-kadang otak yang ukurannya lebih kecil bisa bekerja dengan lebih efisien sehingga kecerdasannya justru lebih tinggi.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan Eiluned Pearce dari Universitas Oxford, perbedaan ukuran otak dan tulang tengkorak paling menonjol pada bagian lubang mata (eye socket). Hal ini menguatkan dugaan bahwa faktor pencahayaan paling mempengaruhi perbedaan ukuran otak.

Menurut Pearce, semakin jauh dari khatulistiwa, cahaya semakin sedikit sehingga manusia berevolusi dengan membentuk mata yang lebih besar. Mata yang lebih besar berarti lebih banyak informasi visual yang diterima, maka otak juga ikut membesar agar bisa memproses informasi yang lebih banyak.

Pearce menyimpulkan hal itu setelah mengamati 55 tengkorak kuno dari berbagai periode dan lokasi pemakaman di seluruh dunia. Dari hasil pengukuran tulang tengkorak dan lubang mata, ia mendapati bahwa orang-orang Skandinavia memiliki ukuran otak paling besar.

Orang-orang yang hidup di daerah tropis rata-rata memiliki ukuran otak yang kecil, yakni sekitar 22 mililiter. Ukuran ini sedikit lebih kecil dibandingkan dengan ukuran rata-rata orang Inggris yang hidup di iklim dingin, yakni 26 mililiter.

2. Gen spesifik

Menurut para ilmuwan, ukuran otak seseorang dipengaruhi oleh suatu gen spesifik. Penelitian ini dilakukan oleh tim kedokteran dari Universitas California Los Angeles, menurut ketua tim penelitian Paul Thompson, penelitian ini menemukan bukti adanya komponen gen yang mempengaruhi otak.

Data penelitian ini diperoleh dari sampel scan otak dan data genetik milik 21.151 orang di seluruh dunia. Para peneliti menemukan adanya kaitan gen yang spesifik untuk variasi ukuran otak, yang mengalami penyusutan secara alami terkait dengan bertambahnya usia.

Penurunan volume otak biasanya menandakan adanya gangguan kesehatan seperti penyakit alzheimer, depresi, dan skizofrenia. Hal ini diungkapkan oleh para ilmuwan dalam journal Nature Genetic.

Sebagai contoh, hippocampus adalah bagian otak yang terkait dengan pembentukan memori dan organisasi kerja otak. Sekuens gen rs7294919 pada kromosom 12, terkait dengan variasi volume hipokampus ini. Orang dengan varian genetik tertentu pada wilayah itu, yang disebut T-alel, memiliki volume hipokampus yang lebih kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Pernahkah Anda terbayang seperti apa rasanya koma? Anda juga mungkin penasaran, sebenarnya pasien koma masih sadar tidak? Yuk, cari tahu lebih jauh di sini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf, Health Centers 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Diet Rendah Karbohidrat Bisa Memperlambat Penuaan pada Otak

Selain mengontrol kadar gula darah, ternyata diet rendah karbohidrat juga dapat bantu mencegah penuaan dini pada otak. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab sulit mengingat

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit