Obat tidur merupakan obat yang dirancang untuk membantu Anda tertidur, terutama bagi Anda yang sedang mengalami insomnia dan berada dalam masa perawatan. Penggunaan obat tidur ada yang memakai resep dokter dan ada juga yang dijual bebas di pasaran. Dalam penggunaannya, Anda perlu berhati-hati karena jika digunakan secara sembarangan, obat tidur bisa berakibat serius pada tubuh dan kesehatan. Tak hanya itu, Anda akan mengalami kondisi ketergantungan obat tidur yang akan menyulitkan Anda tertidur tanpa mengonsumsinya terlebih dahulu.

Mungkinkah seseorang ketergantungan obat tidur?

Obat tidur biasanya digunakan bagi orang yang memiliki kasus insomnia, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam kasus insomnia jangka pendek, dokter biasanya akan meresepkan obat tidur selama beberapa minggu. Namun, setelah penggunaan rutin dalam jangka waktu yang lebih lama, obat tidur yang Anda gunakan mungkin tidak lagi mampu membuat Anda tertidur. Hal ini dikarenakan tubuh mulai resisten atau kebal terhadap obat tersebut sehingga Anda membutuhkan dosis yang lebih tinggi lagi.

Meskipun bahaya penggunaan obat tidur jangka panjang belum dipelajari, dr. Carl Bazil dari Columbia University mengatakan bahwa bahaya terbesar dari penggunaannya ialah dapat menimbulkan ketergantungan.

Mengonsumsi obat tidur secara rutin bisa mengakibatkan Anda ketergantungan secara fisik dan psikis. Ketergantungan obat tidur secara psikis ditandai dengan rasa cemas yang timbul ketika Anda berpikir untuk tidak mengonsumsinya. Otak Anda berpikir keras bahwa tanpa obat tidur, Anda merasa akan kesulitan tidur. Padahal hal tersebut belum terjadi dan baru Anda pikirkan.

Sedangkan ketergantungan secara fisik bisa dilihat ketika tubuh Anda yang sudah terbiasa dengan obat tidur dan ketika Anda secara mendadak menghentikannya, kondisi tubuh akan menjadi tidak karuan dan bahkan mengalami kesulitan berlebih untuk beristirahat dengan baik.

Apa akibatnya jika sudah ketergantungan obat tidur?

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh badan penyalahgunaan zat dan administrasi pelayanan kesehatan mental Amerika, jumlah kunjungan ruang gawat darurat yang melibatkan overdosis zolpidem – bahan aktif dalam beberapa resep obat tidur – hampir dua kali lipat antara tahun 2005 dan 2010. Angka ini meningkat dari 21.824 kunjungan dalam periode dua tahun menjadi 42.274 dan dua pertiganya merupakan perempuan.

Obat tidur memang dapat memperbaiki pola tidur Anda dengan cepat. Namun, hal ini hanya sementara dan bukan solusi jangka panjang untuk masalah tidur secara umum. Wanita berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan pria dalam penggunaan obat tidur. Hal ini dikarenakan wanita cenderung memproses obat tidur lebih lambat dibandingkan dengan pria.

Pada Januari 2013, Food and Drugs Administration (setara dengan Badan POM di Amerika Serikat) menurunkan dosis yang dianjurkan untuk wanita dari 10 mg menjadi 5 mg. Tetapi beberapa dokter masih meresepkan wanita lebih dari itu dan bila dosisnya terlalu tinggi, efeknya pada tubuh akan semakin kuat.

Daniel F. Kripke, MD, dari Viterbi Family Sleep Center di Scripps Health di San Diego menyatakan bahwa obat tidur berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan kematian dengan berkontribusi pada penyakit kanker, jantung dan penyakit lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh Kripke ialah penelitian pertama  yang menunjukkan bahwa delapan dari obat hipnotik yang paling umum digunakan dikaitkan dengan peningkatan bahaya kematian dan kanker, termasuk zolpidem (dikenal dengan nama merek Ambien) dan temazepam (juga dikenal sebagai Restoril).

Robert D. Langer , MD, MPH, dari Jackson Hole Center for Preventive Medicine di Jackson, Wyoming menyatakan di antara pasien yang ditelitinya yang berusia 18 tahun ke atas yang diberi resep satu sampai 18 obat tidur per tahun, risiko kematiannya 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang tidak menerima pengobatan. Langer juga menemukan peningkatan risiko kematian pada semua kelompok usia.

Bagaimana cara mencegah ketergantungan obat tidur?

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah kecanduan obat tidur. Bagi orang-orang yang ingin mengatasi ketergantungan obat tidur, tindakan terbaik adalah mencari bantuan dari profesional sebelum menyebabkan kerusakan fisik atau mental yang parah.

Langkah pertama untuk mengatasi ketergantungan obat tidur ialah dengan melepaskan diri dari pengobatan. Hal ini harus dilakukan perlahan-lahan dan di bawah bimbingan dokter untuk mengurangi gejala yang menyakitkan dan berpotensi fatal jika diberhentikan secara mendadak. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bisa sangat berguna untuk mempelajari cara berpikir baru tentang penggunaan obat tersebut dan sebagai cara baru untuk mengatasi insomnia.

Banyak ahli menyarankan untuk mengurangi dosis obat tidur selama beberapa minggu sampai beberapa bulan sebelum menghentikan obat sepenuhnya. Selama masa ini, Anda harus mencari bantuan pemulihan melalui kelompok dukungan konseling untuk mendorong kemajuan Anda dan menghindari kekambuhan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca