3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Biasanya hal ini disebabkan oleh adanya penyumbatan di arteri koroner, yakni pembuluh darah yang membawa darah tinggi oksigen yang mengaliri otot-otot jantung. Jika dibiarkan, kondisi bisa mengancam nyawa. Meskipun sekilas terlihat sama, dalam dunia medis serangan jantung dibagi menjadi tiga jenis. Penyebabnya pun berbeda-beda. Berikut adalah tiga jenis serangan jantung yang perlu diwaspadai.

1. ST segment elevation myocardial infarction (STEMI)

STEMI merupakan jenis serangan jantung yang paling sering terjadi. Kondisi ini tergolong parah dan butuh perawatan segera. Serangan jantung ini disebabkan arteri koroner yang tersumbat sepenuhnya sehingga darah tidak masuk ke jantung. Akibatnya, sebagian besar otot jantung tidak menerima pasokan darah hingga akhirnya berhenti berfungsi.

Gejala STEMI

Gejala paling utama dan umum dari STEMI yaitu nyeri dan sesak di tengah dada. Selain itu, beberapa orang yang mengalami STEMI juga merasakan sakit di satu atau kedua sisi lengan, punggung, leher, dan juga rahang. Gejala lainnya yang ditimbulkan dari jenis serangan jantung ini adalah:

  • Mual
  • Sesak napas
  • Gelisah
  • Kepala terasa ringan (kliyengan)
  • Muncul keringat dingin

2. Non-ST segment elevation myocardial infarction (NSTEMI)

Berbeda dengan STEMI, NSTEMI merupakan jenis serangan jantung yang ditandai dengan penyumbatan sebagian pada arteri koroner. Akibatnya, aliran darah ke jantung sangat terbatas. Meskipun tingkatannya berada di bawah STEMI, jenis serangan jantung yang satu ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.

Gejala NSTEMI

Berikut adalah berbagai gejala yang biasanya muncul saat Anda terkena NSTEMI.

  • Sesak napas
  • Rasa sakit di dada
  • Rasa sakit di rahang, leher, punggung, hingga perut
  • Pusing
  • Mual
  • Keringat berlebih

Mungkin sekilas gejala STEMI dan NSTEMI terlihat sama. Namun, untuk membedakan apakah Anda menderita serangan jantung STEMI atau NSTEMI dapat dilihat berdasarkan hasil ekokardiografi (EKG) atau rekam jantung Anda serta pemeriksaan marker jantung. STEMI dan NSTEMI lebih dikenal sebagai istilah sindrom koroner akut.

3. Coronary Artery Spasm (CAS)

Coronary artery spasm atau disebut juga dengan kejang arteri koroner merupakan jenis serangan jantung tanpa adanya penyumbatan di arteri. Kondisi ini terjadi ketika salah satu arteri jantung mengalami kejang sehingga aliran darah ke jantung berkurang drastis, bahkan terhenti sementara.

CAS ini juga lebih dikenal sebagai angina pektoris (angin duduk) tidak stabil. Biasanya saat pemeriksaan rekam jantung didapatkan hasil yang normal dan tidak ada peningkatan marker jantung.

Gejala coronary artery spasm

Berikut adalah gejala-gejala yang muncul saat Anda mengalami serangan jantung jenis CAS, yaitu:

  • Nyeri dada (angina) yang terjadi saat istirahat, berlangsung dari 5-30 menit sekali, dan terjadi di malam atau pagi hari.
  • Rasa sakit di dada sebelah kiri.
  • Rasa sesak pada dada.

Biasanya kondisi ini hanya dapat dideteksi dengan menggunakan sinar-X dan tes darah. Serangan jantung yang satu ini tidak menimbulkan kerusakan permanen dan tergolong ringan jika dibandingkan dengan jenis serangan jantung STEMI dan NSTEMI. Namun, mengalami kejang pada arteri koroner dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung yang lebih berat.

Pilihan pengobatan untuk serangan jantung

tanda-tanda penyakit jantung

Apa pun penyebabnya, ketiga jenis serangan jantung ini membutuhkan perawatan segera. Jangan menunda untuk membawa orang terkasih ke rumah sakit saat ia mengalami gejala serangan jantung. Apalagi hingga tidak sadarkan diri.

Nantinya, pengobatan akan disesuaikan dengan jenis serangan jantung yang dialami. Umumnya, sebelum menentukan jenis dan tingkat keparahan serangan jantung, dokter akan memberikan serangkaian obat awal seperti:

  • Aspirin untuk mengurangi penggumpalan darah.
  • Terapi oksigen.
  • Nitrogliserin untuk melancarkan aliran darah.

Setelahnya, dokter akan melakukan rekam jantung dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis serangan jantung mana yang Anda alami. Jika jenis serangan jantung telah terdeteksi, dokter akan memberikan berbagai pengobatan yang sesuai dengan hasil diagnosis. Serangan jantung yang belum terlalu parah biasanya diobati dengan:

  • Clot busters atau obat trombolitik yang membantu menghancurkan gumpalan darah yang menyumbat arteri.
  • Antikoagulan atau pengencer darah untuk membantu mencegah penggumpalan darah.
  • Obat tekanan darah seperti ACE inhibitor yang membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung.
  • Statin yang membantu menurunkan kolesterol buruk di dalam tubuh.
  • Beta-blocker yang membantu mengurangi beban kerja jantung dan nyeri dada.

Selain itu, untuk mengatasi serangan jantung yang lebih parah dokter mungkin akan menganjurkan operasi. Yang paling penting, jangan pernah menunda untuk segera membawa orang terdekat ke rumah sakit saat muncul gejala serangan jantung.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca