home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Habbatussauda untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi

Manfaat Habbatussauda untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi

Habbatussauda telah dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki berbagai manfaat kesehatan yang sangat penting, salah satunya yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Manfaat Habbatussauda untuk daya tahan tubuh

Habbatussauda (Jinten Hitam) atau Nigella Sativa merupakan tanaman herbal berbentuk biji-bijian yang berasal dari bunga adas. Tanaman satu ini telah digunakan selama ribuan tahun lamanya sebagai pengobatan herbal karena khasiatnya yang baik untuk tubuh.

Melansir Madridge Journal of Case Reports and Studies, salah satu manfaat Habbatussauda yang sudah diketahui yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Tak sedikit penelitian telah membuktikan bahwa Habbatussauda menghasilkan sel yang dapat membunuh virus beberapa jenis penyakit. Ini membuktikan, Habbatussauda memiliki kemampuan untuk memerangi suatu penyakit dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh seseorang.

Habbatussauda memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung salah satu komponen utama bernama polisakarida. Kandungan ini merupakan sumber serat makanan yang baik bagi tubuh. Menurut penelitian, serat, yang salah satunya terkandung dalam polisakarida, dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, di dalam Habbatussauda terdapat kandungan Thymoquinone (TQ) sebagai komponen utama. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa TQ memiliki potensi antioksidan yang tinggi, dan bersifat anti-inflamasi atau anti radang sehingga dapat mempengaruhi daya tahan tubuh. Selain itu, TQ juga memiliki sifat antihipertensi, antidiabetes, antibakteri dan anti kanker.

Habbatussauda juga kaya akan asam lemak esensial, seperti asam linoleat, yang tidak dapat diproduksi tubuh dan perlu didapatkan dari makanan. Salah satu penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrients tahun 2019 menunjukkan bahwa kandungan asam lemak ini turut berkontribusi untuk meningkatkan sistem imun.

Keuntungan mengonsumsi Habbatussauda di masa pandemi

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Elsevier Public Health Emergency Collection, mengungkapkan keterkaitan antara Habbatussauda dan manfaatnya untuk imunitas terhadap COVID-19.

Thymoquinone, bahan paling aktif secara farmakologis dalam Habbatussauda yang menunjukkan potensi herbal satu ini dalam mengobati berbagai macam gangguan pernapasan.

Salah satu gejala utama pada pasien COVID-19 adalah radang paru-paru yang mempengaruhi daya tahan tubuh pasien. Mengonsumsi Habbatussauda berpotensi bisa memodulasi imun sehingga dapat menghentikan peradangan, dan menghambat penyebaran COVID-19 dalam tubuh pasien.

Memilih Habbatussauda dengan kombinasi herbal yang tepat

Di zaman yang serba praktis sekarang, Habbatussauda telah tersedia dalam beberapa sediaan, salah satunya dalam bentuk cair sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

Habbatussauda juga telah banyak dikombinasikan dengan herbal lain seperti Meniran dan Jahe. Kombinasi herbal-herbal tersebut tentunya akan memberikan khasiat yang lebih optimal untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

Sama seperti Habbatussauda, Meniran memiliki manfaat imunomodulator yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, antivirus, antibakteri, diuretik (mengurangi penumpukan cairan pada tubuh), antihiperglikemia (menjaga gula darah tetap stabil) dan hepatoprotektor (melindungi hati dari racun).

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tanaman Meniran telah digunakan di banyak negara tropis untuk pengobatan tradisional yang dapat mengatasi penyakit batu ginjal, penyakit hati kronis, diabetes, dan infeksi virus.

Sementara itu, jahe sebaiknya juga menjadi salah satu pilihan herbal untuk dikonsumsi sehari-hari.

Pasalnya, jahe bersifat antioksidan dan imunostimulan, yang berarti dapat menstimulasi sistem imun agar tetap stabil atau meningkat. Jahe pun berguna untuk mengobati dan mencegah masuk angin, dan juga memberikan rasa hangat bagi tubuh.

Sayangnya, di tengah pandemi yang kasusnya terus meningkat seperti saat ini, mobilitas harian Anda menjadi terbatas. Akibatnya, akan sulit untuk mendapatkan bahan-bahan herbal tersebut.

Tak perlu cemas, kini Anda dapat mengonsumsi kombinasi Habbatussauda, Meniran, dan Jahe yang berkualitas dengan sangat praktis dalam bentuk sediaan cair.

Produk herbal dengan ketiga kombinasi di atas telah dijual dengan bebas, seperti di Apotek, warung, minimarket, supermarket, dan juga di online store.

Perlu diingat bahwa meski sudah memenuhi asupan nutrisi yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan bahan herbal berkhasiat, Anda tetap perlu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, Anda akan membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di sekitar kita.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hossain, A., & Saifullah, K. (2019). The Effects of Nigella Sativa on the Immune Disorders. Retrieved 12 July 2021, from https://www.researchgate.net/publication/332900692_The_Effects_of_Nigella_Sativa_on_the_Immune_Disorders.

Dietary Fibers supporting Gut and Immune Function – From polysaccharide compound to health claim. Cordis.europa.eu. (2017). Retrieved 12 July 2021, from https://cordis.europa.eu/article/id/150431-dietary-fibres-to-boost-the-immune-system.

Radzikowska, U., Rinaldi, A., Çelebi Sözener, Z., Karaguzel, D., Wojcik, M., & Cypryk, K. et al. (2019). The Influence of Dietary Fatty Acids on Immune Responses. Nutrients11(12), 2990. https://doi.org/10.3390/nu11122990

Kulyar, M., Li, R., Mehmood, K., Waqas, M., Li, K., & Li, J. (2021). Potential influence of Nagella sativa (Black cumin) in reinforcing immune system: A hope to decelerate the COVID-19 pandemic. Phytomedicine85, 153277. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2020.153277

Tjandrawinata, R., Susanto, L., & Nofiarny, D. (2017). The use of Phyllanthus niruri L. as an immunomodulator for the treatment of infectious diseases in clinical settings. Asian Pacific Journal Of Tropical Disease7(3), 132-140. https://doi.org/10.12980/apjtd.7.2017d6-287

Mashhadi, N., Ghiasvand, R., Askari, G., Hariri, M., Darvishi, L., & Mofid, M. (2013). Anti-Oxidative and Anti-Inflammatory Effects of Ginger in Health and Physical Activity: Review of Current Evidence. International Journal Of Preventive Medicine. Retrieved 12 July 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3665023/.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nadhila Erin Diperbarui 19/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team