Mengenal Hypodontia, Kelainan Genetik Saat Sejumlah Gigi Tak Tumbuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hypodontia adalah kelainan genetik pada gigi ketika terdapat satu atau lebih gigi yang tidak tumbuh sama sekali. Tingkat keparahan hypodontia berbeda pada tiap orang dan ditentukan berdasarkan jumlah gigi yang hilang. Tanpa penanganan, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan makan, mengunyah, hingga berbicara.

Ciri-ciri dan penyebab hypodontia

membersihkan karang gigi

Pada kondisi normal, seluruh gigi susu seharusnya lengkap sejak anak berusia 3 tahun. Gigi susu kemudian digantikan oleh gigi tetap saat anak berusia 12-14 tahun. Gigi geraham belakang lalu menyusul tumbuh untuk melengkapi seluruh set gigi.

Namun, orang-orang dengan hypodontia tidak mengalami pertumbuhan gigi secara lengkap.

Pertumbuhan bisa terhenti pada gigi susu, tapi kebanyakan kasus hypodontia biasanya terjadi pada gigi tetap sehingga dampaknya bersifat permanen.

Hypodontia adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan genetik dan ada lebih dari 10 gen yang berperan dalam memunculkan kondisi ini.

Melansir laman National Organization for Rare Disorders, gen yang paling berperan adalah gen WNT10A.

Jika kedua orangtua memiliki gen WNT10A, anak yang terlahir berisiko tinggi mewarisi gen yang sama.

Gen ini membawa kelainan genetik yang disebut displasia ektodermal. Gejalanya yakni hypodontia, rambut kering, kelainan bentuk lidah, serta hiperhidrosis (keringat berlebihan).

Pada beberapa kasus, hypodontia juga dapat terjadi bersamaan dengan bibir sumbing. Akan tetapi, kasus hypodontia seperti ini biasanya disebabkan oleh mutasi gen lain seperti MSX1, IRF6, dan LRP6.

Mencegah dan mengatasi hypodontia

cara meratakan gigi

Hypodontia adalah kelainan genetik yang tidak dapat dicegah. Terkadang, hypodontia bahkan bisa terjadi tanpa penyebab yang pasti. Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kelainan ini.

Sebelum memberikan penanganan, dokter perlu memastikan kondisi Anda terlebih dahulu menggunakan sinar-X.

Dokter juga akan mencermati tanda lain seperti adanya jarak renggang antargigi, bentuk geraham yang tidak normal, gigi berukuran kecil dan lancip, dan sebagainya.

Setelah itu, barulah dokter dapat memberikan tindakan selanjutnya.

Penanganan terhadap hypodontia bertujuan untuk memperbaiki penampilan Anda dan memulihkan kemampuan makan, mengunyah, maupun berbicara yang sempat terganggu.

Berikut adalah beberapa penanganan yang umum dilakukan terhadap penderita hypodontia:

1. Pemasangan kawat gigi

Pemasangan kawat gigi bertujuan untuk mengembalikan posisi gigi yang renggang sehingga Anda tidak perlu menggunakan gigi palsu. Jarak antargigi yang awalnya lebar lambat laun akan mengecil seperti gigi pada umumnya.

2. Mengatur ulang bentuk gigi

Metode ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk gigi yang berukuran kecil atau berujung runcing. Dokter akan mengisi gigi tersebut dengan bahan khusus yang memiliki warna menyerupai gigi. Dengan begitu, gigi tampak memiliki ukuran dan warna yang normal.

3. Menggunakan gigi palsu

Ini adalah metode yang cukup sering digunakan untuk mengatasi hyperdontia. Gigi palsu dapat digunakan dengan tiga cara, yakni sebagai berikut:

  • Denture: Pemasangan gigi palsu yang bisa dilepas-pasang.
  • Dental bridge: Pemasangan gigi palsu di antara gigi alami. Gigi-gigi ini direkatkan menggunakan lem khusus.
  • Dental implant: Pemasangan implan gigi langsung ke tulang rahang.

Hyperdontia adalah kelainan gigi yang berpengaruh besar terhadap kemampuan makan dan berbicara. Kendati tak dapat dicegah, Anda dapat mengatasinya melalui sejumlah prosedur medis.

Penanganan sedini mungkin akan sangat membantu proses perbaikan gigi. Oleh sebab itu, segeralah berkonsultasi pada dokter apabila Anda merasa memiliki tanda-tanda dari kelainan ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Jangan biarkan gigi ngilu menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Atasi gigi ngilu dengan berbagai obat medis dan ala rumahan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Pulpotomi merupakan salah satu prosedur operasi gigi yang biasanya dilakukan pada anak-anak. Apa itu pulpotomi dan penyebab prosedur ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gigi Goyang

Gigi goyang adalah masalah gigi yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah gigi goyang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

permen karet xylitol

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
merawat gigi lansia

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit gigi bungsu; gigi bungsu sakit

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cabut gigi

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit