backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Air Liur Tiba-Tiba Menjadi Kental, Apa Sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 22/05/2023

Air Liur Tiba-Tiba Menjadi Kental, Apa Sebabnya?

Air liur kental sering kali disepelekan oleh banyak orang karena dianggap sesuatu yang normal terjadi. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu dalam diri Anda.

Kira-kira, apa saja yang menjadi penyebabnya?

Penyebab air liur kental

Umumnya, kentalnya air liur alias saliva terjadi akibat dehidrasi. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa muncul sebagai gejala penyakit seperti Lou Gehrig (ALS) hingga kanker.

Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab air liur kental.

1. Mulut kering (xerostomia)

Mulut kering biasanya terjadi karena terganggunya proses produksi air liur. Akibatnya, air liur pun menjadi lebih kental dari biasanya.

Beberapa faktor yang menyebabkan mulut kering antara lain:

  • dehidrasi, 
  • kebiasaan merokok, 
  • minum alkohol secara berlebihan, hingga 
  • efek konsumsi obat-obatan tertentu

2. Gangguan kelenjar ludah

tumor kelenjar ludah

Sejumlah penyakit seperti kanker kelenjar ludah dan sindrom Sjogren bisa mengakibatkan gangguan fungsi kelenjar ludah. Kedua masalah kesehatan ini membuat saluran air liur menjadi terhambat.

Akibatnya, proses pendistribusian air liur tidak berjalan dengan semestinya. Selain membuat saliva mengental, gangguan pada kelenjar ludah juga menyebabkan mulut kering.

3. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat kerap membuat penderitanya bernapas melalui mulut. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan mulut kering dan mengentalnya air liur.

Apalagi, saat hidung tersumbat, tubuh memproduksi lendir lebih banyak dari biasanya. Produksi lendir yang berlebihan itu dapat membuar air liur terasa mengental di tenggorokan.

4. Fibrosis kistik

Fibrosis kistik merupakan kondisi genetik yang membuat air liur menjadi kental dan lengket. Tak hanya air liur, kondisi ini juga memengaruhi keringat, lendir, dan enzim pencernaan.

Jika tidak segera ditangani, fibrosis kistik bisa mengakibatkan komplikasi serius. Kekentalan cairan tubuh pengidapnya dapat menyumbat saluran pencernaan dan pernapasan.

5. Kehamilan

Selama masa kehamilan, tubuh akan mengalami perubahan hormon. Perubahan hormon yang terjadi dapat menjadi penyebab air liur tampak kental.

Namun, Anda juga dapat mengalami kondisi yang berkebalikan. Pada beberapa wanita hamil, perubahan hormon malah menyebabkan sialorrhea atau produksi air liur yang berlebihan.

6. Efek terapi radiasi

Air liur kental dapat muncul sebagai efek radioterapi

Dilansir dari laman American Cancer Society, air liur yang kental bisa muncul sebagai efek terapi radiasi pada leher atau kepala. Ini terjadi karena paparan radiasi dapat mengiritasi kelenjar ludah.

Saat kelenjar air teriritasi, produksi air liur akan terganggu. Akibatnya, mulut menjadi kering dan tekstur air ludah menjadi kental serta lengket.

7. Efek obat

Beberapa obat memiliki efek samping yang membuat mulut kering. Mulut yang kering kemudian membuat tekstur air liur jadi mengental.

Berikut sejumlah obat yang dapat menjadi penyebab air liur kental.

  • Dekongestan.
  • Antihistamin.
  • Obat depresi dan kecemasan.
  • Pengontrol tekanan darah.
  • Pereda nyeri.
  • Relaksan otot.
  • Obat kemoterapi.

Daftar di atas mungkin belum menggambarkan penyebab air liur kental secara keseluruhan. Untuk mencari tahu kondisi yang mendasarinya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Cara mengatasi air liur kental

Cara mengatasi kondisi ini harus disesuaikan dengan penyebabnya. Sebagai contoh, jika masalahnya muncul sebagai efek samping obat, Anda bisa meminta alternatif obat lain ke dokter.

Secara umum, berikut tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi air liur kental.

  • Menjaga kesehatan mulut dengan sikat gigi dua kali, flossing, serta berkumur memakai obat kumur antiseptik non-alkohol.
  • Minum air putih setidaknya 8 hingga 10 gelas per hari.
  • Meminta dokter mengubah metode pengobatan yang mengakibatkan mulut kering.
  • Menghindari rokok, kafein, minuman bersoda, makanan pedas, dan alkohol.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula untuk merangsang produksi air liur.
  • Mengemut es batu.
  • Menggunakan humidifier ketika Anda tidur.
  • Membatasi asupan gula dan garam agar tidak berlebihan.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman asam karena dapat meningkatkan produksi air liur.

Jika kondisi Anda tak kunjung menunjukkan perubahan, segera konsultasi ke dokter. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sedini mungkin sesuai kondisi yang menyebabkannya.

Serba-serbi air liur kental

  • Penyebab utamanya yaitu masalah pada produksi air liur atau mulut kering.
  • Dapat menandakan fibrosis kistik, kanker, hingga sindrom Sjogren.
  • Bisa disebabkan oleh efek obat antihistamin, dekongestan, pengontrol tekanan darah, kemoterapi, hingga terapi radiasi.
  • Cara mengatasinya harus sesuai dengan penyebabnya. Segera periksakan diri ke dokter jika kondisi ini berlanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 22/05/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan