Selamat siang dok, mau bertanya anak saya usia 2.5 tahun

Selamat siang dok, mau bertanya anak saya usia 2.5 tahun kalau mendengar bunyi yang keras seperti suara sound horeg, gerenda las anak saya kok ketakutan nya berlebih ya dok.. apakah itu berarti ada masalah pada tumbuh kembangnya ? Padahal dulu juga hampir sering untuk mendengar bunyi tersebut tetapi kalau sudah agak lama dia agak berani tidak seperti di awal takutnya apa bisa di sebut dengan autis ya dok ? Terimakasih

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
2
3

3 komentar

Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya


Usia 2,5 tahun adalah usia toddler dimana anak akan banyak berksplorasi dengan lingkungan sekitar sehingga nampak begitu aktif anaknya. Anak sudah bisa tantrum ketika ada hal atau kemampuan yang belum sampai, anak belajar regulasi emosi, suara bising yang tidak nyaman anak semakin sadar dan bisa mengungkapkan dengan caranya.


Untuk autis sendiri itu memiliki tanda dan gejala seperti selalu asik mengulang satu aktivitas yang sama bisa mencapai 2-3 jam, tidak ada kontak mata, sulit diajak berkomunikasi 2 arah dan lain sebagainya.


Tanda anak aktif masih normal usia 2,5 tahun diantaranya mudah diajak komunikasi, sudha bisa merespon perintah dan diajak bernegosiasi, dan aspek tumbuh kembang lainnnya sesuai dengan milestone di usianya.


Untuk memastikan apakah kondisi anak masih dalam batas normal atau tidak perlu diperiksakan secara langsung tatap muka dengan dokter spesialis anak terdekat.


terima kasih

1 minggu yang lalu
Suka
Balas

Baik terimakasih dok..

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
Selamat siang. Takut berlebihan terhadap suara keras pada anak usia 2,5 tahun bisa masih termasuk normal dalam proses perkembangan, apalagi jika anak pernah kaget atau sering ditakut-takuti. Karena sekarang setelah agak lama dia mulai lebih berani, itu justru menunjukkan reaksinya masih bisa beradaptasi:

Hal ini belum tentu berarti autis. Autisme biasanya tidak dinilai dari takut suara saja, tetapi dari keseluruhan perkembangan seperti komunikasi, interaksi sosial, kontak mata, respons saat dipanggil, dan perilaku berulang. Jika anak bicara, bermain, dan berinteraksi cukup baik, kemungkinan besar bukan autis. Yang bisa dilakukan orang tua adalah tidak menakut-nakuti anak, ajak bicara tentang rasa takutnya, beri contoh reaksi yang tenang, dan ajarkan cara menenangkan diri. Bila ketakutan sangat berlebihan sampai disertai keringat dingin, jantung berdebar, atau anak juga tampak terlambat bicara/kurang respons terhadap suara, sebaiknya periksa ke dokter anak atau THT untuk menilai pendengaran dan tumbuh kembangnya.

1 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan