Pengaruh dimarahin dan dipukul tangannya
Hallo! Saya punya dua keponakan usia 3 tahun dan usia 1 tahun. Mereka sangat aktif, contohnya sering berantaki lemari pakaiannya, berantaki tempat pempersnya dan buat kotor kamarnya. Ibunya sering sekali marah karena hal-hal seperti itu dan terkadang saya sering dengar dan melihat langsung ibunya membentak disertai dengan memukul atau mencubit si anak (yang paling sering keponakan saya yang usia 3 thn). Akhirnya saat ini si anak lebih sering ngadu ke neneknya. Ayahnya juga mewajarkan perbuatan ibunya tersebut karena ayahnya anggap anaknya nakal. Bagaimana menurut anda mengenai kasus ini? Apakah wajar dan pantas anak tersebut mendapatkan hukuman seperti itu hanya karena memberantaki sesuatu? Terima kasih sebelumnya
























Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.
Marah merupakan respon yang muncul akibat menghadapi peristiwa yang mengesalkan, dalam hal ini menghadapi anak dalam kondisi yang sedang lelah setelah beraktivitas seharian. Munculnya emosi marah tersebut adalah hal yang wajar, tetapi jika berlebihan maka perlu untuk dikendalikan, terutama apabila merugikan diri sendiri dan orang sekitar.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan marah yaitu, melakukan relaksasi pernapasan sampai merasa tenang dan rileks, setelah tenang dapat mengajak anak berdiskusi atau bernegosiasi terkait perilakunya. Perlu diketahui bahwa perilaku anak yang demikian, merupakan bagian dari eksplorasi lingkungan karena keingintahuannya, yang berarti ia sedang bertumbuh dan berkembang. Selain itu, perilaku tersebut bisa saja sebagai bentuk cari perhatian anak terhadap orang tuanya. Dengan demikian, sebaiknya menghindari label negatif karena akan diafirmasi oleh anak dan semakin mempertahankan perilakunya.
Dengan kondisi tenang, anda dapat berpikir lebih jernih untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda merespon dengan marah yang berlebihan. Selain itu, anda juga dapat berhitung mundur dan melakukan self-talk untuk mencoba tetap tenang dalam merespon.
Dalam proses pengasuhan, sebaiknya orang tua juga perlu menghindari marah, memukul, atau memberikan label negatif kepada anak karena hanya akan memperburuk kondisi anak. Bahkan anak akan mudah meniru perilaku yang dilihat dari sekitarnya. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi kepada anak jika telah menunjukkan perilaku yang positif, seperti pujian atau pelukan dan sebagainya sehingga anak termotivasi untuk mengulangi perilaku baiknya.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda atau anak anda ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.