Edukasi

Hallo dok, apakah pernah ada kasus hamil karna cairan pracum? Dan apabila tanpa penetrasi hanya menggesekan diluar apa cairanya kuat sampai sel telur?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
20
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Hubungan seks yang paling tinggi potensinya menyebabkan kehamilan adalah yang dilakukan dengan penetrasi dan ejakulasi di dalam vagina serta tanpa menggunakan pengaman. Jika saat hubungan seksual sudah digunakan pengaman (kondom), namun pengaman tersebut terlepas, maka memang Anda tetap berpotensi untuk hamil. Walaupun hanya precum yang keluar, potensi kehamilan tetap belum bisa dihilangkan 100%. Sebab, banyak ahli menyebutkan bahwa cairan precum masih mungkin mengandung sel sperma walau sedikit, terlebih jika cairan precum tersebut keluarnya berdekatan dengan waktu ejakulasi sebelumnya.

Jika petting hanya dilakukan dengan sentuhan dan rabaan, tentunya hal ini tidak akan menyebabkan kehamilan. Namun, jika penis bersentuhan dengan vagina, kondisi ini berisiko menyebabkan kehamilan meskipun sangat kecil. Aktivitas petting dapat memicu orgasme baik pada wanita maupun pria.


Saran kami, jika ingin mendeteksi apakah Anda hamil atau tidak, cobalah lakukan testpack minimal 3 hari lagi. Selanjutnya, hasil testpack ini bisa Anda konfirmasi dengan periksa langsung ke dokter atau dokter kandungan.

Apabila hasil testpack Anda negatif dan dokter pun menyatakan Anda tidak hamil, maka agar keluhan Anda mereda, di samping menjalani penanganan dokter, lebih baik Anda:

  • Istirahat yang banyak, sambil mengompres hangat panggul yang nyeri
  • Teratur berolahraga dan makan makanan sehat
  • Jangan berhubungan seksual tanpa pengaman atau berkonsultasilah dengan dokter agar dipilihkan jenis KB yang tepat, jika memang Anda dan pasangan masih ingin menunda kehamilan
  • Jangan stres berlebihan
  • Jalani selalu gaya hidup sehat
  • Jangan meminum sembarang obat tanpa saran dokter
2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan sebaik mungkin berdasarkan informasi yang ada.:

Pertama-tama, hamil biasanya terjadi ketika sperma masuk ke dalam vagina dan bertemu dengan sel telur yang telah dilepaskan oleh indung telur wanita. Namun, dalam beberapa kasus, ada kemungkinan kehamilan terjadi meskipun tidak ada penetrasi yang terjadi.

Cairan pra-ejakulasi, atau cairan yang keluar dari penis sebelum ejakulasi, mengandung sedikit sperma. Meskipun jumlah sperma dalam cairan pra-ejakulasi biasanya rendah, ada kemungkinan kecil bahwa sperma tersebut dapat menyebabkan kehamilan jika masuk ke dalam vagina.

Namun, penting untuk diingat bahwa kemungkinan hamil dari cairan pra-ejakulasi sangat rendah. Hal ini karena jumlah sperma yang ada dalam cairan tersebut biasanya tidak cukup untuk membuahi sel telur. Selain itu, sperma juga membutuhkan kondisi yang optimal untuk bertahan hidup dan bergerak menuju sel telur.

Meskipun demikian, tidak ada metode kontrasepsi yang 100% efektif dalam mencegah kehamilan. Jika Anda tidak ingin hamil, disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang tepat dan efektif, seperti kondom atau pil KB.

Jika Anda memiliki kekhawatiran lebih lanjut tentang kehamilan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang metode kontrasepsi yang tepat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan lainnya. Mereka dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan sesuai dengan situasi Anda.

Apakah ada pertanyaan lain yang bisa saya bantu?

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan