Dok aku punya anak umur 9 Thun dan 8 tahun
Dok aku punya anak umur 9 Thun dan 8 tahun dok anak saya yang pertama umurnya 9 tahun akhir akhir ini selalu menggunting celana pendek nya dia
Pertanyaannya apakah itu termasuk gangguan pribadi apa bukan ya dok dan apa solusinya
























Halo Muhajirin, terima kasih atas pertanyaan anda
Kami memahami kekhawatiran anda terhadap perilaku anak.
Anak usia 9 tahun yang sering menggunting celana pendeknya sebenarnya tidak serta-merta bisa langsung disebut mengalami gangguan kepribadian. Usia anak masih dalam masa eksplorasi, rasa ingin tahu, dan mencari cara untuk mengekspresikan diri.
Beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan perilaku ini antara lain, yaitu anak ingin mencoba sesuatu dengan benda di sekitarnya karena rasa ingin tahu atau penasaran. Hal tersebut juga bisa menjadi cara menyalurkan emosi, mungkin anak merasa bosan, kesal, atau cemas mencari aktivitas “merusak” benda. Selain itu, mungkin anak kurang memahami nilai barang, di mana anak belum sepenuhnya paham bahwa pakaian berbeda dengan kertas atau mainan, sehingga tidak seharusnya digunting. Bahkan perilaku tersebut kadang muncul untuk menarik reaksi orang tua (mencari perhatian), atau mengikuti tren yang ada di lingkungan pertemanannya.
Yang bisa anda lakukan sebagai orang tua, adalah mencari tahu motifnya dengan menanyakan tanpa menyudutkan, “Kakak, kenapa celananya digunting? Apa yang kamu rasakan waktu itu?". Lalu, arahkan ke aktivitas pengganti, di mana kalau dia suka menggunting, berikan kertas bekas, kardus, atau bahan kerajinan lain sambil katakan bahwa “kalau mau coba gunting-gunting, gunakan ini ya, bukan celana". Selanjutnya ajarkan konsekuensi, misalnya, jika celana rusak maka tidak bisa dipakai lagi. Anak bisa diminta ikut bertanggung jawab, misalnya membantu menambal atau menyisihkan uang jajan untuk mengganti. Anda juga perlu mengamati frekuensi dan konteks, kalau hanya sesekali dan bisa dialihkan, biasanya bukan masalah serius. Tapi kalau sering, berulang, atau disertai perilaku lain (misalnya melukai diri, sangat impulsif, sulit mengendalikan emosi), maka sebaiknya dikonsultasikan ke psikolog anak.
Semoga membantu ya
Untuk solusinya, Anda bisa melakukan beberapa hal:
Related content