Anak tunggal
Assalamualaikum dok
Mau bertanya anak sy berusia 10thn sy blm d karunia lagi anak jd anak sy sendiri.nah ketika temennya tdk ada atau sedang sendirian dia sering sekali marah2
Namun ketika ada temen2nya ceria lagi
Apa yg hrs sy lakukan menghadapi anak seusia ini,,apakah marah2nya Krn dia merasa kesepian
Bagaimana cara menanganinya d kndisi dia sendiri yg trkadang sy sdang banyak tugas
























Halo Rina Nikhya, terima kasih untuk pertanyaannya.
Pada dasarnya usia 10 tahun mulai memasuki fase remaja. Remaja merupakan salah satu fase dalam rentang kehidupan yang identik dengan pencarian jati diri sehingga akan banyak mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, termasuk menjalin hubungan pertemanan. Remaja juga identik dengan peer group, di mana remaja akan banyak menghabiskan waktunya dengan teman sebaya daripada dengan keluarga atau orang tua, sehingga tidak jarang perilakunya akan dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan.
Perlu diketahui bahwa kedekatan remaja dengan teman sebaya ketimbang dengan orang tua adalah hal yang wajar. Namun, sebagai orang tua anda tetap mengambil peran dalam membimbing dan mengarahkan remaja untuk memilih lingkungan pertemanan yang sehat. Selain itu, remaja juga identik dengan emosi yang meledak-ledak sehingga perlu didampingi agar mampu mengelola emosinya sendiri.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi remaja, yaitu ajak mereka berdiskusi mengenai alasan mereka menunjukkan perilaku demikian, dengarkan pendapat, harapan, dan sebaiknya menghindari untuk menghakimi karena akan menyebabkan mereka menjadi pribadi yang menutup diri dari keluarga. Selain itu, libatkan remaja untuk membuat kesepakatan bersama yang berlaku dalam keluarga sehingga keberadaannya merasa dihargai.
Anda juga perlu menegaskan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan konsekuensi yang akan diterima jika melanggar. Dengan demikian, remaja akan memiliki pandangan mengenai bagaimana dirinya harus bersikap. Namun, jika perilaku remaja telah melewati batas wajar, maka anda perlu bersikap tegas. Bantu anak dalam menemukan potensi diri yang dapat dikembangkan sehingga ia merasa berharga dan termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Berdasarkan informasi yang Anda berikan, tampaknya anak Anda mengalami perubahan suasana hati ketika sendirian dan menjadi marah-marah. Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa kesepian yang dirasakannya saat tidak ada teman untuk berinteraksi.:Berikut adalah beberapa saran yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi situasi ini:
Berikan perhatian dan waktu berkualitas: Cobalah untuk menghabiskan waktu bersama anak Anda ketika Anda tidak sibuk dengan tugas. Berikan perhatian penuh dan dengarkan apa yang dia ingin sampaikan. Ini akan membantu anak merasa didengar dan diperhatikan.
Ajak anak untuk bermain dengan teman-temannya: Bantu anak Anda untuk menjalin hubungan dengan teman-temannya di luar sekolah. Ajak mereka untuk bermain bersama atau mengadakan kegiatan sosial. Ini akan membantu anak merasa lebih terhubung dengan orang lain dan mengurangi rasa kesepian.
Ajarkan keterampilan sosial: Bantu anak Anda untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti berbagi, bekerja sama, dan mengelola emosi. Ini akan membantu anak merasa lebih nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain dan mengurangi kemarahan saat sendirian.
Berikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler: Ajak anak Anda untuk bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau di luar sekolah. Ini akan memberinya kesempatan untuk bertemu dengan teman sebaya dan mengembangkan minat dan bakatnya.
Komunikasi terbuka: Selalu buka komunikasi dengan anak Anda. Ajak dia untuk berbicara tentang perasaannya dan berikan dukungan emosional. Jika dia merasa kesepian atau frustasi, bantu dia mengekspresikan perasaannya dengan cara yang sehat.
Libatkan keluarga: Libatkan anggota keluarga lainnya untuk berinteraksi dengan anak Anda. Ajak saudara-saudaranya untuk bermain bersama atau melibatkan mereka dalam kegiatan keluarga. Ini akan membantu anak merasa lebih terhubung dengan keluarga dan mengurangi rasa kesepian.
Bantu anak mengembangkan minat dan hobi: Bantu anak Anda menemukan minat dan hobi yang dapat dia lakukan sendiri. Ini akan memberinya kesenangan dan kepuasan pribadi saat dia sedang sendirian.
Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan kepribadian yang berbeda. Jika masalah ini terus berlanjut atau memburuk, disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog atau ahli perkembangan anak untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Semoga saran ini membantu Anda dalam menghadapi situasi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya.
Related content