Anak speeddelay

Dok, anak saya 3thn 4bln.smp skrg blm dpt jadwal terapi dr RS,, ad tmo yg dokter recommended buat free terapi,,saya pakai BPJS mandiri,,

Dok knp anak saya selalu tantrum sesudah Sekolah PAUD 3bln terakhir ni. Sebelumnya gak pernah seperti ini.

Makasih dok, semoga dibls,, 🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Mohon maaf untuk informasi terkait terapi dan BPJS, kami tidak dapat memberikan informasi spesifik. Anda boleh menanyakan langsung ke rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut.


Perilaku tersebut merupakan hal yang wajar terjadi pada anak. Pada rentang usia 1-3 tahun, perkembangan emosi anak biasanya belum stabil sehingga mudah tantrum. Namun, tidak bisa dipungkiri apabila anak menangis secara berlebihan dapat membuat orang tua kebingungan dan merasa kesal menghadapi perilaku anak tersebut. Perlu diketahui bahwa, dengan memarahi, memukul, memaki atau melabeli anak “cengeng” hanya akan memperburuk kondisi anak. Anda hanya perlu tetap tenang dan jangan terbawa emosi dalam menghadapinya.

Anak menangis sebagai respon yang ditunjukkan bahwa anak sedang merasa tidak nyaman, merasa lapar, kecewa, sakit, lelah, butuh perhatian, dan sebagainya. Hal tersebut merupakan cara anak berkomunikasi karena belum mampu mengelola dan mengenali emosinya dengan baik. Pada situasi lain, beberapa anak menangis yang terkadang disertai dengan menyakiti diri sendiri merupakan cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Anak akan mengasosiasikan dan mengkondisikan sesuatu berdasarkan pengalaman yang didapatkannya, sehingga anak akan mengulang perilaku serupa di kemudian hari agar orang dewasa di sekitarnya memenuhi keinginan anak.

Anda dapat mengurangi intensitas memberikan dengan mudah yang menjadi keinginan anak, agar anak perlahan mengerti bahwa untuk mendapatkan sesuatu membutuhkan proses. Luangkan waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak, seperti bermain peran atau membacakan dongeng sambil mengajari anak cara mengenali dan mengelola emosinya, serta cara mengungkapkan keinginan tanpa harus tantrum. Berikan pelukan hangat setelah anak berhenti menangis, kemudian menatap matanya sambil berbicara dengan intonasi lembut, misal “kamu merasa sedih/ marah ya? Tenang ada mama di sini bersama kamu”. Setelah anak berhenti menangis, anda dapat memberikan apresiasi, seperti pujian agar anak mengulang perilaku baiknya di kemudian hari.


Terdapat berbagai cara yang dapat dicoba untuk mendampingi anak dengan speech delay yaitu lebih sering mengajak anak berkomunikasi, mengajak anak berinteraksi dalam bentuk pertanyaan kemudian dibantu pula untuk menjawabnya. Lakukan hal tersebut sesering mungkin tanpa membuat anak merasa tertekan. Selain itu, anda juga dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk mengajak ajak bermain bersama sambil mengajak anak berbicara. Anda juga dapat meluangkan waktu untuk membacakan dongeng sambil menunjukkan gambar yang ada pada buku dongeng tersebut. Sebaiknya gunakan pula kalimat pendek dan bahasa ibu terlebih dahulu agar anak tidak kebingungan.

Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog anak jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat,

Maaf, tapi saya tidak dapat memberikan rekomendasi terkait terapi gratis atau layanan BPJS mandiri karena saya adalah AI dan tidak memiliki akses ke informasi terkini terkait layanan kesehatan di daerah Anda.:

Namun, mengenai pertanyaan mengenai anak Anda yang sering tantrum setelah sekolah PAUD, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhinya. Beberapa kemungkinan penyebab termasuk:

  1. Kelelahan: Anak mungkin lelah setelah beraktivitas di sekolah seharian. Pastikan anak Anda mendapatkan istirahat yang cukup di rumah.

  2. Perubahan rutinitas: Jika ada perubahan dalam rutinitas anak, seperti perubahan jadwal sekolah atau aktivitas di rumah, itu bisa menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku anak.

  3. Emosi yang tidak terungkap: Anak mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi mereka setelah sekolah. Mereka mungkin merasa lelah, lapar, atau frustasi dan tidak tahu cara mengungkapkannya dengan kata-kata.

  4. Perkembangan sosial dan emosional: Anak usia 3 tahun sedang mengalami perkembangan sosial dan emosional yang pesat. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengatur emosi mereka dan mengungkapkannya dengan cara yang tepat.

Untuk membantu mengatasi masalah ini, Anda dapat mencoba beberapa strategi berikut:

  1. Berikan anak waktu istirahat yang cukup setelah sekolah.
  2. Ciptakan rutinitas yang konsisten di rumah.
  3. Berikan anak kesempatan untuk berbicara tentang perasaan mereka dan berikan dukungan emosional.
  4. Ajarkan anak cara mengungkapkan emosi mereka dengan kata-kata, misalnya dengan menggunakan kalimat sederhana seperti "Saya merasa marah" atau "Saya merasa lelah".
  5. Berikan perhatian dan pujian ketika anak menunjukkan perilaku yang baik.

Jika masalah ini terus berlanjut atau mengganggu kehidupan sehari-hari anak Anda, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak untuk evaluasi lebih lanjut dan saran yang lebih spesifik.

Semoga informasi ini membantu! Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan beri tahu saya.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan