Seksual
Contoh terapi mandiri dirumah seperti apa yang harus dilakukan penderita vaginismus ?
Contoh terapi mandiri dirumah seperti apa yang harus dilakukan penderita vaginismus ?
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Sobat Sehat,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Vaginismus merupakan penyakit pada wanita yang menyebabkan otot-otot di sekitar vagina menegang atau mengencang secara tiba-tiba dan tidak disengaja.
Biasanya, kondisi ini terjadi saat akan melakukan penetrasi seksual, memasukkan tampon, atau pemeriksaan panggul.
Otot yang mengencang membuat vagina otomatis menutup ketika mendapatkan rangsangan. Kondisi ini yang menimbulkan rasa nyeri pada vagina saat berhubungan seksual.
Perawatan vaginismus utamanya berfokus pada pengurangan refleks otot yang menyebabkannya tegang.
Berikut beberapa cara mengatasi vaginismus yang mengganggu:
1.Senam Kegel
Tujuan senam ini adalah untuk melemaskan serta membantu mendapatkan kembali kendali atas otot-otot di sekitar vagina.
2.Teknik relaksasi
Teknik relaksasi dapat meningkatkan relaksasi dan membantu Anda merasa lebih nyaman dengan hubungan seksual.
Cara mengatasi vaginismus ini umumnya meliputi latihan pernapasan, mindfulness, serta gentle touching atau latihan sentuhan lembut untuk membantu Anda belajar mengendurkan otot vagina.
Latihan atau gerakan tertentu juga dapat membantu Anda lebih rileks selama berhubungan intim serta dapat meningkatkan gairah seksual.
Sejatinya, saat mencari cara mengatasi vaginismus, sebaiknya Anda dan pasangan tetap konsultasi dahulu ke dokter.
Untuk mendiagnosis vaginismus, dokter akan melakukan tanya jawab tentang gejala, riwayat kesehatan, dan riwayat hubungan seksual. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan di bagian panggul.
Semoga membantu,
Salam, dr. Syifa.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Tentu, berikut adalah beberapa contoh terapi mandiri yang dapat dilakukan oleh penderita vaginismus di rumah:Latihan relaksasi otot panggul: Latihan ini bertujuan untuk mengurangi kekakuan otot panggul yang terjadi pada vaginismus. Anda dapat melakukan latihan pernapasan dalam dan perlahan-lahan mengencangkan dan mengendurkan otot panggul Anda. Latihan ini dapat membantu Anda mengenali dan mengendalikan otot-otot tersebut.
Latihan dilator: Dilator adalah alat yang digunakan untuk melatih dan memperluas vagina. Mulailah dengan dilator yang paling kecil dan perlahan-lahan tingkatkan ukurannya seiring waktu. Latihan ini bertujuan untuk membiasakan vagina dengan penetrasi dan mengurangi ketakutan atau rasa sakit yang mungkin terjadi.
Terapi desensitisasi: Terapi ini melibatkan paparan bertahap terhadap stimulus seksual yang memicu vaginismus. Anda dapat memulai dengan memperkenalkan stimulus yang tidak menimbulkan kecemasan atau ketakutan, seperti membaca buku atau menonton film dengan tema seksual. Secara bertahap, Anda dapat meningkatkan tingkat stimulus hingga mencapai penetrasi seksual.
Konseling dan dukungan emosional: Penting untuk mencari dukungan dari pasangan, keluarga, atau terapis seksual yang berpengalaman. Konseling dapat membantu mengatasi kecemasan, trauma, atau masalah emosional yang mungkin menjadi penyebab vaginismus.
Latihan kegel: Latihan kegel dapat membantu menguatkan otot-otot panggul dan meningkatkan kontrol atas otot-otot tersebut. Anda dapat melakukan latihan kegel dengan mengencangkan otot panggul selama beberapa detik, kemudian mengendurkannya. Latihan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tubuh dan mengurangi kekakuan otot panggul.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu mungkin memiliki kebutuhan dan respons yang berbeda terhadap terapi mandiri ini. Jika Anda mengalami kesulitan atau tidak melihat perbaikan setelah melakukan terapi mandiri, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau terapis seksual untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Related content