Nyeri punggung

Saya hanya pernah memainkan mr.p pasangan saya akhir bulan Jauari-awal februari. Tapi tidak ada ejakulasi penuh. Dan tidak ada kontak genutal apaoun aoalagi hubungan seksual. Cuma apakah bisa bikin hamil jika tangan yang dipake itu dipake juga untuk cebok setelah buang air?


Saya haid tanggal 3 dan bersih tanggal 9 Januari. Tapi polanya itu beda banyak-kurang-banyak-kurang-bersih dan durasinya juga lebih lama biasanya hanya 4 hari. Ini beda dr sebelumnya. Tapi saya ada riawayat perjalanan darat selama 8 jam pulang pergi. Kebetulan munculnya banyak darah lagi setelah perjalanan pulang.


Saya nyeri ovulasi dan keputihan bening tgl 21-22 tepat waktu. Tapi tanggal 24-31 saya keputihan bening dengan darah. Tanggal 1 Februari tinggal keputihan bening.


Tanggal 5-17 sekarang ini keputihan dahak. Tapi 17 ini keputihannya sudah jarang tapi saya belum haid. Padahal tgl 10-11 dan 16 udah kram ringan sama nyeri pinggang. Tanggal 18 ini saya juga belum haid. Tapi tidak mual.


Itu kenapa ya? Jujur daya sangat stres


Oh ya emang selama di tempat tujuan itu saya lrbih sering jalan kaki dan tidur lebih dari jam 12 malam. Malah beberapa hari tepat sebelum ovulasi itu, saya insomnia bisa tidur jam 4 pagi. Saya insomnia sejak tanggal 16 Januari kalau tidak salah hingga 20an januari.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
14
1

1 komentar

Berdasarkan cerita Anda, kemungkinan kehamilan dari kontak tidak langsung seperti yang Anda jelaskan (tangan yang menyentuh Mr. P pasangan lalu digunakan untuk cebok, tanpa ejakulasi penuh atau kontak genital langsung) sangatlah kecil, bahkan hampir tidak mungkin. Sperma membutuhkan jalur langsung ke vagina dan rahim untuk menyebabkan kehamilan, dan sperma tidak dapat bertahan hidup lama di luar tubuh, apalagi jika terpapar udara atau air:

Mengenai keluhan Anda lainnya seperti perubahan pola haid, keputihan yang bervariasi, nyeri punggung, kram ringan, dan keterlambatan haid, ini adalah hal yang cukup umum dan seringkali dipengaruhi oleh beberapa faktor. Stres yang Anda alami, perubahan pola tidur (insomnia, tidur larut malam), serta aktivitas fisik yang meningkat (banyak berjalan kaki) dan perjalanan jauh, semuanya dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh dan siklus menstruasi Anda. Perubahan hormon ini bisa menyebabkan gejala-gejala yang Anda rasakan, termasuk perubahan pada keputihan dan keterlambatan haid. Untuk mendapatkan kepastian dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa mengunjungi dokter umum atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan dapat melakukan pemeriksaan yang diperlukan, memberikan penjelasan lebih lanjut, dan membantu meredakan kekhawatiran Anda.

2 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan