Leher vagina perih

Dok saya mau bertanya...

Mengapa ya vagina saya perih ketika mau dimasuki...

Walaupun sudah pakai gel jg perih....

Kalau kadang tersiram air jg perih....

Jikalau memang ada luka di dalam vagina apakah bisa diperiksa melalui usg vaginal? Terima kasih dok

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
15
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Vagina yang terasa nyeri dan perih biasanya mengindikasikan vagina yang meradang (vaginitis). Pencetus radang ini bisa bermacam-macam, seringnya karena:

  • Kontak dengan iritan, misalnya beberapa jenis sabun, produk pewangi organ intim, pantyliner
  • Infeksi, termasuk infeksi menular seksual
  • Fluktuasi hormonal, misalnya saat menjelang menstruasi, perimenopause
  • Faktor lain, seperti Bartholinitis, folikulitis, infeksi saluran kemih, kanker vulva, erupsi obat, dan sebagainya

Keluhan seperti yang Anda alami tidak selalu tepat ditangani dengan antibiotik, seperti ciprofloxacin.

Oleh karenanya, jangan dulu Anda sembarangan meminum obat. Lebih aman, keluhan Anda diatasilah dulu dengan memperbanyak istirahat, memperbaiki kebersihan vagina dan organ intim, mengganti pakaian dalam secara berkala, tidak mengenakan celana ketat dan berbahan kasar, menghindari hubungan seks berisiko, mengompres hangat vagina yang nyeri, mengkonsumsi banyak air putih, memendekkan bulu kemaluan secara teratur, dan tidak sembarangan menggunakan sabun, pewangi, dan bahan kimia lain di sekitar vagina.

Apabila keluhan masih belum membaik juga, segeralah Anda periksa ke dokter atau dokter kulit terdekat.


2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan sebaik mungkin. Perih pada leher vagina bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infeksi, iritasi, atau luka pada area tersebut. Beberapa kemungkinan penyebab perih saat penetrasi atau terkena air adalah:
  1. Infeksi vagina: Infeksi seperti infeksi ragi (kandidiasis) atau infeksi bakteri (bakterial vaginosis) dapat menyebabkan perih dan iritasi pada vagina. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah gatal, keputihan yang tidak normal, dan bau yang tidak sedap.

  2. Iritasi: Penggunaan produk perawatan pribadi yang mengandung bahan kimia keras, seperti sabun, deterjen, atau pewangi, dapat menyebabkan iritasi pada vagina. Penggunaan kondom atau pelumas yang mengandung bahan kimia tertentu juga dapat menyebabkan reaksi iritasi.

  3. Luka atau lecet: Jika ada luka atau lecet pada leher vagina, baik karena gesekan yang berlebihan atau cedera, hal ini dapat menyebabkan perih saat penetrasi atau terkena air.

Untuk mengetahui penyebab pasti perih yang Anda alami, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga tes tambahan seperti tes kultur atau tes darah untuk menentukan penyebabnya. Pemeriksaan dengan ultrasonografi vaginal (USG vaginal) mungkin tidak dapat mendeteksi luka di dalam vagina, tetapi dapat membantu dalam mengevaluasi organ reproduksi lainnya.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan saran tentang perawatan yang tepat, seperti penggunaan obat-obatan topikal atau perubahan gaya hidup untuk mengurangi iritasi. Penting untuk menghindari penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi dan menjaga kebersihan yang baik dengan menggunakan air hangat dan sabun yang lembut.

Saya harap jawaban ini dapat membantu. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter Anda.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan