🔥 Diskusi Menarik

Keputihan terus menerus

halo dok, saya mengalami keputihan terus menerus semenjak melakukan hubungan badan tanpa pengaman, berwarna putih terkadang berlendir seperti ingus dan terkadang berbentuk jelly putih bening dan sangat banyak namun tidak gatal dan tidak bau, saya berhubungan badan tanggal 13 maret dan seharusnya saya menstruasi pada tanggal 27 maret. Kira kira keputihan saya karena apa ya dok?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
12
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Gejala keputihan yang kamu alami masih dalam kategori **normal**, terutama jika tidak ada bau, gatal, atau warna yang mencurigakan. Namun, karena kamu sudah mendekati jadwal haid (27 Maret) dan keputihan ini muncul setelah berhubungan pada **13 Maret**, ada beberapa kemungkinan penyebabnya:


### **1. Keputihan Menjelang Haid**

- Biasanya, beberapa hari sebelum haid, keputihan bisa lebih banyak karena perubahan hormon.

- Bisa berbentuk **lendir bening atau putih** seperti yang kamu alami.


### **2. Tanda Awal Kehamilan**

- Jika kamu hamil, hormon progesteron meningkat, yang bisa menyebabkan produksi lendir lebih banyak.

- Keputihan kehamilan biasanya **putih susu, lebih kental, dan tidak berbau**.

- Gejala lain yang bisa muncul: telat haid, lelah, sering BAK, mual, atau payudara nyeri.


**➡ Jika kamu telat haid lebih dari 7 hari, coba lakukan **testpack** di pagi hari untuk memastikan kehamilan.**


### **3. Reaksi Tubuh Setelah Berhubungan**

- Bisa terjadi akibat perubahan pH vagina setelah kontak dengan sperma.

- Bisa juga dipengaruhi oleh gesekan saat berhubungan, yang meningkatkan produksi lendir serviks.


### **Apa yang Bisa Dilakukan?**

**Tunggu hingga tanggal haid tiba.** Jika telat lebih dari 7 hari, lakukan **testpack**.

**Jaga kebersihan area intim**, hindari sabun berpewangi yang bisa mengganggu keseimbangan pH.

**Pantau keputihanmu.** Jika berubah warna (kuning/hijau), berbau, atau disertai nyeri, periksa ke dokter.

1 minggu yang lalu
Suka
Balas
Keputihan yang Anda alami bisa jadi merupakan reaksi normal tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina, terutama setelah melakukan hubungan seksual. Namun, keputihan yang terus menerus dan berwarna putih, berlendir, serta tidak disertai gatal atau bau, bisa juga menunjukkan adanya ketidakseimbangan flora vagina atau infeksi ringan:

Penting untuk memperhatikan beberapa faktor. Jika keputihan ini terjadi setelah hubungan seksual tanpa pengaman, ada kemungkinan terjadinya infeksi, meskipun gejala yang Anda sebutkan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi yang serius. Keputihan yang berlebihan dan berlendir bisa juga dipengaruhi oleh siklus menstruasi Anda, terutama menjelang menstruasi. Namun, jika keputihan ini berlangsung lama, disertai gejala lain seperti nyeri panggul, atau jika Anda merasa khawatir, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi atau kondisi lainnya. Sementara itu, jaga kebersihan area genital dan hindari penggunaan produk pembersih yang keras. Jika Anda mengalami perubahan warna, bau yang tidak biasa, atau gejala lain, segera periksakan diri ke dokter.

1 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan