Haid Berkepanjangan

Ijin bertanya dok, mohon dijawab

Mama saya usianya 53 tahun. Dia haid sudah hampir satu tahun lebih nggak berhenti, durasi haidnya jaraknya cuma seminggu atau dua Minggu dalam sebulan, darah yg kluar juga seperti gumpalan-gumpalan. Yg membuat mm terkena anemia


Oh iya, sebelumnya mama sy pernah Operasi Ceasar kmudian di steril. 8 bulan sesudah Ceasar, beliau tidak pernah haid lagi. Di bulan ke 9 haidnya mulai banyak dan tidak berhenti.


Kira-kira mm sy sakit ap ya dok? Dan penanganan seperti ap ?


Makasih 🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
15
2

2 komentar

Halo sobat sehat, terimakasih atas pertanyaannya.


Untuk kondisi yang ditanyakan ini perlu diperiksakan langsung pasiennya oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG). karena siklus haid diatas usia 50 tahun ini bisa juga berantakan karena menuju menopause


penjelasan terkait:


Siklus haid menjadi tidak teratur saat usia memasuki 40 tahunan ke atas mungkin merupakan kondisi menuju menopause atau premenopause, penyebab lainnya juga bisa, seperti adanya gangguan di organ reproduksi dalam mioma, kista atau sebagainya.


Untuk mencari tahu kelainan pada organ reproduksi tersebut, perlu diperiksakan terlebih dahulu ke dokter spesialis kandungan terdekat, dilakukan USG atau pemeriksaan lainnya yang mungkin diperlukan.


Apabila hasilnya baik maka kemungkinan kearah menuju menopause.


Perimenopause atau premenopause adalah periode yang menandakan bahwa Anda sudah mendekati masa menopause.


Masa ini ditandai dengan ketidakstabilan hormon reproduksi. Perlu diketahui bahwa kemungkinan setiap wanita akan mengalaminya pada usia yang berbeda.

Sebagian wanita yang berusia sekitar 40 tahun akan merasakan gejala dari masa transisi ini, tetapi tidak sedikit pula wanita yang mengalami hal tersebut di usia 30-an.

Gejala perimenopause akan bertahan sampai Anda mencapai menopause, yaitu ketika indung telur berhenti melepaskan telur.

Setelah itu, selama 1-2 tahun terakhir dari masa transisi ini, kemungkinan besar Anda akan mulai mengalami berbagai seperi mens tidak teratur, hot flush atau kepanasan malam hari dan sulit tidur hingga gangguan suasana hati atau mood.


Masa transisi ini mungkin haid berlangsung lama kemudian tidak haid sama sekali atau pola haid lainnya yang tidak teratur seperti sebelumnya.


Menopause berbeda pada setiap wanita, tergantung faktor hormonal tubuhnya masing-masing.


Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter spesialis kandungan terdekat perihal keluhan tersebut.


Semoga membantu, terima kasih

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya bukan dokter, tetapi saya akan mencoba memberikan informasi yang mungkin berguna untuk pertanyaan Anda.:

Haid yang berkepanjangan atau tidak berhenti selama satu tahun lebih merupakan kondisi yang tidak normal dan perlu dievaluasi oleh dokter. Beberapa kemungkinan penyebab haid berkepanjangan meliputi:

  1. Perimenopause: Pada usia 53 tahun, ibu Anda mungkin mengalami perimenopause, yaitu masa transisi menuju menopause. Selama perimenopause, siklus haid dapat menjadi tidak teratur dan haid dapat berlangsung lebih lama dari biasanya.

  2. Polip rahim: Polip rahim adalah pertumbuhan jinak yang dapat menyebabkan perdarahan yang berkepanjangan. Polip rahim dapat terjadi setelah operasi caesar atau sebagai akibat dari perubahan hormonal.

  3. Gangguan hormonal: Ketidakseimbangan hormon, seperti kadar estrogen yang tinggi atau rendah, dapat menyebabkan haid yang tidak teratur dan berkepanjangan.

  4. Gangguan tiroid: Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme, dapat mempengaruhi siklus haid dan menyebabkan perdarahan yang berkepanjangan.

  5. Efek samping sterilisasi: Beberapa wanita melaporkan perubahan siklus haid setelah sterilisasi, meskipun hubungannya belum sepenuhnya dipahami.

Untuk menentukan penyebab pasti dan penanganan yang tepat, disarankan agar ibu Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan atau spesialis ginekologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mungkin termasuk pemeriksaan panggul, serta mungkin memerlukan tes darah atau pemeriksaan lainnya untuk mengevaluasi kondisi ibu Anda.

Dalam beberapa kasus, penanganan dapat melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengatur siklus haid, terapi hormon, atau tindakan bedah jika diperlukan. Namun, penanganan yang tepat akan tergantung pada penyebab yang mendasari haid berkepanjangan pada ibu Anda.

Saya sarankan Anda mendampingi ibu Anda untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai. Semoga ibu Anda segera mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan