Discharge vagina
Halo dok, saya sering mengalami discharge dari vagina bentuknya bening, cair dan bau tapi tidak gatal. Biasanya mendingan kalau mau dan setelah haid. Kira kira kenapa ya dok?
Halo dok, saya sering mengalami discharge dari vagina bentuknya bening, cair dan bau tapi tidak gatal. Biasanya mendingan kalau mau dan setelah haid. Kira kira kenapa ya dok?
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.
Terima kasih sudah berbagi. Discharge (keputihan) bening dan cair dari vagina sebenarnya bisa normal, **terutama jika terjadi menjelang ovulasi atau sekitar waktu haid**, karena dipengaruhi oleh fluktuasi hormon estrogen. Namun, **jika keputihan tersebut berbau tidak sedap**, meskipun tidak disertai gatal atau nyeri, ada beberapa kemungkinan yang perlu diperhatikan:
Kemungkinan Penyebab:
1. **Keputihan fisiologis (normal)**
* Ciri: bening, cair seperti air putih telur, **tidak gatal**, **tidak nyeri**, dan **bau ringan atau tidak berbau**.
* Biasanya muncul saat masa subur (sekitar pertengahan siklus) atau menjelang haid.
2. **Infeksi bakteri ringan (Bacterial Vaginosis ringan)**
* Ciri: cairan bening hingga keabu-abuan, berbau **amis** (terutama setelah haid atau berhubungan intim), **tanpa gatal**.
* Ini sering terjadi karena ketidakseimbangan flora normal vagina.
3. **Sisa darah haid atau perubahan hormonal**
* Setelah haid, sisa darah bercampur cairan vagina bisa menimbulkan bau, meski tidak menyebabkan gatal.
4. **Kurang menjaga kebersihan atau faktor eksternal**
* Penggunaan pantyliner terlalu lama, celana dalam lembap, atau sabun pembersih yang mengganggu pH vagina.
Segera periksa jika:
* Bau makin menyengat seperti **amis atau busuk**.
* Warna berubah (kuning, hijau, abu, atau coklat).
* Muncul gejala baru seperti nyeri saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan, atau perut bawah terasa tidak nyaman.
* Keputihan semakin banyak dan mengganggu aktivitas.
Sementara:
* Gunakan celana dalam berbahan katun, ganti secara teratur.
* Hindari sabun kewanitaan yang mengandung parfum.
* Jangan menyemprot atau mencuci bagian dalam vagina (douching).
* Jaga pola makan dan hidrasi yang baik.
Kalau kamu merasa bau yang muncul cukup mengganggu atau tidak biasa, sebaiknya lakukan pemeriksaan **pH vagina** atau **swab keputihan** di dokter kandungan untuk memastikan tidak ada infeksi ringan seperti *bacterial vaginosis*.
Kemungkinan penyebabnya antara lain:
Related content