Benjolan di bagian luar vagina

Halo dokter, di vagina saya ada benjolan sebasar kacang tanah atau mungkin kacang mete warnanya merah keunguan. Benjolan ini sudah ada sejak kurang lebih 3-4 tahun yang lalu awalanya benjolan ini kecil hanya seukuran jerawat, terkadang bejolan ini sakit dibawa tengkurap, saat menggunakan cd, dan celana. Sekarang di dekat benjolan ini seperti akan muncul bakal benjolan yang lain sebanyak 2 buah. Saya memang punya kebiasaan mencukur bulu vagina saya, tapi apakah benjolan ini disebab kan oleh itu? Saya khawatir benjolan ini adalah kista. Kira-kira dari deskripsi yang saya berikan benjolan ini apa ya dok? Apakah ada kemungkinan harus di operasi? Dan jika ingin memeriksakan benjolan ini saya harus mengunjungi dokter spesialis apa ya dok? Terimakasih atas perhatiannya, saya tunggu jawabannya ibu/bapak dokter🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Halo. Berdasarkan deskripsi yang Anda berikan mengenai benjolan di area vagina yang sudah ada selama 3-4 tahun, berukuran seperti kacang tanah/mete, berwarna merah keunguan, terasa nyeri saat tertekan, dan kini muncul bakal benjolan baru, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan (Obgyn) untuk diagnosis yang akurat:

Benjolan di area vagina dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, dan tanpa pemeriksaan langsung, sulit untuk menentukan penyebab pastinya. Beberapa kemungkinan berdasarkan deskripsi Anda antara lain:

  1. Kista: Kekhawatiran Anda mengenai kista cukup beralasan. Kista Bartholin, kista inklusi, atau kista sebaceous (akibat folikel rambut tersumbat) seringkali muncul sebagai benjolan yang bisa membesar, meradang, dan nyeri. Ukuran dan durasi benjolan Anda cocok dengan karakteristik kista tertentu.
  2. Folikulitis atau Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair): Kebiasaan mencukur bulu vagina memang dapat memicu kondisi ini. Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang bisa menyebabkan benjolan merah, nyeri, dan terkadang berisi nanah. Jika rambut tumbuh ke dalam, juga bisa membentuk benjolan yang meradang. Namun, benjolan yang sudah ada bertahun-tahun dan membesar mungkin lebih dari sekadar folikulitis biasa.
  3. Kutil Kelamin (HPV): Meskipun Anda tidak menyebutkan gatal atau karakteristik kutil yang khas, kemunculan "bakal benjolan yang lain" bisa menjadi salah satu pertimbangan, terutama jika ada riwayat kontak.
  4. Molluscum Contagiosum: Ini adalah infeksi virus yang menyebabkan benjolan kecil, biasanya berwarna kulit atau merah muda, yang bisa menyebar.
  5. Tumor Jinak: Meskipun jarang, beberapa jenis tumor jinak juga bisa muncul sebagai benjolan di area vulva. Mengenai pertanyaan apakah ada kemungkinan operasi, hal itu sangat tergantung pada diagnosis. Jika benjolan tersebut adalah kista yang besar, sering meradang, atau menyebabkan nyeri signifikan, tindakan drainase atau pengangkatan kista (marsupialisasi atau eksisi) mungkin diperlukan. Untuk folikulitis atau ingrown hair yang parah, terkadang juga memerlukan intervensi medis. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan (Obgyn). Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan, mungkin akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti biopsi atau USG untuk memastikan penyebab benjolan tersebut. Jangan menunda pemeriksaan agar kondisi Anda dapat segera ditangani.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan