Telat Suntik KB
Dok, saya mau tanya apakah kalo telat suntik KB Terus Berhubungan Intim Sama Suami Apakah bisa menyebabkan Hamil dok.
Dok, saya mau tanya apakah kalo telat suntik KB Terus Berhubungan Intim Sama Suami Apakah bisa menyebabkan Hamil dok.
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Nurhayati Putri, terima kasih atas pertanyaan nya.
Kondisi Anda yang terlambat menjalani suntik KB bisa menurunkan efektifitas kerjanya, sehingga memperbesar peluang kehamilan. Tentu, mengingat hubungan seks yang baru saja Anda lakukan, sulit untuk bisa memastikan apakah Anda akan hamil atau tidak nantinya.
tentu kemungkinan hamil karena terlambat suntik KB ini dengan catatan bahwa Anda telah melakukan hubungan intim dan tidak menggunakan alat kontrasepsi cadangan seperti kondom.
Umumnya, kemungkinan hamil akan lebih besar jika Anda terlambat lebih dari dua minggu dari jadwal yang seharusnya atau 15 minggu dari suntikan terakhir Anda.
Pasalnya, KB injeksi ini masih efektif untuk mencegah kehamilan hingga lebih dari 3 bulan, yaitu tepatnya sampai 15 minggu setelah suntikan dilakukan.
Setelah 15 minggu, efek samping dari jenis alat kontrasepsi ini akan habis dan Anda bisa hamil bila melakukan hubungan seksual tanpa pengaman.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Telat suntik KB dapat meningkatkan risiko kehamilan, terutama jika terus berhubungan intim tanpa perlindungan tambahan seperti kondom. Jika Anda telat suntik KB, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda. Dokter dapat memberikan saran yang lebih spesifik berdasarkan situasi Anda, termasuk apakah perlu menggunakan metode kontrasepsi darurat atau langkah-langkah lain yang perlu diambil. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi Anda. Apakah Anda memiliki pertanyaan lain?Related content