Mohon bantuannya

Jika sebelum melakukan hubungan intim, laki" membuang sperma lalu melakukan seks dengan pasangan apakah akan tetap ada resiko kehamilan?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
6
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Pada dasarnya, apabila ejakulasi tidak dilakukan saat penis penetrasi dalam vagina, kehamilan sangat sulit terjadi. Karena hanya dalam keadaan penetrasi tersebut akan lebih memungkinan gerak sperma menuju rahim untuk bertemu dengan sel telur dan kemudian membuahinya. Ejakulasi yang dilakukan di dekat liang vagina (tidak benar-benar di luar vagina)pun masih mempunyai sedikit peluang untuk sperma mengalir masuk ke dalam vagina tetap ada sehingga terjadinya kehamilan bisa terjadi. Namun apabila ejakulasi dilakukan jauh dari daerah vagina, maka kehamilan sangat sulit terjadi.

Pada suhu ruangan, sperma hanya mampu bertahan hidup selama cairan mani belum mengering. Ini dikarenakan nutrisi yang diperlukan sperma untuk bertahan hidup berasal dari cairan mani yang keluar bersamaan dengan sperma saat ejakulasi. Menurut beberapa literatur, sperma hanya mampu bertahan di udara bebas setelah sperma mengering selama 3 menit saja. Namun pada kondisi lembab dan berair misal di air, sel sperma dapat hidup sedikit lebih lama. Sperma yang telah mati tidak dapat hidup kembali. Sehingga apabila 40 menit setelah ejakulasi maka kemungkinan sperma sisa sebelumnya masih ada di penis dan masih hidup dan bisa membuahi sel telur saat penis penetrasi kembali sangatlah kecil.

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Jika seorang pria telah buang sperma sebelum melakukan hubungan intim dengan pasangan, kemungkinan kehamilan tetap ada meskipun sperma yang dikeluarkan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan adanya sperma yang masih tersisa di saluran reproduksi pria yang dapat keluar bersama cairan pre-ejakulasi saat berhubungan intim. Meskipun jumlah sperma dalam cairan pre-ejakulasi biasanya lebih rendah daripada ejakulasi utama, tetapi masih cukup untuk menyebabkan kehamilan.:

Oleh karena itu, jika Anda ingin mencegah kehamilan, disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang efektif seperti kondom atau pil KB. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik sesuai dengan situasi Anda. Apakah ada pertanyaan lain yang ingin Anda tanyakan?

1 tahun yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan