Kehamilan

Dok, apa faktor yang menyebabkan janin tidak berkembang pada usia 8 Minggu?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1
2

2 komentar

Hallo Fani, terima kasih atas pertanyaan nya.

Penyebab janin tidak berkembang adalah kelainan kromosom pada zigot. Hal ini disebabkan karena kualitas sel telur / sperma yang kurang baik. Pada beberapa kasus, janin tidak berkembang juga dapat disebabkan karena infeksi, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol/ kelainan bentuk rahim.


Janin tidak berkembang biasanya terdeteksi di minggu ke 8 s/d ke 13. Hasil test pack akan tetap positif, haid terhenti, terjadi mual, muntah, nyeri payudara seperti kehamilan pada umumnya. Saat zigot berhenti tumbuh, hormon kehamilan akan menurun dan gejala kehamilan akan hilang. Gejala selanjutnya yang akan muncul adalah perdarahan per vagina, nyeri perut bawah. Ada juga wanita yang tidak mengalami gejala keguguran. Janin tidak berkembang akan terdeteksi via USG. Setelahnya dokter akan menyarankan beberapa opsi tatalaksana antara lain: menunggu keguguran terjadi, konsumsi obat peluruh embrio, dilatasi dan kuretase u/ hilangkan jaringan plasenta dari rahim.

Blighted ovum adalah kehamilan yang tidak mengandung embrio, biasanya akibat kelainan kromosom, disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak sempurna dan kualitas sel telur dan sperma yang buruk. BO dapat ditandai dengan nyeri perut hingga perdarahan, baru diketahui via USG. Beberapa pilihan terapi u/ BO antara lain: kuret, obat perangsang kontraksi rahim, atau bisa juga membiarkan kandungan gugur secara alami.

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Pada usia kehamilan 8 minggu, faktor-faktor yang dapat menyebabkan janin tidak berkembang termasuk:
  1. Kromosom abnormal: Salah satu penyebab paling umum dari keguguran pada tahap awal kehamilan adalah adanya kelainan kromosom pada janin. Hal ini dapat terjadi secara acak dan tidak dapat dihindari.

  2. Gangguan genetik: Beberapa kondisi genetik tertentu pada ibu atau ayah dapat meningkatkan risiko janin tidak berkembang dengan baik.

  3. Infeksi: Infeksi pada ibu seperti infeksi virus, bakteri, atau parasit tertentu juga dapat memengaruhi perkembangan janin.

  4. Gangguan hormonal: Ketidakseimbangan hormon pada ibu dapat memengaruhi perkembangan janin.

  5. Gangguan plasenta: Plasenta yang tidak berfungsi dengan baik juga dapat menyebabkan janin tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen yang diperlukan untuk pertumbuhannya.

  6. Faktor lingkungan: Paparan terhadap zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan terlarang, atau radiasi juga dapat memengaruhi perkembangan janin.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai. Jika Anda mengalami kekhawatiran tentang perkembangan kehamilan Anda, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Apakah Anda memiliki pertanyaan lain?

1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan