Kehamilan

Apakah bahaya keputihan saat hamil, keputihan kadang pekat dan tidak berbau

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
3
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada tubuh wanita selayaknya berkeringat atau buang air kecil. Pada wanita yang tidak hamil, keluarnya keputihan menandakan vagina mereka sedang membersihkan dirinya sendiri sekaligus melindungi dari risiko infeksi.

Keputihan saat hamil sebenarnya berfungsi untuk melindungi leher rahim atau vagina dari bakteri atau kuman dari luar.

Dengan begitu, keputihan saat hamil bantu mencegah adanya infeksi vagina yang bisa berpindah ke rahim dan membahayakan janin.

Menjelang akhir kehamilan, kepala bayi yang menekan leher rahim juga bisa menyebabkan keputihan saat hamil muncul lebih banyak, seperti dikutip dari NHS.

Terkadang, Anda mungkin tidak bisa membedakan keputihan saat hamil dengan air kencing ketika teksturnya cukup cair.



Kondisi keputihan saat hamil yang membuat Anda perlu ke dokter

Keputihan saat hamil memang normal terjadi, tetapi penting bagi Anda untuk tetap memantaunya. Jadi, jika sewaktu-waktu ada yang aneh dari keputihan, segera periksakan ke dokter.

Berikut tanda-tanda keputihan tidak normal yang bisa jadi tanda dari infeksi vagina.

  • Keputihan berubah warna, misal menjadi lebih kuning atau kehijauan
  • Mengeluarkan bau tidak sedap
  • Anda merasa gatal atau nyeri di vagina

Normalnya, keputihan muncul ketika memiliki ciri-ciri seperti berwarna putih (seperti susu) dan jernih serta tidak mengeluarkan bau


Cairan keputihan normal seharusnya berupa lendir agak kental dan lengket berwarna bening atau putih susu jernih dan tidak berbau menyengat.


Memakai pakaian longgar agar kulit bisa bernapas

Mengeringkan vagina setelah mandi, berenang, dan olahraga agar tidak lembap

Mengonsumsi makanan fermentasi untuk memelihara bakteri baik di dalam tubuh.

Keputihan yang tidak normal juga menandakan komplikasi kehamilan. Segera hubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut karena bisa menjadi tanda palsenta previa atau plasenta abruptio.

2. Keputihan tanda infeksi bakteri (bacterial vaginosis)

Keputihan ketika sedang hamil yang menandakan bacterial vaginosis biasanya berupa lendir berwarna putih keruh, abu-abu, atau kuning pekat dengan aroma yang amis atau asam.

Kadang kondisi ini juga disertai vagina yang terasa gatal dan kemerahan. Sekitar 10-40 persen wanita hamil yang terinfeksi bacterial vaginosis berisiko mengalami persalinan prematur dan infeksi berupa cairan ketuban.


Oleh karena itu, jangan abaikan keputihan yang Anda alami ketika hamil jika warna dan teksturnya tak seperti biasanya.

3. Keputihan tanda keguguran

Keputihan saat hamil yang keluar dapat menandakan gejala keguguran atau kehamilan ektopik jika berupa lendir berwarna kecoklatan atau disertai bercak darah. Dua komplikasi kehamilan ini berpotensi bahaya bagi ibu dan bayi.

Meski bercak darah bisa jadi ciri hamil, keputihan disertai dengan kondisi tersebut juga mungkin menandakan serviks yang terluka dari hubungan seksual saat hamil.

Kemungkinan lainnya bisa juga akibat pemeriksaan panggul, seperti pap smear saat hamil.

Jika disebabkan oleh dua hal ini, keputihan yang disertai bercak darah masih bisa dikatakan normal. Bercak darah ini akan perlahan menghilang seiring waktu.

4. Keputihan tanda penyakit menular seksual

Cairan keputihan saat hamil yang berwarna kuning atau kehijauan dengan bau tidak sedap mungkin menandakan gejala trikomoniasis.

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur dan berat bayi rendah saat baru lahir (BBLR). Sementara itu, keputihan saat hamil dengan warna kuning keruh berawan menandakan gonore.



Keputihan sering membuat risih dan mengganggu aktivitas. Bagaimana cara mengatasinya? Pertama, pastikan dulu keputihan saat hamil masih tergolong normal.

Anda juga disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan area kewanitaan dengan:

  • Membiasakan mencuci tangan terlebih dulu sebelum menyentuh area vagina.
  • Membilas vagina dengan air bersih (tidak usah pakai pembersih vagina) dari depan ke belakang setiap kali habis kencing.
  • Hindari penggunaan tisu pembersih vagina (feminine wipes) dan vaginal douche karena dapat mengiritasi kulit vagina.
  • Hindari pakai baju terlalu ketat saat hamil agar area intim tetap bisa “bernapas”.
  • Rutin ganti celana dalam dan pantyliner saat keputihan yang keluar ketika hamil cukup banyak.
  • Mengeringkan daerah intim usai mandi, berenang, buang air, dan berolahraga agar tidak terus-terusan lembap.
1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Keputihan yang normal selama kehamilan umumnya tidak berbahaya asalkan tidak disertai dengan gejala lain seperti gatal, nyeri, atau bau yang tidak sedap. Keputihan yang pekat dan tidak berbau mungkin merupakan keputihan normal yang disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan. Namun, jika keputihan disertai dengan gejala lain seperti bau yang tidak sedap, gatal, nyeri, perubahan warna yang mencurigakan, atau disertai dengan rasa terbakar saat buang air kecil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.:

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab keputihan dan memberikan pengobatan yang sesuai jika diperlukan. Penting untuk selalu memperhatikan perubahan pada tubuh Anda selama kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter jika ada gejala yang mencurigakan. Jangan ragu untuk menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut mengenai keputihan selama kehamilan.

1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan