Berhubungan saat haid

Halo dok saya mau bertanya, saya pernah berhubungan dengan pasangan saya saat dia haid namun saat itu saya tidak mengeluarkan nya di dalam hanya sekilas saja dan ejakulasi saya pun saya bersihkan,apakah itu dapat menyebabkan kehamilan?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
5
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Mengutip dari American Pregnancy Association (APA), kemungkinan hamil bila berhubungan intim saat haid lebih tinggi kalau memiliki siklus menstruasi yang pendek.

Ambil contoh, siklus menstruasi Anda adalah 21-24 hari. Artinya, masa subur atau ovulasi Anda terjadi lebih awal dari siklus.

Selain itu, sperma bisa hidup dalam tubuh wanita sampai 5 hari.



Jadi, saat Anda berhubungan intim ketika menstruasi hari terakhir, kemungkinan itu adalah masa ovulasi.

Ambil contoh pada hari ke-6 menstruasi Anda sudah selesai.

Kemudian berhubungan seks pada hari ke-7 dan masa ovulasinya pada hari ke-11, kemungkinan sperma akan melekat pada rahim.

Berhubungan intim saat haid tetap bisa hamil juga karena siklus masa subur wanita yag lebih panjang.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi 26-34 hari, kemungkinan hamil bila berhubungan intim saat haid memang kecil. Namun, kemungkinan hamil tetap ada.

Hal ini karena masa subur setiap wanita berbeda-beda. Sel telur yang tubuh lepaskan selama proses ovulasi bertahan hanya 24 jam.

Jika tidak mengalami pembuahan oleh sperma, sel itu tidak bisa bertahan di dalam rahim.

Kemudian keluar bersamaan dengan semua darah haid sekitar 14 hari kemudian.

Untuk memastikan kehamilan, Anda bisa melakukan tes memakai test pack.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan sebaik mungkin.:

Berhubungan saat haid memiliki risiko kehamilan yang rendah, tetapi tidak bisa diabaikan sepenuhnya. Meskipun Anda tidak mengeluarkan ejakulasi di dalam vagina, ada kemungkinan sperma dapat masuk ke dalam vagina melalui cairan pra-ejakulasi yang mengandung sperma. Sperma dapat bertahan hidup dalam tubuh wanita selama beberapa hari, sehingga jika Anda berhubungan saat haid dan kemudian ovulasi terjadi dalam beberapa hari setelahnya, ada kemungkinan kehamilan terjadi.

Namun, peluang kehamilan saat haid umumnya lebih rendah dibandingkan dengan saat masa subur. Selama haid, rahim sedang mengalami pengelupasan lapisan dalamnya, sehingga sulit bagi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel dan berkembang. Namun, setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda, dan ovulasi dapat terjadi pada waktu yang tidak terduga. Oleh karena itu, tidak ada metode yang 100% aman untuk mencegah kehamilan selain menggunakan kontrasepsi yang tepat.

Jika Anda khawatir tentang kemungkinan kehamilan setelah berhubungan saat haid, disarankan untuk melakukan tes kehamilan atau berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi Anda.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan