Batuk
Dok usia kandungan saya 32w. Saya lagi batuk berdahak. Dan setiap saya batuk selalu rembes . Sepertinya urine. Apa bisa ketubannya jg ikut rembes sedikit2?
Dok usia kandungan saya 32w. Saya lagi batuk berdahak. Dan setiap saya batuk selalu rembes . Sepertinya urine. Apa bisa ketubannya jg ikut rembes sedikit2?
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.
Pada kehamilan terjadi peningkatan volume rongga perut. Pertumbuhan dan perkembangan janin, rahim, plasenta, dan cairan ketuban, menyebabkan peningkatan volume tersebut. Peningkatan volume rongga perut diikuti dengan peningkatan tekanan. Meningkatnya tekanan rongga perut akan bertambah terus seiring pertambahan usia kehamilan. Hal tersebut berakibat penekanan pada sistem pembuluh darah, sistem saraf, dan organ-organ dalam perut dan dada.
Penekanan itu menimbulkan gejala bengkak pada kaki, sering BAK, rasa sesak, rasa cepat kenyang, nyeri atau kesemutan pada pinggang, panggul, bokong, dan paha. Salah satu organ yang menerima tekanan tersebut adalah kandung kemih. Pada saat seseorang batuk, tekanan rongga perut akan sangat meningkat. Peningkatan tekanan akibat kehamilan dan batuk, menyebabkan kandung kemih tertekan sehingga dapat membuka katup uretra dan menyebabkan keluarnya urin. Namun hal tersebut sulit dibedakan antara urin atau cairan ketuban yang keluar. Cairan ketuban tidak berbau amonia seperti urin dan umumnya merembes keluar tanpa ada rasa ingin BAK.
Konsultasikan hal ini segera dengan dokter kebidanan anda. Dokter mungkin perlu melakukan USG untuk menilai volume cairan ketuban dan kondisi janin. Bila cairan ketuban merembes keluar sehingga kondisi dalam kantung janin menjadi kering, hal itu dapat menyebabkan gawat janin dan infeksi intra uterus. Umumnya dokter akan melakukan observasi bila terjadi rembesan ketuban. Bila dokter mengganggap volume cairan ketuban sudah sangat berkurang, dokter akan menentukan tindakan lanjutan. Sementara itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi batuk anda agar tidak terjadi risiko ketuban pecah dini.
Hai Sobat Sehat,
Maaf, saya adalah AI dan tidak memiliki kemampuan untuk memberikan diagnosis atau saran medis secara langsung. Namun, saya dapat memberikan informasi umum.:Pada umumnya, ketuban yang pecah atau rembes biasanya memiliki ciri-ciri berbeda dengan urine. Ketuban yang pecah atau rembes biasanya berwarna bening atau agak keruh, tidak berbau seperti urine, dan dapat terus keluar dalam jumlah yang lebih banyak. Namun, jika Anda mengalami kekhawatiran tentang rembesan yang Anda alami, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Dokter akan dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan penjelasan yang lebih akurat berdasarkan kondisi Anda.
Jika Anda mengalami batuk berdahak, penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari penyebaran infeksi. Anda dapat mencoba mengonsumsi banyak cairan, istirahat yang cukup, dan menghindari faktor pemicu batuk seperti asap rokok atau polusi udara. Jika batuk berdahak berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mendapatkan saran medis yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
Related content