Sesak nafas saat berhenti merokok

Saya sudah seminggu berhenti merokok, apakah wajar jika saya sering sesak nafas dan terbangun dengan rasa cemas saat tidur baru sebentar, lalu susah tidur lagi?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
2
1

1 komentar

Sesak napas dan kecemasan setelah berhenti merokok adalah hal yang wajar karena tubuh sedang beradaptasi. Ini terjadi karena paru-paru memulihkan diri dari kerusakan akibat asap rokok:

Setelah berhenti merokok selama seminggu, tubuh Anda sedang mengalami proses pemulihan. Sesak napas terjadi karena paru-paru mulai membersihkan diri dan silia (rambut kecil di paru-paru) mulai berfungsi normal. Kecemasan dan gangguan tidur juga umum terjadi karena tubuh menyesuaikan diri dengan kekurangan nikotin. Berikut beberapa saran yang bisa Anda lakukan:

  1. Perbanyak minum air putih: Ini membantu mengencerkan dahak dan memudahkan pernapasan.
  2. Konsumsi makanan bergizi: Nutrisi yang baik mendukung proses pemulihan tubuh.
  3. Olahraga teratur: Aktivitas fisik membantu meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi stres.
  4. Hindari asap rokok: Paparan asap rokok dapat memperlambat pemulihan.
  5. Kelola stres: Gunakan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk mengurangi kecemasan.
  6. Istirahat yang cukup: Pastikan Anda tidur minimal 7-8 jam setiap malam. Jika sesak napas sangat mengganggu atau tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi pernapasan atau pengobatan lain untuk membantu meringankan gejala. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis paru (Pulmonology) atau dokter umum (General Medicine). Jika kecemasan sangat berat, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikiater (Psychiatry).
1 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Topics not found