home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Tangan Gatal dan Terasa Panas Terbakar Setelah Pegang Bawang Putih?

Kenapa Tangan Gatal dan Terasa Panas Terbakar Setelah Pegang Bawang Putih?

Hampir semua masakan menggunakan bawang putih. Bawang ini memiliki bau yang khas sehingga membuat masakan jadi lebih sedap. Namun, pernahkah Anda merasakan tangan panas dan gatal ketika memotong atau memegang bawang putih? Kira-kira, apa penyebabnya?

Alasan tangan gatal setelah pegang bawang putih

Selain baunya yang cukup menyengat, apa lagi yang Anda rasakan ketika memotong bawang putih? Beberapa orang mungkin merasakan sensasi panas dan gatal di jari tangan setelah memegang bawang putih.

Dilansir dari laman yang dikelola oleh University of Washington, Dr. Lisa Maier menjelaskan alasannya.

Dosen pengajar dermatologi di Fakultas Kedokteran University Washington menyebutkan bahwa bawang putih memiliki agen kimia yang dapat mengiritasi kulit.

Bahan kimia yang mengiritasi kulit tersebut adalah diallyl disulfide. Saat tangan terpapar dengan bahan ini, akan muncul reaksi panas, terbakar, dan gatal pada kulit.

Tidak hanya tangan yang terasa gatal dan panas, American Academy of Dermatology juga menyebutkan bahwa iritan tersebut bisa memicu eksim.

Eksim pada tangan, atau dikenal juga dengan dermatitis kontak, setelah memegang bawang putih akan menyebabkan kulit sensitif, gatal, kering, dan dipenuhi ruam.

Biasanya ini rentan terjadi pada koki yang memiliki kulit sensitif.

Bukti lain yang menunjukkan bahwa bawang putih memiliki zat iritan juga dirasakan oleh seorang wanita di Inggris. Ia mencoba mengobati kutu air dengan menempelkan potongan bawang putih pada kulit yang bermasalah.

Alih-alih membaik, kutu air malah semakin memburuk. Akibatnya, kulit menjadi mengelupas dan menimbulkan luka terbuka hingga bagian permukaan ibu jari kaki.

Dr. Lisa juga berpendapat bila kutu air sebaiknya diobati dengan obat antijamur, bukan dengan bawang putih.

Meskipun bawang putih memiliki sifat antijamur, bawang ini juga memiliki diallyl disulfide yang sifatnya mengiritasi. Jadi, akan lebih baik gunakan obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi bawang putih.

Nah, agar tangan terhindar dari rasa panas dan gatal setelah pegang bawang putih, Anda bisa menggunakan sarung tangan. Setelahnya, cucilah tangan Anda hingga bersih agar sisa-sisa zat iritan yang menempel di tangan bisa hilang.

Selain zat iritan, alergi bawang juga bisa jadi penyebabnya

bawang putih untuk flu

Efek panas dan gatal pada tangan setelah memegang bawang putih tidak hanya disebabkan oleh zat iritan. Bisa jadi, kondisi tersebut muncul sebagai reaksi alergi.

Meskipun jarang, bawang putih juga masuk ke dalam daftar makanan yang bisa menyebabkan alergi.

Reaksi alergi pada bawang putih tidak hanya muncul ketika bawang ini dimakan. Namun, juga bisa terjadi ketika kulit bersentuhan langsung dengan bawang putih yang sudah dikupas.

Gejala alergi dapat muncul dengan cepat setelah atau dalam waktu dua jam setelah bersentuhan dengan bawang putih.

Gangguan kulit, seperti gatal dan panas di tangan ataupun seluruh tubuh dapat muncul jika Anda memegang atau makan bawang putih.

Sementara gejala kesemutan, pilek, bersin, mual dan muntah, bersin, diare, serta kram perut hanya akan muncul setelah bawang putih dimakan.

Bila setelah makan bawang timbul sesak napas, segera minta bantuan medis. Ini merupakan gejala alergi yang mengancam jiwa.

Jika Anda memiliki alergi bawang putih, sebisa mungkin hindari untuk memakannya, bahkan menyentuhnya dengan tangan telanjang, agar tidak timbul reaksi alergi, seperti gatal, panas, atau bahkan sesak napas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Laura Geggel. Live Science. Woman Tried to Treat Athlete’s Foot with Raw Garlic. html. Accessed on June 13th, 2019.

University of Washington. Garlic causes a contact burn? Yes. Accessed on June 13th, 2019.

Alana Biggers, MD, MPH. Health Line. Do I Have a Garlic Allergy?. Accessed on June 13th, 2019.

American Academy of Dermatology. Dry, scaly, and painful hands could be hand eczema.. Accessed on June 13th, 2019.

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 28/06/2019
x