Bikarbonat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu bikarbonat?

Tes bikarbonat, atau sering disebut tes CO2, digunakan untuk mendeteksi ketidakseimbangan elektrolit atau perubahan pH pada darah. Tes ini merupakan bagian dari seri tes yang digunakan untuk menganalisis ginjal (profil renal).

Tes bikarbonat dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan fisik rutin atau mungkin direkomendasikan jika Anda mengalami gejala seperti:

  • lemah
  • pusing
  • muntah berkepanjangan
  • kesulitan bernapas

Gejala-gejala tersebut merupakan akibat dari ketidakseimbangan elektrolit, atau asidosis, atau alkalosis (di mana kadar asam atau basa tinggi pada cairan dan jaringan tubuh).

Kapan saya harus menjalani bikarbonat?

Tes karbon dioksida atau bikarbonat dapat melihat kondisi yang mempengaruhi kadar bikarbonat pada darah, termasuk beberapa penyakit ginjal, paru-paru dan kondisi metabolisme.

Tes ini sering digunakan sebagai salah satu tes darah pada laboratorium yang dapat membantu melihat penyebab gejala-gejala penyakit.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani bikarbonat?

Beberapa obat-obatan dapat meningkatkan kadar bikarbonat seperti: fludrocortisone, barbiturates, bicarbonates, hydrocortisone, loop diuretics dan steroid. Obat-obatan yang dapat menurunkan kadar bikarbonat: methicillin, nitrofurantoin, tetracycline, thiazide diuretics, dan triamterene. Dokter akan memberikan penjelasan jika ditemukan permasalahan. Tes karbon dioksida (bikarbonat) dapat juga dilakukan menggunakan sampel darah dari arteri untuk dilakukan tes Arterial Blood Gases (ABG).

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani bikarbonat?

Anda tidak perlu melakukan persiapan khusus sebelum tes. Beberapa pengobatan dapat mempengaruhi hasil tes.

Dokter akan menginformasilan jika Anda perlu berhenti mengonsumsi obat sebelum menjalani tes. Jangan berhenti atau mengganti obat-obatan sebelum menginformasikan pada dokter.

Konsultasikan pada dokter jika Anda memiliki kekhawatiran khusus terhadap tes, risiko, bagaimana tes dilakukan, dan hasil tes.

Bagaimana proses bikarbonat?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani bikarbonat?

Anda dapat melakukan aktivitas seperti biasa setelah menjalani tes. Dokter dapat mengajukan tes lainnya untuk melihat kondisi lebih detil. Hasil tes dapat diketahui setelah 1 atau 2 hari.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Kadar normal sekitar 23-29 mEq/L.

Kisaran normal dapat bervariasi pada laboratorium yang berbeda. Konsultasikan pada dokter tentang hasil tes anda.

Kadar bikarbonat yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kadar normal dapat menunjukkan bahwa tubuh mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan asam dan basa, atau keseimbangan elektrolit terganggu akibat kekurangan atau mempertahankan cairan. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa disfungsi.

Beberapa penyebab kadar bikarbonat yang rendah:

  • penyakit Addison’s
  • diare kronis
  • diabetes ketoasidosis
  • asidosis metabolisme
  • penyakit ginjal
  • ethylene glycol atau keracunan metanol
  • overdosis salisilat (aspirin)

Peningkatan kadar bikarbonat dapat disebabkan oleh:

  • muntah parah
  • penyakit paru-paru, seperti COPD
  • sindrom Cushing
  • sindrom Conn
  • alkalosis metabolisme

Beberapa laboratorium dapat menggunakan pengukuran atau menguji spesimen yang berbeda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretrotomi

Uretrotomi adalah sebuah prosedur untuk memperlancar aliran urine. Pelajari lebih lanjut tentang definisi, proses, dan risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Kandung Kemih 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Azoospermia (Air Mani Tidak Mengandung Sperma)

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Barium Swallow

Pemeriksaan barium swallow dapat mendeteksi adanya kelainan pada saluran pencernaan atas. Pelajari definisi, proses, dan penjelasan hasil tesnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Aldosteron

Tes kadar aldosteron dalam darah dapat dilakukan saat kesulitan mengontrol tekanan darah. Simak definisi, proses, dan penjelasan hasil testnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alfa-Amilase

Alfa-Amilase

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Anion Gap

Anion Gap

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
abses hati adalah

Abses Hati

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit