home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Tes BERA, Pemeriksaan untuk Deteksi Gangguan Pendengaran

Mengenal Tes BERA, Pemeriksaan untuk Deteksi Gangguan Pendengaran

Tes brainstem evoked response audiometry (BERA) adalah salah satu tes pendengaran untuk mendeteksi gangguan pendengaran. Tes ini berlangsung dengan mudah dan tidak menyakitkan. Anda bahkan bisa tidur ketika menjalani pemeriksaan ini. Lebih lanjut, simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu tes brainstem evoked response audiometry (BERA)?

jenis gangguan pendengaran

Tes BERA (brainstem evoked response audiometry) adalah pemeriksaan untuk mengukur aktivitas gelombang otak yang merespons klik atau nada tertentu. Pemeriksaan ini merupakan metode yang efektif untuk mengukur bagaimana telinga menerima suara dan mengirimkannya ke otak melalui saraf pendengaran.

Tes ini juga bisa disebut dengan auditory brainstem response (ABR) atau brainstem auditory evoked response (BAER). Tidak seperti tes pendengaran biasa, pemeriksaan BERA tidak melibatkan respons sukarela dari pasien.

Kapan brainstem evoked response audiometry (BERA) diperlukan?

Tes BERA dapat membantu menentukan kemampuan telinga anak mengirimkan suara ke otak, mengingat anak-anak tidak dapat menunjukkan apakah mereka melalui proses mendengar dengan benar. Lewat pemeriksaan ini, Anda dapat merencanakan perawatan terbaik untuk anak Anda.

Dikutip dari US National Library of Medicine, tes BERA diperlukan untuk:

  • Membantu mendiagnosis masalah sistem saraf dan gangguan pendengaran (terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak)
  • Menemukan seberapa baik sistem saraf bekerja
  • Memeriksa kemampuan pendengaran orang yang tidak lolos tes pendengaran lain

Selain yang telah disebutkan di atas, tes BERA mungkin juga diperlukan saat operasi telinga untuk mengurangi risiko cedera pada saraf pendengaran dan otak.

Tes BERA biasanya dianjurkan sebagai tes skrining pendengaran bayi yang baru lahir. Tes skrining pendengaran adalah pemeriksaan di mana Anda dinyatakan lulus atau gagal. Jika bayi Anda gagal dalam tes ini, pemeriksaan spesifik lainnya mungkin diperlukan.

Siapa yang memerlukan pemeriksaan ini?

Gangguan pendengaran pada anak sulit diketahui sejak awal. Kehilangan pendengaran dapat menyebabkan masalah bicara, bahasa, kognitif, sosial, dan emosional. Oleh karena itu, pemeriksaan pendengaran sebaiknya dilakukan sejak dini.

Tes BERA diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran pada:

  • Bayi baru lahir
  • Balita
  • Pasien yang sulit menjalani pemeriksaan pendengaran lain

Apa yang perlu disiapkan sebelum menjalani tes BERA?

pendengaran bayi
Sumber: Mom Junction

Anda mungkin diminta untuk keramas pada malam sebelum melakukan pemeriksaan BERA. Sementara itu, anak-anak yang akan menjalani tes ini mungkin membutuhkan obat-obatan untuk membuat mereka tetap tenang selama pemeriksaan berlangsung.

Dikutip dari situs Children’s Minnesota, dokter mungkin memberikan instruksi berupa anjuran dan pantangan makan dan minum untuk keselamatan anak Anda selama prosedur dilakukan. Anda disarankan membawa barang-barang yang dapat membuat anak nyaman, seperti mainan atau selimut kesukaan mereka.

Jika anak demam, batuk, atau tidak enak badan, dokter mungkin menyarankan untuk menunda tes BERA. Dokter mungkin akan menjadwalkan ulang pemeriksaan pada lain waktu.

Bagaimana tes BERA dilakukan?

Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan tes BERA:

  • Pasien berbaring di kursi atau tempat tidur dan tetap tenang
  • Elektroda berbentuk stiker kecil ditempelkan di kulit kepala Anda atau anak Anda, dan di setiap daun telinga
  • Sebuah klik atau nada singkat akan dikirim melalui earphone yang Anda atau anak Anda kenakan selama pemeriksaan
  • Elektroda ini akan menangkap respons otak terhadap suara-suara tersebut dan merekamnya

Penting untuk memastikan anak Anda tetap diam dan tenang saat menjalani prosedur ini agar mendapatkan hasil terbaik. Namun, kebanyakan anak-anak sulit untuk tetap tenang ketika mereka tidak tidur. Atas alasan tersebut, anak-anak biasanya diberikan obat penenang.

Jenis obat penenang yang diberikan untuk anak-anak tergantung pada usia dan berat badan mereka. Dokter akan memberikan obat yang dapat menenangkan anak Anda, sesuai kondisinya. Setelah anak Anda tidur, pemeriksaan bisa dimulai.

Apa yang perlu diperhatikan setelah tes dilakukan?

tanda gangguan pendengaran pada anak

Audiologis akan memberikan hasilnya kepada dokter Anda untuk dianalisis. Sementara itu, anak Anda yang tertidur akibat obat bius akan dipantau oleh petugas kesehatan hingga sadar kembali. Setelah itu, Anda atau anak Anda boleh langsung pulang dan melakukan aktivitas seperti biasa.

Seperti apa hasil tes brainstem evoked response audiometry (BERA)?

Hasil tes BERA ditunjukkan dengan respons otak yang dibaca dan direkam melalui komputer. Hasil normal pemeriksaan ini bervariasi, tergantung pada pasien dan alat yang digunakan untuk melakukan tes.

Hasil abnormal pemeriksaan ini mungkin menunjukan tanda-tanda kondisi di bawah ini:

Jika tes menunjukkan hasil yang abnormal, dokter mungkin akan meminta Anda atau anak Anda melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebabnya. Setelah itu, dokter akan menyusun rencana perawatan yang tepat untuk kondisi Anda atau anak Anda.

Apa risiko yang mungkin terjadi akibat pemeriksaan ini?

Tes brainstem evoked response audiometry termasuk pemeriksaan yang mudah dan aman. Tidak ada risiko yang dapat ditimbulkan akibat prosedur pemeriksaan ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

ME, G., CG, J., AF, J., JR, D., & RJ, W. (1979). Brain stem evoked response audiometry in a clinical practice. The Laryngoscope, 89(7 Pt 1). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/449545/

Esteves, M., Dell’Aringa, A., Arruda, G., Dell’Aringa, A., & Nardi, J. (2009). Brainstem evoked response audiometry in normal hearing subjects. Brazilian Journal Of Otorhinolaryngology, 75(3), 420-425. doi: 10.1590/s1808-86942009000300018

Encyclopedia, M., & response, B. (2020). BAER – brainstem auditory evoked response: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 19 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003926.htm

BAER — Brainstem Auditory Evoked Response | Medical Tests | UCSF Benioff Children’s Hospital. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.ucsfbenioffchildrens.org/tests/003926.html

_ApplicationFrame | Children’s Minnesota. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.childrensmn.org/educationmaterials/childrensmn/article/15883/brainstem-auditory-evoked-response-or-auditory-brainstem-response-sedated/

What is the BAER test?. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.lsu.edu/deafness/baerexpl.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 29/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x