Selain Mengasah Otak, Belajar Matematika Juga Bisa Mencegah Pikun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti pernah mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan oleh guru atau orangtua. Saat belajar matematika, sebagian orang mungkin merasa bosan atau malas. Padahal, belajar matematika itu manfaatnya ada banyak, tak cuma supaya Anda mahir berhitung. Salah satu manfaat penting belajar matematika adalah mendukung fungsi otak dan meningkatkan kecerdasan.

Bagian otak apa yang bekerja saat kita belajar matematika?

Otak manusia terdiri dari empat “kamar”, atau yang dikenal dalam bahasa kedokteran sebagai lobus. Keempat kamar tersebut adalah lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus temporal. Setiap kamar tersebut memiliki lokasi yang berbeda dan fungsi yang berbeda pula.

Saat Anda belajar matematika, maka lobus frontal dan parietal akan bekerja lebih aktif. Lobus frontal sendiri terletak di daerah dahi Anda dan berfungsi untuk memproses informasi baru, berpikir logis, mengatur gerakan tubuh, dan berbahasa.

Bagian otak kedua yang bekerja keras saat Anda belajar matematika adalah lobus parietal. Fungsinya adalah mengatur indra peraba (sentuhan), mendeteksi lokasi dan arah, serta berhitung.

Benarkah belajar matematika bisa menambah kecerdasan?

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Ryuta Kawashima berusaha membandingkan otak peserta penelitian yang bermain game dengan peserta penelitian yang mengerjakan soal matematika yang cukup mudah (misalnya penjumlahan, pengurangan, dan perkalian). Awalnya para ahli mengira peserta yang bermain game akan memiliki otak yang lebih aktif dibanding yang mengerjakan matematika. Namun, ternyata jumlah bagian otak yang aktif saat mengerjakan matematika lebih banyak daripada saat bermain game.

Ketika Anda mengerjakan soal matematika yang mudah, area prefrontal pada otak anda akan menjadi aktif. Bagian ini berfungsi untuk belajar dan berpikir logis. Bahkan ketika Anda mengerjakan soal perkalian yang mudah (seperti 4×4), ternyata bagian otak yang berfungsi untuk berbicara juga menjadi aktif.

Ini karena secara tidak sadar otak Anda akan mengingat kembali bacaan tabel perkalian. Hal inilah yang membuat bagian otak Anda yang berfungsi untuk membaca turut menjadi aktif.

Selain itu, mengerjakan soal matematika juga dapat mengaktifkan kedua sisi pada otak Anda (sisi kiri dan kanan). Karena itu, Profesor Ryuta Kawashima menganjurkan agar Anda mengerjakan soal matematika sederhana beberapa saat sebelum Anda akan mengerjakan sesuatu yang sulit. Hal ini akan membuat Anda memproses informasi dengan lebih efisien karena otak Anda sudah teraktivasi.

autisme biasanya cerdas

Anda bahkan tidak perlu mengerjakan soal matematika yang terlalu sulit

Mungkin Anda berpikir bahwa semakin sulit soal yang dikerjakan, semakin banyak pula bagian otak yang aktif. Padahal, ternyata tidak demikian. Justru saat Anda mengerjakan soal matematika yang sulit, hanya sisi otak kiri saja yang bekerja. Sisi otak sebelah kiri merupakan area yang berfungsi untuk mengatur bahasa (pada orang yang tidak kidal).

Mengapa begitu? Ternyata saat mengerjakan soal yang sulit, misal 54 : (0,51-0,9) maka tentu Anda tidak langsung tahu jawabannya. Anda malah akan berkali-kali membaca soalnya. Inilah yang membuat bagian otak kiri Anda, yang berperan penting dalam fungsi bahasa, yang harus bekerja keras.

Berbeda dengan saat Anda mengerjakan soal yang mudah, karena sisi kiri dan kanan otak Anda akan menjadi aktif secara seimbang.

Latihan soal matematika juga bisa mencegah pikun

Ternyata, matematika dapat membantu mencegah dan mengatasi pikun, terutama pada mereka yang berusia lanjut. Ya, membaca soal matematika sambil bersuara ternyata mampu mencegah pikun bertambah parah.

Pada usia lanjut, umumnya akan terjadi penurunan kemampuan berpikir. Terutama pada bagian prefrontal yang akan diaktifkan bila Anda mengerjakan latihan soal matematika. Akan ada dua proses pada bagian otak untuk mengolahnya, yaitu kemampuan membaca soal dan angka-angka, mengoperasikan angka-angka tersebut, dan menggerakan tangan untuk menuliskan rumus, hitungan, dan hasil jawabannya. Hal sederhana ini ternyata dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan menurunkan tingkat keparahan pikun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit