4 Fakta Dasar Seputar Autisme yang Wajib Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), semakin lama kasus autisme di dunia semakin bertambah. Meskipun bertambah, makin banyak juga masyarakat yang tidak mengetahui tentang perkembangan, pengetahuan atau bahkan fakta tentang autis. Ada beberapa fakta tentang autis yang harus diketahui, agar banyak masyarakat tidak salah paham. Apa saja itu? Mari simak 5 fakta paling dasar dan penting untuk diketahui.

Fakta tentang autis yang paling dasar dan harus diketahui

1. Anak autis bisa didiagnosis sejak dini

menghadapi masalah di sekolah anak

Fakta tentang autis yang pertama ini mungkin cukup mencengangkan. Faktanya, banyak anak-anak yang berusia dibawah usia 18 bulan sudah didiagnosis memiliki gangguan spektrum autisme (ASD) Tetapi sebagian besar kondisi autisme ini juga bisa didiagnosis pada anak yang berusia lebih dari 24 bulan atau 2 tahun.

Alycia Halladay, PhD, kepala staf sains di Autism Science Foundation di New York City, mengatakan bahwa bila anak-anak berusia dua tahun udan  memiliki masalah pada interaksi sosial mereka, dan ini bisa menjadi faktor penentu diagnosis autisme pada anak.

Tidak ada tes medis yang bisa mencari tahu seseorang mengidap autisme atau tidak. Dokter anak biasanya memeriksa perilaku anak melalui perkembangan mereka lalu sembari mengecek lewat tes pendengaran, penglihatan dan neurologisnya untuk mengetahui ada gangguan autis atau tidak pada anak.

2. Gejala autis berbeda-beda

anak dengan autisme

Gejala gangguan spektrum autisme pada tiap orang berbeda-beda, ada yang gejalanya parah dan ada yang tidak. Gejala autisme umumnya menyerang kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Tak jarang, ia lebih sering menyendiri dibanding harus main dengan teman-teman sebayanya. Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme juga memiliki gejala yang suka mengulang beberapa gerakan dan perilaku, menghindari kontak mata alwan bicara, atau bahkan terobsesi dengan mainan tertentu.

Gejala pada fakta tentang autis ini bisa diperhatikan orangtua. Antara lain bila anak Anda mengalami perilaku sensitif terhadap suara, tidak menanggapi ucapan Anda, atau tidak tertarik terhadap suatu objek yang memang menarik.

3. Lebih banyak anak laki-laki yang mengidap autis

autisme pada anak perempuan

Fakta tentang autis yang ketiga ini menemukan bahwa lebih banyak anak laki-laki yang memiliki gangguan spektrum autisme dibanding anak perempuan. Lalu, ditemukan mitos bahwa anak laki-laki dari ras kulit putih lah yang lebih sering mengidap autisme. Namun itu belum terbukti benar. Semua ras, suku dan usia bisa mengidap gangguan spektrum autisme.

4. Vaksin atau imunisasi tidak akan menyebabkan autisme

vaksinasi dan imunisasi dan vaksinasi

Banyak mitos lagi yang beredar bahwa autisme disebabkan mendapatkan suntik vaksin atau imunisasi. Namun sayang, hal itu tidak benar. Thimerosal adalah bahan vaksin lain yang pernah meningkatkan risiko autisme.

Pada akhirnya, penelitian tentant bahan vaksin ini dianggap cacat atau tidak valid. Maka tidak ditemukan bukti pasti antara vaksin dan autisme saling berkaitan.  Bahkan, penelitian lanjutan lainnya secara konsisten malah menemukan vaksin untuk aman untuk kesehatan anak, dan tidak ada hubungannya dengan autisme.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kista Ganglion

Ganglion adalah kista yang umumnya terbentuk pada tendon dan persendian yang umum timbul di tangan. Berikut informasi lengkap tentang ganglion.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Normalnya, bagian tengah telapak kaki akan berlekuk. Namun, orang-orang penderita flat feet memiliki telapak kaki datar. Apa efeknya pada kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit