Definisi

Apa itu cedera otak berat?

Cedera otak berat atau cedera otak traumatik (traumatic brain injury/TBI) terjadi ketika kekuatan mekanik luar menyebabkan disfungsi otak.

Cedera otak traumatik berasal dari pukulan keras atau sentakan ke kepala atau tubuh. Benda yang menembus tengkorak, misalnya peluru atau pecahan benda di tengkorak, juga bisa menyebabkan cedera otak traumatik.

Di dalam artikel ini, kebanyakan dibahas tentang cedera otak berat atau cedera/trauma kepala berat, yang berakibat jaringan yang memar dan robek, perdarahan, dan kerusakan fisik lainnya pada otak yang dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang atau kematian.

Seberapa umumkah cedera otak berat?

Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa setiap tahun setidaknya 1,7 million kasus TBI terjadi di Amerika Serikat (pada semua golongan usia), dan TBI adalah faktor yang berkontribusi pada sepertiga (30,5%) kematian yang berhubungan dengan cedera. Remaja berumur 15-19 tahun, orang dewasa berumur 65 tahun dan lebih, dan laki-laki di semua kelompok umur paling mungkin mendapatkan TBI (Faul et al., 2010).

Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cedera otak berat?

Cedera kepala traumatik sedang sampai berat bisa memiliki semua tanda dan gejala cedera ringan, serta gejala di bawah ini yang mungkin muncul pada beberapa jam sampai hari pertama setelah cedera kepala:

Gejala fisik

  • Kehilangan kesadaran selama beberapa menit sampai jam
  • Sakit kepala terus-menerus atau yang semakin memburuk
  • Berulang kali muntah atau mual
  • Kejang-kejang
  • Pelebaran salah satu atau kedua pupil mata
  • Penyerapan cairan jernih dari hidung atau telinga
  • Tidak mampu bangun dari tidur
  • Lemah atau mati rasa pada jari-jari tangan dan kaki
  • Kehilangan koordinasi

Gejala kognitif atau mental

  • Kebingungan yang mendalam
  • Mudah marah, agresif atau kebiasaan tidak wajar lainnya
  • Bicara tidak jelas
  • Koma dan penyakit kesadaran lainnya

Bayi dan anak kecil dengan cedera otak mungkin kurang bisa berkomunikasi untuk melaporkan sakit kepala, gangguan indra, kebingungan, dan gejala serupa. Pada anak dengan cedera otak traumatik, Anda mungkin menyadari:

  • Perubahan dalam kebiasaan makan atau menyusui
  • Terus menangis dan tidak mampu dihibur
  • Sifat lekas marah yang tidak biasa atau mudah marah
  • Perubahan kemampuan untuk memperhatikan
  • Perubahan kebiasaan tidur
  • Suasana hati sedih atau depresi
  • Kehilangan minat bermain dengan mainan favorit atau beraktivitas

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Selalu temui dokter jika Anda atau anak telah menerima pukulan di kepala atau tubuh yang mencemaskan Anda atau menyebabkan perubahan kebiasaan. Carilah pertolongan medis darurat jika terdapat tanda atau gejala cedera otak traumatik setelah benturan baru-baru ini atau cedera traumatik ke kepala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab cedera otak berat?

Kejadian umum penyebab cedera otak traumatik, terutama trauma kepala adalah berikut:

  • Jatuh. Jatuh dari tempat tidur, terpeleset di kamar mandi, salah langkah, jatuh dari tangga, dan jatuh lainnya adalah penyebab paling umum cedera otak traumatik secara keseluruhan, terlebih pada orang dewasa yang lebih tua dan anak kecil.
  • Tabrakan yang berhubungan dengan kendaraan. Tabrakan yang melibatkan mobil, sepeda motor, atau sepeda—dan pejalan kaki yang terlibat dalam kecelakaan tersebut—adalah penyebab umum cedera otak traumatik.
  • Kekerasan. Sekitar 20 persen cedera otak traumatik disebabkan oleh kekerasan, misalnya luka tembak, kekerasan dalam rumah tangga atau penyiksaan anak. Sindrom guncangan bayi adalah cedera otak traumatik karena guncangan kuat pada bayi yang merusak sel-sel otak.
  • Cedera olahraga. Cedera otak traumatik mungkin disebabkan oleh cedera dari beberapa jenis olahraga, termasuk sepakbola, tinju, football, bisbol, lacrosse, skateboarding, hoki, dan olahraga berisiko tinggi atau ekstrem lainnya, terutama di usia muda.
  • Ledakan dan cedera akibat perkelahian lainnya. Ledakan adalah penyebab umum cedera otak traumatik dalam personil militer yang bertugas. Walaupun mekanisme kerusakan belum begitu dimengerti, banyak peneliti percaya bahwa gelombang tekanan yang masuk melalui otak secara drastis mengganggu fungsi otak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk cedera otak berat?

Orang paling berisiko mengalami cedera otak traumatik termasuk:

  • Anak-anak, terutama bayi baru lahir sampai anak berumur 4 tahun
  • Orang dewasa muda, terutama yang berumur antara 15 dan 24 tahun
  • Orang dewasa berumur 75 tahun dan lebih

Pada tahun 2008, aktivitas yang berakibat jumlah cedera kepala tertinggi pada semua umur adalah:

  • Bersepeda
  • American football
  • Basket
  • Baseball dan softball
  • Mengendarai kendaraan rekreasional macam gundukan kereta, go-cart, dan sepeda mini

Menurut Brain Injury Association of America, lima aktivitas utama yang bertanggung jawab dalam gegar otak pada anak dan remaja berumur 5-18 tahun yaitu:

  • Bersepeda
  • American football
  • Basket
  • Aktivitas taman bermain
  • Sepakbola

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk cedera otak berat?

Perawatan darurat untuk cedera otak traumatik sedang sampai parah fokus pada memastikan seseorang memiliki persediaan oksigen dan darah yang memadai, mempertahankan tekanan darah, dan mencegah cedera kepala atau leher lebih jauh.

Orang dengan cedera parah mungkin juga memiliki cedera lain yang harus ditangani. Perawatan tambahan di ruang darurat atau ICU rumah sakit akan fokus pada mengurangi kerusakan sekunder karena radang, pendarahan, atau berkurangnya persediaan oksigen menuju otak.

Pengobatan untuk membatasi kerusakan sekunder ke otak segera setelah cedera mungkin termasuk:

  • Diuretik. Obat ini mengurangi jumlah cairan di dalam jaringan dan meningkatkan pengeluaran urin, membantu mengurangi tekanan di dalam otak.
  • Obat antikejang. Orang yang mengalami cedera otak traumatik sedang atau parah berisiko mengalami kejang selama minggu pertama setelah cedera. Obat antikejang mungkin diberikan selama minggu pertama untuk menghindari kerusakan otak tambahan apapun yang mungkin disebabkan oleh cedera. Pengobatan antikejang tambahan hanya digunakan jika kejang terjadi.
  • Obat pemicu koma. Dokter kadang-kadang menggunakan obat yang membuat orang koma sementara karena otak yang koma membutuhkan lebih sedikit oksigen untuk berfungsi. Obat ini terutama membantu jika pembuluh darah, yang ditekan oleh meningkatnya tekanan di dalam otak, tidak sanggup mengalirkan jumlah nutrisi dan oksigen biasa ke sel-sel otak.

Operasi darurat mungkin diperlukan untuk mengurangi kerusakan tambahan ke jaringan otak. Operasi mungkin berguna untuk menangani masalah berikut:

  • Menghilangkan darah yang menggumpal (hematoma);
  • Memperbaiki tengkorak yang retak;
  • Membuka celah pada tengkorak.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cedera otak berat?

Karena cedera kepala traumatik biasanya darurat dan karena akibatnya bisa memburuk dengan cepat tanpa perawatan, dokter biasanya harus menilai situasi dengan cepat. Glasgow Coma Scale (GCS) atau Skala Koma Glasgow sering digunakan untuk menilai cedera kepala. Ini adalah skala dari 3-15 yang mengidentifikasi seberapa serius cedera kepala, berdasarkan gejala dan apakah otak telah rusak (dengan 3 paling parah dan 15 paling ringan).

Jika Anda mengamati seseorang terluka atau tiba segera setelah cedera, Anda mungkin mampu memberikan informasi yang berguna dalam menilai kondisi orang yang cedera kepada personel medis.

Menjawab pertanyaan di bawah ini mungkin bermanfaat dalam menilai keparahan cedera:

  • Bagaimana cedera terjadi?
  • Apakah seseorang pingsan?
  • Berapa lama seseorang pingsan?
  • Apakah Anda mengamati perubahan lainnya dalam kewaspadaan, berbicara, koordinasi atau tanda-tanda cedera lainnya?
  • Di bagian kepala atau bagian tubuh lainnya terbentur?
  • Apakah Anda mampu memberikan informasi tentang kekuatan cedera? Contohnya, apa yang menghantam kepala seseorang, berapa jauh dia jatuh, atau apakah seseorang terlempar dari kendaraan?
  • Apakah tubuh seseorang tersentak atau bergetar hebat?

Beberapa tes pencitraan yang berguna untuk membantu mendiagnosis cedera otak berat meliputi:

  • Computerized tomography (CT) scan
  • Magnetic resonance imaging (MRI).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cedera otak berat?

Jika Anda telah menderita cedera otak berat, Anda mungkin akan membutuhkan rehabilitasi untuk mendapatkan kembali fungsi otak sepenuhnya. Jenis rehabilitasi yang akan Anda dapatkan tergantung fungsi mana yang Anda kehilangan karena cedera. Orang yang telah menderita cedera otak akan sering memerlukan bantuan untuk mendapatkan kembali mobilitas dan kemampuan berbicara.

Cara mencegah cedera otak berat

Ikuti tips di bawah ini untuk mengurangi cedera otak:

  • Sabuk pengaman dan kantong udara. Selalu kenakan sabuk pengaman di dalam kendaraan bermotor. Anak kecil harus selalu duduk di bangku belakang mobil dan dijaga di bangku yang aman bagi anak kecil atau jok yang cocok untuk ukuran dan berat badannya.
  • Alkohol dan penggunaan obat-obatan. Jangan berkendara di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, termasuk obat resep yang dapat mengganggu kemampuan berkendara.
  • Helm. Kenakan helmet saat mengendarai sepeda, skateboard, sepeda motor, mobil salju atau kendaraan semua medan. Juga kenakan pelindung kepala yang tepat selagi bermain baseball atau olahraga kontak, ski, skating, snowboard, atau naik kuda.

Mencegah cedera kepala pada anak

Tips berikut dapat membantu anak menghindari cedera kepala:

  • Pasang gerbang keamanan di puncak tangga
  • Jaga tangga tetap bersih dan aman
  • Pasang penutup/teralis jendela untuk mencegah jatuh
  • Pasang keset kaki anti licin di bak kamar mandi atau shower
  • Gunakan taman bermain yang memiliki bahan penyerap benturan di atas tanah
  • Pastikan karpet tetap aman
  • Jangan biarkan anak bermain di tangga darurat atau balkon

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016