Kondisi Langka dan Unik, Sindrom Rambut Jabrik dan Susah Disisir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beruntunglah bagi Anda yang memiliki rambut halus dan menjuntai dengan indah. Anda tentu tidak akan mengalami kesulitan saat menyisir rambut setiap hari, bukan? Namun ternyata, tidak semua orang bisa seberuntung Anda, lho. Ya, ada 100 orang di dunia yang mengalami suatu sindrom langka yang menyebabkan rambutnya jadi mengembang, jabrik, dan susah disisir. Sindrom ini disebut dengan uncombable hair syndrome atau sindrom rambut susah disisir. Kok bisa, ya?

Sindrom rambut susah disisir itu apa, sih?

Sumber: Livescience

Sindrom rambut susah disisir atau uncombable hair syndrome (UHS) adalah salah satu kelainan pada helai rambut yang banyak dialami oleh anak-anak. Kondisi ini membuat penderitanya memiliki rambut yang mengembang seperti singa, berwarna pirang seperti jerami, tak beraturan, kering, dan tentunya susah disisir.

Mengutip dari Livescience, kondisi ini dialami oleh Taylor McGowan, seorang anak berusia 18 bulan asal Chicago. Ia memiliki rambut yang pirang, jabrik, dan sulit disisir seperti di gambar. Bahkan, ia sampai dijuluki sebagai mini Einstein karenanya.

Ya, Anda mungkin langsung terpikir dengan sosok Einstein. Bila diperhatikan, tokoh ternama tersebut juga memiliki rambut putih yang mengembang, tidak tertata rapi, dan mungkin saja susah disisir. Namun, para ahli tidak yakin betul apakah Einstein juga mengalami sindrom ini atau tidak.

Menurut Regina Betz, seorang dosen dari University of Bonn di Jerman sekaligus penulis makalah ternama tahun 2016, sindrom rambut susah disisir mulai terlihat pada anak-anak sejak usia 3 bulan sampai 12 tahun. Namun, kondisi ini umumnya akan semakin membaik seiring dengan bertambahnya usia.

Apa penyebab sindrom rambut susah disisir?

masker rambut kering

Pada dasarnya, sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab sindrom rambut susah disisir. Para ahli menduga ada peran mutasi genetik yang menyebabkan seseorang mengalami sindrom yang satu ini.

Anak-anak yang mengalami sindrom rambut susah disisir umumnya memiliki bentuk helai rambut yang berbeda dari anak normal lainnya. Anak-anak normal biasanya memiliki bentuk helai rambut yang lurus, bergelombang, atau keriting. Helai demi helai rambut ini akan tumbuh subur menjuntai ke bawah dan umumnya mudah diatur.

Di sisi lain, anak-anak dengan sindrom rambut susah disisir mengalami hal yang berbeda. Mereka memiliki bentuk helai rambut yang kaku, tidak lurus atau tidak keriting, berbentuk segitiga, atau bahkan berbentuk seperti hati.

Betz menduga, hal ini disebabkan oleh mutasi salah satu dari tiga gen, yaitu PADI3, TGM3, dan TCHH. Gen ini diyakini berasal dari salah satu orangtua, entah itu ayah atau ibunya. Jadi, kalau Anda atau pasangan Anda pernah mengalami sindrom ini sewaktu kecil, maka bisa jadi anak Anda akan mengalami hal yang sama.

Lantas, bagaimana cara mengatasi sindrom rambut susah disisir?

catok rambut

Rambut yang cenderung kusut dan susah disisir umumnya dapat diatasi dengan perawatan rambut secara teratur, baik dengan rutin keramas, pakai vitamin rambut, catok rambut, dan sebagainya. Namun nyatanya, hal ini tidak berlaku untuk orang yang mengalami sindrom rambut susah disisir.

Perawatan rambut yang terus menerus justru dapat membuat rambutnya semakin rapuh dan rusak. Sebab sebetulnya, masalah rambut jabrik dan pirang ini dapat membaik secara alami saat anak mulai memasuki masa remaja alias sedang puber. Jadi, Anda tak perlu melakukan hal apa pun untuk memperbaiki rambut anak Anda.

Kalau Anda tetap ingin melakukan perawatan rambut untuk anak, Anda bisa menggunakan conditioner dan sisir yang lembut. Namun ingat, sisir rambut anak secara perlahan agar tidak membuat rambutnya jadi rapuh atau rusak.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan suplemen biotin untuk membantu melembutkan tiap helai rambut anak. Sebuah laporan menunjukkan bahwa penggunaan suplemen biotin dapat meningkatkan kekuatan rambut tanpa membuatnya rusak. Rambut pun cenderung lebih mudah disisir setelah empat bulan suplementasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Selain lebih murah, waxing di rumah dengan bahan alami ternyata lebih aman karena memiliki kemungkinan infeksi lebih kecil daripada waxing di salon.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
pakai masker wajah setiap hari

Apakah Pakai Masker Wajah Setiap Hari Pasti Bikin Kulit Lebih Mulus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit