home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kondisi Langka dan Unik, Sindrom Rambut Jabrik dan Susah Disisir

Kondisi Langka dan Unik, Sindrom Rambut Jabrik dan Susah Disisir

Beruntunglah bagi Anda yang memiliki rambut halus dan menjuntai dengan indah. Anda tentu tidak akan mengalami kesulitan saat menyisir rambut setiap hari, bukan? Namun ternyata, tidak semua orang bisa seberuntung Anda, lho. Ya, ada 100 orang di dunia yang mengalami suatu sindrom langka yang menyebabkan rambutnya jadi mengembang, jabrik, dan susah disisir. Sindrom ini disebut dengan uncombable hair syndrome atau sindrom rambut susah disisir. Kok bisa, ya?

Sindrom rambut susah disisir itu apa, sih?

Sumber: Livescience

Sindrom rambut susah disisir atau uncombable hair syndrome (UHS) adalah salah satu kelainan pada helai rambut yang banyak dialami oleh anak-anak. Kondisi ini membuat penderitanya memiliki rambut yang mengembang seperti singa, berwarna pirang seperti jerami, tak beraturan, kering, dan tentunya susah disisir.

Mengutip dari Livescience, kondisi ini dialami oleh Taylor McGowan, seorang anak berusia 18 bulan asal Chicago. Ia memiliki rambut yang pirang, jabrik, dan sulit disisir seperti di gambar. Bahkan, ia sampai dijuluki sebagai mini Einstein karenanya.

Ya, Anda mungkin langsung terpikir dengan sosok Einstein. Bila diperhatikan, tokoh ternama tersebut juga memiliki rambut putih yang mengembang, tidak tertata rapi, dan mungkin saja susah disisir. Namun, para ahli tidak yakin betul apakah Einstein juga mengalami sindrom ini atau tidak.

Menurut Regina Betz, seorang dosen dari University of Bonn di Jerman sekaligus penulis makalah ternama tahun 2016, sindrom rambut susah disisir mulai terlihat pada anak-anak sejak usia 3 bulan sampai 12 tahun. Namun, kondisi ini umumnya akan semakin membaik seiring dengan bertambahnya usia.

Apa penyebab sindrom rambut susah disisir?

masker rambut kering

Pada dasarnya, sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab sindrom rambut susah disisir. Para ahli menduga ada peran mutasi genetik yang menyebabkan seseorang mengalami sindrom yang satu ini.

Anak-anak yang mengalami sindrom rambut susah disisir umumnya memiliki bentuk helai rambut yang berbeda dari anak normal lainnya. Anak-anak normal biasanya memiliki bentuk helai rambut yang lurus, bergelombang, atau keriting. Helai demi helai rambut ini akan tumbuh subur menjuntai ke bawah dan umumnya mudah diatur.

Di sisi lain, anak-anak dengan sindrom rambut susah disisir mengalami hal yang berbeda. Mereka memiliki bentuk helai rambut yang kaku, tidak lurus atau tidak keriting, berbentuk segitiga, atau bahkan berbentuk seperti hati.

Betz menduga, hal ini disebabkan oleh mutasi salah satu dari tiga gen, yaitu PADI3, TGM3, dan TCHH. Gen ini diyakini berasal dari salah satu orangtua, entah itu ayah atau ibunya. Jadi, kalau Anda atau pasangan Anda pernah mengalami sindrom ini sewaktu kecil, maka bisa jadi anak Anda akan mengalami hal yang sama.

Lantas, bagaimana cara mengatasi sindrom rambut susah disisir?

<a data-event-category=catok rambut” width=”640″ height=”424″ srcset=”https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/02/Kapan-Anak-Boleh-Menggunakan-Catok-Rambut-705×467.jpg 705w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/02/Kapan-Anak-Boleh-Menggunakan-Catok-Rambut-300×199.jpg 300w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/02/Kapan-Anak-Boleh-Menggunakan-Catok-Rambut-91×60.jpg 91w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/02/Kapan-Anak-Boleh-Menggunakan-Catok-Rambut-45×30.jpg 45w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px” />

Rambut yang cenderung kusut dan susah disisir umumnya dapat diatasi dengan perawatan rambut secara teratur, baik dengan rutin keramas, pakai vitamin rambut, catok rambut, dan sebagainya. Namun nyatanya, hal ini tidak berlaku untuk orang yang mengalami sindrom rambut susah disisir.

Perawatan rambut yang terus menerus justru dapat membuat rambutnya semakin rapuh dan rusak. Sebab sebetulnya, masalah rambut jabrik dan pirang ini dapat membaik secara alami saat anak mulai memasuki masa remaja alias sedang puber. Jadi, Anda tak perlu melakukan hal apa pun untuk memperbaiki rambut anak Anda.

Kalau Anda tetap ingin melakukan perawatan rambut untuk anak, Anda bisa menggunakan conditioner dan sisir yang lembut. Namun ingat, sisir rambut anak secara perlahan agar tidak membuat rambutnya jadi rapuh atau rusak.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan suplemen biotin untuk membantu melembutkan tiap helai rambut anak. Sebuah laporan menunjukkan bahwa penggunaan suplemen biotin dapat meningkatkan kekuatan rambut tanpa membuatnya rusak. Rambut pun cenderung lebih mudah disisir setelah empat bulan suplementasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri pada 25/08/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x