Panduan Memberikan Dosis Obat yang Aman untuk Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi anak yang sakit bukanlah pengalaman menyenangkan bagi setiap orangtua, dan naluri orangtua mendorong Anda untuk segera meringankan rasa sakitnya. Obat memberikan bantuan berharga, tetapi kunci kesembuhannya adalah kemampuan Anda untuk menentukan dosis tepat obat anak.

Dalam upaya untuk memastikan anak-anak mendapat dosis obat dalam dosis yang tepat, Food and Drugs Association (FDA), dilansir dari WebMD, telah mengeluarkan panduan terbaru untuk perusahaan yang memproduksi, mendistribusikan, dan menjual obat-obatan nonresep yang dikemas dengan alat penitis, jarum suntik, sendok obat, dan cangkir obat.

FDA mengatakan dirilisnya panduan dosis obat nonresep untuk anak dilakukan atas dasar kekhawatiran tentang potensi overdosis tak disengaja sebagai hasil dari takaran cangkir, sendok, atau perangkat lain yang tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan pada label obat.

Panduan menakar dosis obat nonresep untuk anak

Pedoman FDA merekomendasikan saat setiap kali akan menakar dosis obat nonresep untuk anak, orangtua harus selalu:

  • Teliti membaca label fakta obat (dosis, komposisi, bahan aktif, efek samping, cara penggunaan) yang tertera pada label obat
  • Mengenali apa-apa saja bahan aktif dalam obat anak umum
  • Memberikan dosis dalam yang akurat untuk anak. Obat-obatan tertentu untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak (misal: aspirin)
  • Konsultasi dengan dokter, perawat, atau apoteker untuk mengetahui obat mana yang bisa dikombinasikan dengan obat lain, dan mana yang tidak
  • Mengetahui bedanya sendok teh dan sendok makan
  • Menggunakan alat takar dosis yang dikemas bersama dengan obat, misalnya alat penitis atau cangkir dosis
  • Mengetahui berat anak yang sakit. Dosis pediatrik umumnya ditentukan sesuai dengan usia atau berat badan anak. Dosis yang dihitung sesuai dengan berat badan jauh lebih akurat, terutama jika anak Anda lebih kecil atau lebih besar dari anak-anak lain pada usia yang sama (obat pada dasarnya akan diencerkan ke dalam volume cairan tubuh; makanya dosis per berat badan setiap anak akan berbeda). Oleh karena itu, pastikan Anda tahu berat badan anak Anda sehingga Anda dapat memberikan informasi untuk dokter atau apoteker bila diperlukan. Jika Anda menggunakan obat nonresep untuk anak dan dosis pada label hanya menggunakan petunjuk usia, bicarakan dengan apoteker Anda untuk informasi tambahan
  • Menggunakan obat yang dikemas dengan penutup khusus yang sulit diutak-atik oleh anak
  • Menyimpan semua persediaan obat jauh dari jangkauan anak, dan simpan dalam kemasan aslinya
  • Periksa obat tiga kali sebelum memberikannya pada anak

Pedoman ini menggambarkan bagaimana penakaran dosis menggunakan alat penakar dosis khusus dapat meminimalisir risiko overdosis tidak disengaja saat menggunakan obat nonresep versi cair, seperti obat flu, pilek demam, batuk, masalah pencernaan, dan nyeri.

Hindari salah memberikan obat

Untuk menghindari kesalahan memberikan obat resep untuk anak, beberapa elemen ini harus dipertimbangkan:

  • Dosis obat yang diresepkan dalam miligram (mg). Jika Anda diberi obat dalam bentuk cair, apoteker akan mengkonversi dosis ini ke mililiter (ml) sesuai dengan konsentrasi obat. Ikuti petunjuk apoteker Anda dengan akurat dalam rangka untuk memberikan anak Anda dosis yang tepat. Kesalahan pengobatan lebih sering dengan obat dalam bentuk cair
  • Kocok formulasi obat cair dengan baik sebelum memberikannya pada anak, terutama suspensi oral karena partikel obat seringnya mengendap di bagian bawah botol. Hal demi memastikan Anda menakar dosis yang stabil di setiap penggunaan
  • Ikuti dosis. Bahkan sekalipun anak tampak sangat sakit kepayahan, jangan mengubah dosis atau frekuensi pemberian obat. Jika Anda khawatir tentang kondisi kesehatan anak Anda, konsultasikan dengan dokter. Jangan mengutak-atik dosis hanya berdasarkan insting
  • Jika ada dosis yang terlewat, jangan gandakan dosis di waktu berikutnya. Tanyakan apoteker untuk apa yang harus Anda lakukan
  • Jika anak Anda muntah tak lama setelah minum obat, bicarakan dengan apoteker Anda sebelum memberikan dosis selanjutnya. Semua obat tidak diserap pada tingkat yang sama oleh anak, apoteker akan mempertimbangkan ini sebelum memberikan Anda petunjuk pribadi
  • Jangan pernah membandingkan obat sebagai permen saat membujuk anak Anda untuk meminum dosisnya. Ia akan cenderung mengonsumsinya tanpa sepengetahuan Anda
  • Beri tahu apoteker Anda jika anak Anda sulit untuk menelan obat tablet. Obat yang sama dalam formulasi cair mungkin tersedia. Bicaralah dengan apoteker Anda sebelum memotong atau menghancurkan tablet. Lapisan pada tablet mungkin diperlukan untuk efektivitas obat. Selain itu, beberapa pelapis membantu menutupi rasa tidak menyenangkan dari obat

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

    Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

    Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Konten Bersponsor
    penyebab stunting
    Kesehatan Anak, Parenting 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

    Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Konten Bersponsor
    Batuk ke arah siku etika batuk
    Batuk, Kesehatan Pernapasan 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    kesehatan dan kebahagiaan anak

    Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara alami mengatasi demam pada anak

    Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    bayi demam naik turun

    Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

    Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

    Ditulis oleh: Thendy Foraldy
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit