3 Manfaat Melatih Anak untuk Ikut Bantu Beres-Beres Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju, dan memasak adalah tanggung jawab orangtua. Namun, bukan berarti semuanya harus dibebani pada Anda yang mungkin juga harus bekerja. Anda memang bisa menyewa jasa asisten rumah tangga agar terasa lebih ringan, tapi tidak ada salahnya juga mengajarkan anak untuk mulai membantu Anda beres-beres rumah sejak kecil. Selain bikin rumah jadi lebih rapi, melatih anak membersihkan rumah ternyata juga bermanfaat untuk tumbuh kembangnya hingga dewasa nanti.

Yuk, ajarkan anak membersihkan rumah sejak kecil!

Walaupun bisa dibantu jasa asisten rumah tangga, Anda tetap harus mengajari anak bagaimana caranya melakukan pekerjaan rumah dengan baik dan benar. Kenapa harus?

Berikut manfaat melatih dan mengajarkan anak membereskan rumah yang bisa berdampak baik bagi masa depannya.

1. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anak

anak membantu bersih rumah

Bersih-bersih rumah, seperti menyapu atau mengepel, membantu anak meningkatkan keterampilan motoriknya sekaligus juga keterampilan sosialnya. Dengan mengajarkan mereka beres-beres rumah, anak juga akan jadi lebih paham bahwa menjaga kebersihan itu penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan penghuni rumah lainnya.

Sementara mengajarkannya berkebun dan merawat tanaman akan melatih anak untuk lebih mencintai lingkungan sekitar. Memasak dan berbelanja pun demikian. Anak jadi tahu bagaimana cara membedakan daging yang segar dan daging busuk, buah dan sayur yang masih segar, dan cara mencuci sayur dan buah dengan benar. Anak juga bisa mengembangkan pola makan sehatnya sedari dini dengan ikut memasak makanan di rumah.

2. Mengajarkan anak mandiri dan bertanggung jawab

anak menyapu
                                                                          sumber: dustpan.com

Melatih anak membersihkan rumah secara tidak langsung mengajarkannya untuk tidak bergantung pada orang lain. Terutama pada situasi di mana Anda, asisten rumah tangga, atau saudaranya tidak dapat membantu.

Anak tentu akan berusaha untuk melakukan sesuatu dengan mengandalkan dirinya sendiri. Misalnya, membuat sarapan sendiri karena sudah terbiasa membantu menyiapkan makanan dan memasak. Selain itu, anak juga menjadi lebih bertanggung jawab pada diri sendiri, misalnya sesederhana selalu membuang sampah di tempatnya ketika sedang beraktivitas di luar karena sudah terbiasa di rumah.

3. Membangun hubungan yang erat dengan anggota keluarga yang lain

makanan untuk meningkatkan gizi anak

Kesibukan orangtua sering menjadi penghalang untuk mempererat hubungan antara anak dengan orangtua, terutama pada sang ayah.

Padahal, tidak perlu menunggu waktu liburan untuk membangun kedekatan satu sama lain. Anda bisa bikin sesi gotong-royong beres-beres rumah di akhir pekan bersama keluarga. Pada momen inilah, akan tercipta waktu dan kesempatan untuk mempererat hubungan antara anak dan orangtua, serta sesama saudara.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan

Melatih anak untuk melakukan pekerjaan rumah tangga bisa meringankan pekerjaan Anda. Namun, Anda tetap harus mengawasi anak dalam mengerjakannya atau bagaimana hasilnya. Selain itu, beri tahu anak hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan. Misalnya, berhati-hati saat mengepel karena berisiko jatuh terpeleset atau tidak bercanda saat mencuci piring karena bisa pecah dan melukai orang sekitar.

Selain itu, Anda juga harus memberikan pekerjaan atau tugas yang sesuai dengan usianya. Misalnya, mengajarkan anak usia 3-4 tahun untuk lebih dulu terbiasa membereskan mainan di kamarnya. Sementara untuk anak usia 8 tahun ke atas mungkin sudah bisa diberi tugas untuk membantu Anda memasak di dapur.

Alangkah baiknya, jika Anda diskusi terlebih dahulu dengan anggota keluarga yang lain. Anak bisa memilih pekerjaan rumah yang disukai dan dikuasainya. Jangan lupa untuk memberi pujian ketika anak dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit