Ibu Wajib Tahu, Kunci Kesehatan Anak Ada di Pencernaannya!

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Ibu, sebagian besar kesehatan anak dipengaruhi oleh sistem pencernaan yang sehat? Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh peran bakteri yang seimbang di dalam usus. Keseimbangannya dapat dijaga dengan asupan makanan bernutrisi. Lebih jauh lagi, mari ketahui peran bakteri di dalam usus untuk pencernaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan anak secara keseluruhan.

Memahami kaitan sistem pencernaan dan kesehatan anak secara menyeluruh

Kesehatan pencernaan anak

Kesehatan pencernaan memiliki peran penting terhadap kesehatan anak keseluruhan. Mengutip salah satu penelitian dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology, sistem pencernaan memegang peranan sebesar 70 persen dalam kesehatan tubuh manusia secara utuh.  

Usus adalah salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Di dalam usus terdapat mikroorganisme yang membentuk dan menjaga kesehatan lingkungan usus. Mikroorganisme merupakan kumpulan dari bakteri, virus, archaea (organisme sel tunggal yang bekerjasama dengan bakteri baik dalam mengurai makanan), dan eukaryotes (sel induk). Kumpulan mikroorganisme tersebut dinamakan mikrobiota usus. Komposisi mikroorganisme ini perlu dijaga keseimbangannya.

Apabila mikrobiota usus ini tidak terjaga keseimbangannya, kemungkinan besar sistem pencernaan dapat mengalami gangguan sehingga turut menghambat penyerapan nutrisi anak dan menyebabkan sakit perut sebagai gejalanya.  

Selain itu, peningkatan dan keseimbangan mikrobiota usus ditentukan pula dari makanan padat yang ia peroleh, hingga pemilihan nutrisinya. Mikrobiota ini secara bertahap akan mendukung pembentukan daya tahan atau imunitas anak.

Sistem pencernaan yang sehat dukung penyerapan nutrisi anak

Lalu bagaimana sistem kerja mikrobiota ini terhadap daya tahan tubuh si kecil? Secara mekanisme, mikrobiota menghasilkan asam lemak rantai pendek. Asam lemak rantai pendek ini merupakan hasil fermentasi bakteri baik di dalam usus besar yang berasal dari makanan anak, terutama makanan berserat dan makanan bertepung (starch).

Asam lemak rantai pendek ini berperan penting mendukung penyerapan nutrisi dan kerja neurotransmitter di dalam tubuh anak. Mari kita pelajari bagaimana asam lemak rantai pendek berperan terhadap penyerapan nutrisinya.

Asam lemak rantai pendek dapat menurunkan pH di dalam usus, sehingga menghambat perkembangan bakteri patogen yang bisa mencegah penyerapan nutrisi optimal. Dengan mekanisme tersebut, usus mampu meningkatkan penyerapan nutrisi anak. Maka, mikrobiota usus yang terjaga komposisinya pasti akan mengoptimalkan penyerapan nutrisi anak.

Dalam perannya lebih lanjut, asam lemak rantai pendek mampu meningkatkan metabolisme tubuh dari penyerapan nutrisi anak. Metabolisme merupakan mekanisme tubuh dalam mencerna dan menyerap makanan, sehingga menghasilkan energi di dalam tubuh. 

Proses metabolisme ini mampu tingkatkan kesehatan tubuh anak, terutama dalam mencegah risiko obesitas. Hal ini dilatarbelakangi oleh asam lemak rantai pendek (khususnya butirat dan propionat sebagai produk asam lemak rantai pendek) yang dapat merangsang produksi hormon di dalam usus guna meregulasi selera makan anak dan mencegahnya dari nafsu makan berlebih.

Kesehatan sistem pencernaan dukung daya tahan tubuh anak

kesehatan anak

Sebelumnya dikatakan bahwa asam lemak rantai pendek yang dihasilkan mikrobiota usus dalam proses fermentasi bermanfaat sebagai neurotransmitter. Neurotransmitter merupakan “alat komunikasi” pada sistem saraf yang menghubungkan mikrobiota usus dengan otak dalam tugas regulasi sistem imun tubuh.

Mikrobiota usus yang terjaga seimbang dapat mendukung kerja sel imun dalam melawan bakteri patogen penyebab penyakit. Mikrobiota ini juga mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen agar tidak mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan.

Mikrobiota di dalam sistem pencernaan anak membantu meningkatkan kerja sel imun dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Sel imun ini berperan dalam mengidentifikasi musuh di dalam tubuh, seperti bakteri patogen. Sistem imun dan mikrobiota bersinergi dalam melawan bakteri jahat. 

Melalui neurotransmitter, mikrobiota usus berkomunikasi dengan otak untuk memicu kerja imun dalam menekan perkembangan bakteri patogen. Dengan begitu, mikrobiota dapat mengaktifkan mekanisme imunomodulasi pada sistem imun. Imunomodulasi merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk bereaksi melawan peradangan.

Di sini, mikrobiota berkomunikasi dengan sel imun untuk menstimulasi kerja sel T (bagian sel darah putih sebagai mekanisme imunitas tubuh) untuk memproduksi protein sitokin yang bekerja dalam meredam peradangan penyakit karena bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Tak terlepas dari itu, mikroorganisme usus juga terdiri atas bakteri baik yang berperan besar dalam merawat mikrobiota usus. Bakteri baik ini biasanya hidup berkumpul (secara koloni) di dinding usus. Bakteri baik pemicu kerja sel darah putih di dalam usus, terutama dalam melawan inflamasi atau peradangan akibat infeksi. Ia bekerja dalam saluran pencernaan dan memicu perbaikan pada jaringan sel yang rusak.

Apabila keseimbangan mikrobiota tidak terjaga, hal ini menimbulkan risiko pada penyerapan nutrisi anak. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat memberi peluang bakteri patogen untuk menginfeksi tubuh, karena sistem imun tidak terjaga kekuatannya. Patogen yang menginfeksi sistem pencernaan dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak. Bila kondisi ini tidak segera ditangani, ke depannya, anak mungkin saja mengalami masalah malnutrisi.

Keseimbangan mikrobiota usus memiliki efek yang berkesinambungan antara meningkatkan penyerapan nutrisi anak, mendukung metabolisme, serta meningkatkan sistem imun. Oleh karenanya, penting untuk menjaga sistem pencernaan dengan asupan prebiotik.

Cara menjaga mikrobiota usus anak

kesehatan sistem pencernaan anak

Kini Ibu sudah tahu betapa pentingnya menjaga mikrobiota untuk dukung kesehatan sistem pencernaan anak dan tubuhnya secara menyeluruh. Sekarang, Ibu perlu bantu si kecil merawat sistem pencernaannya, yakni dengan asupan kaya prebiotik. Prebiotik merupakan substansi yang tidak dicerna usus. Ia bekerja dengan menstimulasi pertumbuhan mikrobiota usus, untuk meningkatkan perkembangan bakteri baik di dalam usus.

Dalam fungsinya menjaga bakteri baik di dalam usus, prebiotik membantu pembusukan atau fermentasi makanan di dalam usus besar. Cara ini mendukung pertumbuhan bakteri di dalam usus, serta menekan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli dan C. difficile, yang dapat mengganggu kerja sistem cerna. Hasil fermentasi ini juga mendukung produksi asam lemak rantai pendek yang membantu kerja metabolisme dan penyerapan nutrisi pada tubuh anak.

Makanan mengandung prebiotik mudah ditemukan sehari-hari. Ibu bisa memberikan deretan makanan di bawah ini untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan anak.

  • Sayuran: kubis, jagung, asparagus, kacang polong, bawang putih
  • Biji-bijian: kacang merah, kacang kedelai (termasuk tempe dan tahu)
  • Buah-buahan: persik, rambutan, melon, delima, kurma, jeruk bali
  • Sereal atau roti: roti putih, gandum, pasta

Selain makanan di atas, berikan pula susu dengan kandungan prebiotik dan probiotik yang dapat membantu tingkatkan kesehatan sistem pencernaan anak. Prebiotik akan bekerja secara sinergis dalam meningkatkan kerja sistem imun tubuh. 

Tak hanya prebiotik dan probiotik, kandungan protein whey di dalam susu anak mampu meningkatkan fungsi imunomodulasi dalam menangani infeksi penyakit dan menjaga daya tahan tubuh.Dengan begitu, anak mampu mendapatkan tambahan asupan nutrisi, serta penyerapan nutrisinya jadi optimal karena mikrobiota ususnya pun terjaga dan sistem imunnya dapat bekerja dengan baik.

Bu, karena peranan sistem pencernaan anak yang begitu kompleks dapat berdampak pada kesehatannya secara utuh, selalu perhatikan asupan makanan yang terbaik untuk jaga kesehatan ususnya. Semoga si kecil sehat selalu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Bayi memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna sehingga rentan mengalami gangguan. Apa saja gangguan pencernaan pada bayi yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 14 September 2018 . Waktu baca 10 menit

4 Cara Memelihara Bakteri Baik, Kunci Penting Bagi Kesehatan Si Kecil

Anak sangat rentan dengan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, orangtua harus meningkatkan bakteri baik untuk ususnya. Bagaimana caranya? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 1 September 2018 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Berbagai Enzim Pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Proses pencernaan makanan dalam tubuh dikendalikan oleh sekelompok enzim pada pencernaan. Yuk, kenalan dengan masing-masing enzim sistem pencernaan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 Juni 2018 . Waktu baca 6 menit

5 Bahaya Penyakit Celiac Jika Tidak Diobati Dengan Tepat

Tak banyak yang tahu tentang penyakit celiac. Namun penyakit ini dapat berakibat fatal jika tak ditangani dengan baik Apa saja komplikasi yang bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Albert Novianto
Hidup Sehat, Tips Sehat 7 April 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
potret anak bahagia bebas dari alergi karena orangtua menjaga keseimbangan mikrobiota usus

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat makan kaktus

Bukan Sekadar Tanaman Hias, Ini 5 Manfaat Makan Kaktus Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
makanan fermentasi

7 Makanan Fermentasi Terbaik untuk Lancarkan Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2018 . Waktu baca 5 menit