Kapan Ortu Mesti Melatih Anak Makan Pakai Sendok dan Garpu?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/11/2018
Bagikan sekarang

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah boleh makan makanan lain selain ASI. Ia bisa menikmati sari buah, bubur tim, atau biskuit bayi yang dilumatkan. Ketika memasuki fase ini, memang si kecil membutuhkan orangtua atau bantuan orang dewasa untuk menyuapinya makanan. Namun, seiring bertambahnya usia, si kecil juga harus diajari menggunakan sendok dan garpu sendiri. Lantas, kapan  waktu yang tepat untuk mengajari anak makan pakai sendok?

Waktu yang tepat mengenalkan anak makan pakai sendok dan garpu

Meski berantakan, mengajarkan anak makan sendiri itu penting. Selain melatih kemandirian anak, Anda juga mengasah keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh si kecil, yaitu memegang dan memasukkan makanan ke mulut. Meski kelihatannya mudah, anak memerlukan waktu yang cukup lama untuk mempelajari hal ini.

“Sekitar usia 6 bulan, bayi sudah bisa menggenggam makanan di telapak tangan mereka, kemudian diikuti dengan kemampuan menjepit makanan dengan jarinya.”, jelas Eileen Behan, RD, LD, seorang penulis buku berjudul The Baby Food Bible, seperti dilansir dari The Bump.

Pada usia tersebut bayi memang sudah bisa menggenggam sendok dan peralatan makan lainnya yang ringan. Namun, ia belum bisa menyendok makanan dengan benar. Kemungkinan besar ia hanya akan menggerakkan sendok plastik ringan ke atas ke bawah dengan beberapa kali jatuh terlepas.

Ketika bayi mencapai usia 13 atau 18 bulan, umumnya anak-anak sudah bisa diajari makan sendiri dengan menggunakan sendok. Tiga bulan setelahnya, anak sudah bisa sangat mahir menggunakan sendok dan peralatan makan lainnya.

Beda dengan sendok, melatih si kecil menggunakan garpu perlu perhatian ekstra. Kenapa? Garpu memiliki ujung yang tajam dan bisa membahayakan bayi. Jadi, Anda sebaiknya melatih penggunaan garpu setelah anak mampu menggunakan sendok dengan baik.

Tips melatih anak makan pakai sendok dan garpu

Sumber: Parenting

Melatih anak menggunakan sendok perlu kesabaran. Mungkin anak berkali-kali menjatuhkan sendok, mengotori meja, atau membuat cucian menumpuk karena bajunya yang kotor kena makanan. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika mengajari anak pakai sendok, antara lain:

1. Kenali tanda-tandanya

Perkembangan kemampuan motorik anak berbeda-beda. Ada yang cepat, ada juga pula yang lambat. Meski anak sudah lebih dari satu tahun, jangan memaksa anak jika ia belum siap. Anda harus perhatikan bagaimana respons anak dengan sendok, apakah ia terlihat tertarik dan penasaran atau tidak.

2. Pilih sendok yang sesuai untuk usianya

Orang dewasa pasti terbiasa menggunakan sendok atau garpu logam. Namun, kedua peralatan makan tersebut tidak cocok jika digunakan si kecil untuk latihan. Pilih sendok yang ringan, biasanya terbuat dari plastik dan bentuknya lebih kecil. Anda bisa memilih sendok yang ujungnya dilapisi karet sehingga tidak mudah lepas dari tangan si kecil.

3. Tahu kapan anak harus pakai sendok atau garpu

Sendok dan garpu memiliki fungsi yang berbeda. Sendok digunakan untuk mengambil makanan yang ukurannya cukup kecil atau berair, seperti sup, nasi, bubur, yogurt, atau puding. Sementara garpu digunakan untuk mengambil makanan yang cukup licin atau lebih besar, misalnya potongan buah, pasta, atau mie.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

When Do Toddlers Start Self-Feeding? https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/growth/when-do-toddlers-start-self-feeding/. Accessed on October 26, 2018.

When Should I Give Baby a Spoon? https://www.thebump.com/a/when-can-baby-use-spoon. Accessed on October 26, 2018.

When Should I Introduce a Spoon to My Toddler? https://www.verywellfamily.com/when-should-i-introduce-a-spoon-to-my-toddler-290125. Accessed on October 26, 2018.

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Balita 60 Bulan atau 5 Tahun

Perkembangan balita 60 bulan atau 5 tahun, termasuk mampu memanjat, menggambar dan mengulang cerita yang didengar. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Perkembangan Balita 57 Bulan atau 4 Tahun 9 Bulan

Perkembangan balita 57 bulan atau 4 tahun 9 bulan sudah semakin aktif bergerak dan bicara, serta lebih mandiri. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Sedikit Beda dengan Usia Sebelumnya, Ini MPASI untuk Bayi Usia 7 Bulan

Keterampilan makan dan tekstur MPASI bayi semakin lama akan semakin berkembang, termasuk di usia 7 bulan. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Finger Food yang Cocok untuk Bayi yang Belum Punya Gigi

Finger food sangat cocok diberikan pada bayi untuk melatihnya makan sendiri. Namun, apa saja contoh finger food yang bisa ia kunyah jika tidak punya gigi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020
Membuat Menu Makanan Bayi 8 Bulan Tidak Sulit, Kok! Ini Inspirasi yang Bisa Dicoba

Membuat Menu Makanan Bayi 8 Bulan Tidak Sulit, Kok! Ini Inspirasi yang Bisa Dicoba

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020