9 Tindakan Ortu Saat Anak Kedapatan Menonton Konten Porno

    9 Tindakan Ortu Saat Anak Kedapatan Menonton Konten Porno

    Di era digital, konten-konten vulgar kini semakin mudah ditemukan. Bahkan, sejumlah situs mesum tidak menyertakan batasan usia. Akibatnya, anak dapat dengan mudah mencari dan menonton film porno. Bagi orangtua yang tidak ingin buah hatinya menyaksikan tontonan dewasa sebelum waktunya tentu merasa khawatir. Lalu, sebagai orang tua, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

    Orangtua perlu waspada, pornografi ada dimana-mana!

    anak mengalami tunagrahita

    Menurut para ahli dari Middlesex University, pornografi menjadi permasalahan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan.

    Pasalnya, sejumlah anak sudah mulai mengakses konten dewasa sejak usia sekolah dasar.

    Melansir situs Youth First, kebanyakan anak laki-laki dengan sengaja mencari konten-konten porno di internet.

    Bahkan, sebagian dari mereka mengalami kecanduan pornografi.

    Namun, bukan berarti anak perempuan tidak mengalami hal yang sama. Mereka juga berisiko mengalami kecanduan terhadap konten tersebut.

    Mirisnya, pornografi tidak hanya diperoleh saat anak menonton film porno, melainkan dalam berbagai media yang umumnya ditujukan untuk anak-anak seperti game, komik, hingga film kartun.

    Oleh karena itu, di era digital ini, Anda perlu melakukan upaya-upaya ekstra dalam mendidik dan mengasuh anak.

    Pada hal ini termasuk mencegah buah hati Anda menonton tayangan porno serta melakukan tindakan yang tepat bila sudah terlanjur.

    Memergoki anak menonton film porno, apa yang harus dilakukan?

    anak punya media sosial

    Pornografi dapat berbahaya bagi kesehatan mental anak. Lantas bagaimana jika Anda mendapati si kecil menonton konten tersebut?

    Berikut tindakan yang bisa Anda lakukan ketika memergoki anak sedang menyaksikan konten porno.

    1. Tetap tenang

    Ketika mendapati anak mengakses gambar atau video yang tidak pantas, sebaiknya Anda tidak langsung marah begitu saja, apalagi tanpa menjelaskan alasannya.

    Reaksi berlebihan seperti marah atau berteriak hanya dapat membuat anak semakin penasaran.

    Akibatnya, mereka tetap akan mencari konten tersebut secara sembunyi-sembunyi.

    2. Tanyakan darimana ia memperoleh tontonan tersebut

    Terkadang orang tua tidak menyadari kemampuan anak dalam menjelajah dunia maya.

    Tubuhnya memang ada di rumah, tetapi dengan smartphone di tangan, ia mungkin sudah mengembara kemana-mana.

    Penting bagi orangtua untuk mengetahui darimana ia mendapatkan konten porno.

    Jika jawaban anak tidak memuaskan Anda, cobalah untuk mengecek riwayat pencarian di gawai pribadinya dan mencari tahu dengan siapa saja ia berhubungan di internet.

    3. Jelaskan tentang hal-hal yang pantas dan tidak pantas

    Memasuki usia pubertas, wajar jika anak merasa penasaran pada hal-hal yang berbau seksual.

    Alhasil, anak menonton film porno untuk menjawab rasa penasarannya terhadap aktivitas seksual dan keintiman.

    Oleh karena itu, segeralah luangkan waktu untuk melakukan edukasi seks kepada mereka.

    Coba jelaskan tentang apa yang pantas dan tidak pantas dilihat anak. Sampaikan pula hal-hal yang belum saatnya dilakukan di usia mereka.

    4. Tunjukkan rasa kecewa

    Daripada memberikan hukuman dan bentakan yang keras, lebih baik tunjukkan kekecewaan kepada anak.

    Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Mama tidak menyangka kamu menonton video yang seperti ini.”

    Kalimat semacam itu setidaknya dapat menimbulkan rasa bersalah dalam diri anak.

    Harapannya, ia kemudian berusaha untuk menghindari hal-hal semacam itu agar Anda tidak kecewa padanya.

    5. Berikan kepercayaan pada anak

    Anda tentu merasa sangat khawatir ketika memergoki anak menonton film porno, bukan?

    Berbagai dugaan kemudian muncul di benak Anda dan bertanya-tanya, “Apakah anak saya sudah kecanduan?”

    Wajar jika Anda merasa demikian. Namun, sebaiknya hindarilah berburuk sangka dan menuduh anak sembarangan.

    Berikan ia kepercayaan dan kesempatan untuk membuktikan bahwa hal itu tidak akan terulang lagi.

    6. Ajari anak cara bermain internet yang aman

    Kebanyakan konten porno lebih mudah didapatkan melalui internet. Ada kemungkinan ia tidak berniat menonton konten tersebut.

    Namun, ia bisa tidak sengaja menontonnya karena diarahkan oleh tautan tertentu. Oleh karena itu, ajarilah mereka cara menggunakan internet yang aman.

    Beritahu anak untuk tidak mengklik link sembarangan. Peringati pula untuk tidak berinteraksi dengan akun-akun asing di dunia maya.

    7. Lakukan pembersihan di gadget anak

    Jika anak bisa menonton film porno di gawai mereka, bukan tidak mungkin hal itu dapat terulang lagi, baik sengaja maupun tidak sengaja.

    Bahkan, bisa jadi ia sudah terjebak dan terus menerus dikirimi sajian porno secara otomatis.

    Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera melakukan pembersihan. Anda bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan orang yang lebih ahli.

    8. Tingkatkan keamanan akses internet

    Agar masalah ini tidak terulang lagi, cobalah memperketat keamanan akses internet anak.

    Berikut beberapa saran cara untuk memastikan keamanan anak ketika membuka internet.

    • Memblokir situs-situs mesum di mesin pencari.
    • Menduplikasi akun-akun anak pada perangkat Anda agar bisa dipantau interaksinya.
    • Membatasi akses internet hanya di ruangan keluarga.
    • Memasang password yang tidak diketahui anak sehingga ia hanya bisa mengakses internet atas persetujuan Anda.

    9. Evaluasi pergaulan anak

    Memasuki usia remaja, anak menjadi semakin akrab dengan orang-orang di luar rumah seperti teman sekolah, tetangga, dan sebagainya.

    Anak bisa saja mendapati konten porno dari teman atau dari orang yang umurnya lebih tua.

    Jika ia mendapatkan konten porno dari orang-orang tersebut, sebaiknya Anda batasi pergaulan anak dengan mereka.

    Selanjutnya, perkenalkan atau arahkan ia bergaul dengan teman-teman baru yang menurut Anda lebih terpercaya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 11/07/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan