Anak Mengalami OCD, Apa yang Dapat Anda Lakukan sebagai Orang Tua?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering memergoki si kecil melakukan hal yang sama berulang-ulang tanpa alasan yang jelas? Misalnya, merapikan tasnya berkali-kali ketika akan berangkat ke sekolah atau si kecil kerap kali mencuci tangan berulang-ulang padahal tangannya sudah bersih dan kering? Bila jawabannya iya, hal ini bisa jadi tanda bahwa si kecil alami  Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Lantas, bagaimana orangtua harus menghadapi OCD pada anak? Apakah OCD pada anak bisa disembuhkan?

Memahami OCD pada anak

OCD adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan adanya pikiran cemas yang tidak terkontrol terhadap sesuatu alias obsesif. Hal ini akan menyebabkan pengidapnya melakukan sesuatu secara kompulsif atau berulang-ulang, agar rasa cemasnya hilang.

OCD pada anak yang menyebabkan seorang anak secara kompulsif melakukan sesuatu berulang-ulang atau ‘ritual’ tertentu untuk menghilangkan kecemasannya tersebut. Contohnya, seorang anak terobsesi pada kebersihan tangannya sehingga secara tidak sadar ia mencuci tangannya berkali-kali hingga yakin bahwa tangannya bebas dari kuman.

Lalu, bagaimana ortu menghadapi OCD pada anak?

OCD pada anak didiagnosis ketika perilaku berulang yang dilakukannya telah menghabiskan banyak waktu, menimbulkan rasa stres, dan mengganggu kegiatan hariannya, seperti sekolah. Biasanya, anak yang mengalami OCD akan sering merasa tertekan dan terganggu. Maka itu, si kecil membutuhkan Anda, sebagai orangtua, untuk membantunya menghadapi masalah ini.

Anak yang OCD perlu perlakuan khusus, tak bisa disamakan dengan anak-anak lainnya yang normal. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi OCD pada anak.

1. Jelaskan pada si kecil masalah yang ia miliki

Supaya lebih mudah dalam merawatnya, Anda harus bisa memberi tahu si kecil apa yang ia alami saat ini. Tak hanya apa itu penyakit OCD, tapi juga bagaimana dampak gangguan ini terhadap pikiran dan perilakunya.

Tentu saja, untuk bisa memberi tahunya dengan jelas, Anda harus paham betul seluk-beluk terkait OCD pada anak. Anda bisa mulai dari mencari informasi di internet dengan sumber yang terpercaya ataupun bertanya dengan psikiater dan psikolog.

Namun, tentu saja informasi yang akan Anda sampaikan harus sesuai dengan usia si kecil. Semakin besar ia, maka semakin mungkin Anda menjelaskan semua hal tentang penyakit OCD.

Anda juga dapat membawanya langsung ke psikiater dan psikolog untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Para ahli akan membantu Anda untuk menjelaskan pada si kecil mengenai penyakitnya tersebut.

beritahu anak ibu keguguran

2. Buat nama ‘panggilan’ untuk penyakit ini

Cara termudah untuk menjelaskan anak tentang OCD adalah dengan menamai OCD sebagai ‘orang lain’ yang mengontrol pikiran anak. Anda dapat menyebut OCD dengan nama ‘si jahat’ atau nama kreatif lain yang bisa menggambarkan OCD pada anak.

Anda bisa memberi tahu dia bahwa orang jahat ini sering kali datang dan memintanya untuk melakukan berbagai hal aneh. Katakan juga padanya bahwa ia dapat mengusir dan menolak perintah dari ‘si jahat’ sehingga si jahat ini bisa pergi dan tak mengganggunya lagi.

3. Jangan berkata “berhenti melakukan hal itu!”

Ketika anak anda terus menerus melakukan hal yang tidak masuk akal seperti memeriksa tasnya berkali-kali, sebaiknya anda tidak mengatakannya untuk berhenti. Anak cenderung merasa bahwa anda ‘menyerangnya’, menyuruhnya berhenti melakukan hal yang justru membuatnya tenang.

Gunakanlah nama ‘si jahat’ untuk memintanya berhenti. Anda bisa berkata, “Sepertinya si jahat menyuruh kakak untuk mengecek tasmu berkali-kali ya? Ayo lawan si jahat. Katakan padanya bahwa kakak sudah mengecek tas, dan tidak ada yang salah dengan tas itu!”

4. Berikan keyakinan pada Anak

OCD pada anak menyebabkan si kecil sering merasa kehilangan keyakinan dan cemas. Ia merasa cemas jika tidak mencuci tangan berkali-kali, tidak yakin apakah sudah mengunci pintu, dan tidak percaya bahwa bukunya sudah ada di dalam tasnya.

Setiap kali si kecil melontarkan pertanyaan pada Anda untuk meyakinkan dirinya, jawablah dengan sabar dan berikan keyakinan agar anak tidak cemas. Misalnya, ketika anak tidak yakin apakah bukunya ada di dalam tas dan mengecek berkali-kali, anda bisa katakan, “Ibu yakin, kamu sudah menaruhnya di dalam tas, dan tadi kamu sudah mengeceknya. Bilang pada si jahat kalau bukumu aman di tasmu.” Hindari berkata dengan nada negatif seperti, “Bukankah kau sudah mengeceknya ratusan kali? Kamu hanya akan membuat dirimu terlambat masuk sekolah!”

5. Ajak dan dampingi anak dalam mengikuti terapi

Tak sedikit anak yang enggan ketika diajak melakukan terapi. Nah, Anda harus pandai-pandai membujuk si kecil menjalani semua terapi yang harus dijalaninya. Berikan pengertian kepada si kecil, kalau terapi ini adalah salah satu cara untuk mengusir si jahat.

Terapi yang biasanya dilakukan untuk mengatasi OCD pada anak adalah program CBT atau Cognitive behavioural therapy. Melalui terapi ini, anak akan diajak untuk membiasakan diri dan memahami apa yang harus dilakukan ketika ia merasa cemas serta melakukan hal yang berulang-ulang kali.

Contohnya, jika anak Anda merasa ia akan sakit ketika tidak mencuci tangan sepanjang waktu, terapis akan membantu si kecil untuk belajar bahwa tidak akan terjadi hal buruk apapun jika anak menghentikan perilaku ini.

Dalam proses terapi, anak akan diajak untuk memegang sesuatu yang dianggapnya kotor dan membiarkan dirinya untuk tidak mencuci tangan dalam beberapa waktu. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa ia tidak akan sakit meskipun tidak mencuci tangannya sepanjang waktu.

OCD pada anak merupakan kondisi yang dapat menguras pikiran, tenaga, dan emosi Anda sebagai orang tua. Supaya Anda tidak ikutan stres, Anda dapat mencari atau bergabung dengan orang tua lain yang memiliki anak dengan OCD.

Dengan menemukan teman seperjuangan, anda dapat berbagi informasi dan dukungan. Anak anda juga akan mendapatkan dukungan emosional ketika menyadari bahwa ia tidak sendiri. Selain itu, rutin menemui dokter atau psikolog akan membantu, tidak hanya anak Anda, tetapi juga Anda.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Kesehatan Mental yang Dapat Muncul di Masa Kehamilan

Pada beberapa wanita tertentu, sejumlah masalah pada kesehatan mental dapat muncul di masa kehamilan. Apa saja? Bisakah dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 5 September 2017 . Waktu baca 5 menit

Pacaran Putus-Nyambung Terus? Mungkin Tanda Anda Mengidap OCD

Sesekali mempertanyakan kesetiaan pacar itu wajar. Tapi jika keraguan ini jadi merusak hubungan, mungkin ini tanda Anda punya gangguan obsesif kompulsif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 7 Juni 2017 . Waktu baca 6 menit

7 Cara Efektif Mengatasi Gejala OCD yang Kambuh

Individu yang memiliki OCD dapat merasa terperangkap dalam rutinitas sehari-hari mereka. Tetapi selalu ada bantuan untuk Anda.

Ditulis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 11 Maret 2017 . Waktu baca 3 menit

4 Gejala yang Dialami Penderita OCD

OCD merupakan gangguan psikologis sehari-hari yang tanpa sadar mungkin menyerang Anda. Apa saja gejala OCD? Mari simak artikel berikut ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Januari 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan ocd dan ocpd

Perfeksionis dan Gila Kendali Belum Tentu OCD. Bagaimana Membedakannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 28 November 2017 . Waktu baca 5 menit
penyebab anoreksia

Waspada, Anoreksia Bisa Disebabkan Oleh Kecemasan yang Berlebihan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2017 . Waktu baca 6 menit
mengecek sesuatu berkali-kali

Sering Mengecek Sesuatu Berulang Kali? Mungkin Gejala Gangguan Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit
perfeksionis gejala ocd

Apakah Orang yang Perfeksionis Pasti Mengidap Gangguan OCD?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2017 . Waktu baca 7 menit