home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Hidup yang sehat merupakan kunci hidup yang bahagia. Tanpa kesehatan, hal yang dapat dilakukan oleh manusia menjadi terbatas. Kesehatan merupakan harta berharga yang harus dijaga sejak dini. Maka dari itu, cari tahu hubungan antara kesehatan dan kebahagiaan supaya dapat menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk anak Anda.

Kaitan kesehatan terhadap kebahagiaan seorang anak

Studi berjudul The Gut-Brain Axis: Interactions Between Enteric Microbiota, Central and Enteric Nervous Systems menyatakan ada komunikasi antara otak dengan usus. Konsep tersebut menimbulkan korelasi antara kesehatan dan kebahagiaan anak. Interaksi antara sisi kognitif dan emosional otak dengan sistem pencernaan terjadi karena komunikasi dua arah antara sistem saraf pusat dan sistem saraf enterik—si pengendali sistem pencernaan. Hubungan ini diperantarai oleh mikrobiota usus. Jumlah mikrobiota usus (disbiosis) yang tidak seimbang berkaitan dengan kondisi kesehatan, seperti:

Dampaknya akan mempengaruhi performa anak dalam aktivitas sehari-hari. Ambil contoh ketika anak memiliki mikrobiota usus yang kurang seimbang sehingga mereka rentan mengalami masalah pencernaan, seperti si kecil mendadak mengalami perut melilit saat sedang ujian.

Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus memiliki efek positif terhadap kepercayaan diri seseorang.Koneksi antara otak dan usus juga dijelaskan oleh Jay Parischa, M.D, Dokter dan Direktur Johns Hopkins Center for Neurogastroenterology. Dokter Jay Parischa menyatakan, sistem saraf enterik merupakan otak kedua di dalam tubuh. Dengan begitu, kesehatan sistem pencernaan dapat memengaruhi kebahagiaan.

Contohnya, iritasi pada sistem pencernaan yang sering terjadi di awal kehidupan meningkatkan risiko kerentanan terhadap gejala depresi dan gangguan kecemasan di kehidupan kelak, seperti yang tertuang di studi Transient Gastric Irritation in the Neonatal Rats Leads to Changes in Hypothalamic Crf Expression, Depression- and Anxiety-Like Behavior as Adults. Studi lain, dengan anak-anak sebagai pesertanya, juga menyimpulkan bahwa anak-anak dengan masalah perut cenderung berisiko menunjukkan gejala depresi dan gangguan kecemasan.

Hubungan nutrisi, kesehatan dan kebahagiaan anak

vegetarian anak

Selanjutnya, masalah nutrisi juga mampu memicu masalah kesehatan dan kebahagiaan anak. Kajian Relationship Between Diet and Mental Health in Children and Adolescents: A Systematic Review menemukan tren konsisten, yaitu anak dengan pola makan sehat dan bervariasi cenderung lebih bahagia. Di sisi lain, kualitas asupan nutrisi yang buruk erat dengan gejala attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan gejala-gejala lainnya yang diakibatkan oleh kesehatan mental yang buruk.

Maka dari itu, penting untuk memenuhi isi piring makanan anak dengan beragam asupan gizi yang cukup. Tujuannya untuk mendukung kesehatan dan kebahagiaan anak. Contohnya adalah dalam satu kali porsi makan anak, ibu memasukkan ikan sebagai sumber protein, nasi sebagai karbohidrat, sayuran untuk memenuhi ragam jenis nutrisi yang dibutuhkan, susu, dan buah.

Sederhananya, raga yang bugar memengaruhi emosi dan kebahagiaan. Begitu juga sebaliknya, ketenangan pikiran membuat fisik menjadi kuat. Simak detailnya di bawah ini.

Menjaga kesehatan sejak dini untuk masa depan anak

susu untuk anak

Tahukah Anda bahwa anak-anak dapat menunjukkan gejala gangguan kecemasan? Sebuah studi membuktikan hal tersebut bahkan sejak anak berusia 6 tahun. Gangguan tersebut dapat memicu masalah kesehatan meliputi sakit kepala, diare, dan sakit perut. Oleh sebab itu, jaga kesehatan anak sedari dini untuk kebahagiaannya.

Cara menjaga kesehatan dapat dimulai dari dapur rumah, yakni dengan memberikan asupan nutrisi terbaik untuk anak. Salah satunya adalah menyajikan pola makan bernutrisi dan sehat. Contoh menu yang dapat dicoba berupa nasi tim dengan kaldu ayam, tahu, bakso, dan sawi atau semangkuk sup kacang merah berisi sayuran dan daging.

Tak lupa pula untuk menyediakan makanan yang bervariasi sebagai upaya memberikan nutrisi yang terbaik untuk anak. Misalnya, dengan menyediakan sumber protein yang berbeda-beda setiap harinya, tidak hanya ikan atau daging ayam. Lalu mengenalkan makanan pokok sebagai sumber energi tidak hanya nasi, tetapi juga dapat berupa roti atau pasta.

Pastikan juga kebutuhan vitamin dan mineral anak terpenuhi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Makan makanan kaya vitamin dan mineral baik untuk tubuh anak, seperti menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Konsumsi probiotik pun berperan penting untuk saluran pencernaanyang sehat. Sebut saja, anak yang bebas dari masalah di saluran pencernaan memiliki suasana hati yang lebih riang. Di sisi lain, masalah perut membuat anak berpeluang menunjukkan tanda gangguan kecemasan dan depresi.

Asam lemak esensial (omega-3 dan omega-6) dan komponennya, seperti DHA, terbukti membantu perkembangan otak anak dan mengurangi risiko anak menunjukkan gejala ADHD. Lengkapi kebutuhan gizi anak dengan memberikan asupan susu.

Orangtua dapat memilih susu dengan kandungan protein whey dengan probiotik dan prebiotik yang dapat menjaga kesehatan saluran cerna. Selain itu, dapat memilih vitamin dan mineral lainnya yang membantu perkembangan dan kekuatan daya tahan tubuh anak.

Singkat kata, sesuai dengan penelitian yang dibahas sebelumnya, diet sehat kaya nutrisi akan berdampak positif terhadap kesehatan dan kualitas kebahagiaan anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The brain-gut connection. (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. Retrieved June 24, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-brain-gut-connection

Carabotti, M., Scirocco, A., Maselli, M. A., & Severi, C. (2015). The gut-brain axis: interactions between enteric microbiota, central and enteric nervous systems. Annals of Gastroenterology, 28(2), 203-209. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4367209/

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). The growing role of probiotics. Harvard Health. Retrieved June 24, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-growing-role-of-probiotics

A, K., & E, D. (2018). Omega-3/6 fatty acids and learning in children and young people: A review of randomised controlled trials published in the last 5 years. Journal of Nutrition & Food Sciences, 08(02). https://doi.org/10.4172/2155-9600.1000670

Liu, L., Li, Q., Sapolsky, R., Liao, M., Mehta, K., Bhargava, A., & Pasricha, P. J. (2011). Transient gastric irritation in the neonatal rats leads to changes in hypothalamic CRF expression, depression- and anxiety-like behavior as adults. PLoS ONE, 6(5), e19498. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3093391/

Merikangas, K. R., He, J., Burstein, M., Swanson, S. A., Avenevoli, S., Cui, L., Benjet, C., Georgiades, K., & Swendsen, J. (2010). Lifetime prevalence of mental disorders in U.S. adolescents: Results from the national comorbidity survey replication–adolescent supplement (NCS-A). Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 49(10), 980-989. https://doi.org/10.1016/j.jaac.2010.05.017

O’Neil, A., Quirk, S. E., Housden, S., Brennan, S. L., Williams, L. J., Pasco, J. A., Berk, M., & Jacka, F. N. (2014). Relationship between diet and mental health in children and adolescents: A systematic review. American Journal of Public Health, 104(10), e31-e42. https://doi.org/10.2105/ajph.2014.302110

Anxiety. (n.d.). KidsHealth NZ. Retrieved July 9, 2020, from https://www.kidshealth.org.nz/anxiety

How to calm an anxious stomach: The brain-gut connection. (n.d.). Anxiety and Depression Association of America, ADAA. Retrieved July 9, 2020, from https://adaa.org/learn-from-us/from-the-experts/blog-posts/consumer/how-calm-anxious-stomach-brain-gut-connection

Von Gontard, A., Moritz, A., Thome-Granz, S., & Equit, M. (2015). Abdominal pain symptoms are associated with anxiety and depression in young children. Acta Paediatrica, 104(11), 1156-1163. https://doi.org/10.1111/apa.13134

What nutrients does your child need now? (2020, May 23). Mayo Clinic. Retrieved July 9, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/nutrition-for-kids/art-20049335

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal diperbarui 10/08/2020
x