Gula Tak Selalu Buruk untuk Tumbuh Kembang Anak, Asal Ortu Tahu Batasnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan manis atau yang mengandung gula sering dipandang buruk oleh banyak orang, karena katanya bikin gemuk dan diabetes. Makanya banyak orangtua yang melarang anaknya untuk makan makanan manis, sampai mungkin memilihkan produk yang bebas gula untuk mereka. Padahal, gula itu tak selalu berdampak negatif bagi anak. Tubuh manusia pada dasarnya membutuhkan gula untuk mendapatkan energi. Tugas Anda sebagai orangtua hanya perlu untuk membatasi asupan anak agar jangan sampai kebanyakan. Memang, apa sih manfaat asupan gula untuk anak, dan berapa batas aman gula untuk anak? 

Sekilas tentang fungsi gula dalam tubuh

Gula atau karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Tanpa adanya gula yang cukup, tubuh akan menggunakan lemak atau protein sebagai energi. Dan, ini tentu tidak baik, dapat mengganggu keseimbangan metabolisme dalam tubuh. Jadi bagaimanapun, Anda sebagai orangtua tetap perlu memberikan gula untuk anak. Gula tetap perlu dikonsumsi anak-anak, tapi perhatikan juga jumlahnya.

Gula yang masuk ke tubuh akan langsung digunakan oleh tubuh dan ada juga yang disimpan tubuh sebagai cadangan energi. Gula disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Glikogen akan digunakan jika diperlukan oleh tubuh. Misalnya, saat cadangan gula darah rendah dalam tubuh, maka glikogen akan digunakan sebagai sumber energi oleh otak.

Tak hanya itu, gula juga bisa diubah menjadi asam amino atau asam lemak. Hal ini bergantung pada kebutuhan tubuh Anda. Misalnya, jika kebutuhan gula sudah tercukupi, maka gula berlebih yang ada di tubuh bisa diubah menjadi asam lemak agar bisa disimpan dalam jaringan lemak. Kelebihan gula juga dipakai untuk memecah asam amino sesuai kebutuhan tubuh.

Ortu harus lebih bijak dalam memilih sumber gula untuk anak

Memang, gula dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, tapi kebanyakan konsumsi gula juga tidak baik bagi anak. Terlalu banyak konsumsi gula atau makanan manis dapat menyebabkan anak menjadi gemuk. Hal ini karena makanan manis cenderung mengandung banyak kalori dan rendah zat gizi. Selain dapat menyebabkan kegemukan, terlalu sering mengonsumsi makanan manis atau gula juga dapat menyebabkan gigi berlubang pada anak.

Untuk itu, Anda perlu memilih sumber gula yang tepat untuk anak. Hal ini membantu mencukupi kebutuhan energinya serta mencegah kenaikan berat badan dan gigi berlubang pada anak. Lalu, sumber gula seperti apa yang baik untuk anak?

  • Pilih gula merah atau madu dibandingkan gula putih untuk memberi rasa manis pada makanan anak. Hal ini karena gula merah dan madu mengandung zat gizi, selain kalori. Sedangkan gula putih hanya mengandung kalori tanpa zat gizi. Gula merah mengandung klorin, zat besi, kalium, natrium. Sementara madu mengandung beberapa vitamin dan mineral, termasuk zat besi.
  • Berikan buah dibandingkan kue manis atau biskuit manis untuk makanan selingan anak. Buah bisa menjadi sumber gula yang baik untuk anak. Ditambah lagi, buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak.
  • Hanya berikan makanan manis yang disukai anak pada kesempatan tertentu, jangan setiap hari. Misalnya, hanya memberikan cokelat, permen, donat, atau makanan manis lainnya pada hari libur saja. Hal ini dilakukan agar anak tidak terbiasa mengonsumsi banyak makanan manis.

Batasan penambahan gula pada makanan anak

Dilansir dari Live Science, American Heart Association merekomendasikan agar anak usia 2-18 tahun mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 6 sendok teh atau 25 gram per hari. Jumlah ini setara dengan 100 kalori.

Untuk anak usia di bawah 2 tahun, American Heart Association merekomendasikan agar mereka tidak diberikan tambahan gula. Tambahan gula pada makanan anak di bawah usia 2 tahun dapat menjadikan anak “ketagihan” gula. Anda mungkin bisa menambahkan buah sebagai pengganti gula untuk memberi rasa manis pada makanan anak.

Tak hanya pada makanan, pembatasan tambahan gula juga sebaiknya juga dilakukan pada minuman. Anak usia 2-18 tahun sebaiknya membatasi konsumsi minuman manis tidak lebih dari satu gelas atau 240 ml per minggu, berdasarkan rekomendasi American Heart Association. Minuman manis yang dimaksud di sini seperti minuman bersoda, minuman berenergi, teh manis, dan minuman jus dalam kemasan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
oleharaga untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 30 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein untuk anak saat puasa
Parenting, Nutrisi Anak 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula whey protein untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Gigi yang berlubang jangan dibiarkan begitu saja. Cepat redakan sakit nyut-nyutan Anda dengan beragam pilihan obat untuk gigi berlubang ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 18 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
asam penyebab gigi berlubang di mulut

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit